Banner 0

Beluluh Awal

Banner 2

Banner 3

Desa Budaya

Banner 5

Buka Erau

Banner 7

Banner 8

Benner9

Statistik

Hit hari ini : 591
Total Hits : 1,406,453
Pengunjung Hari Ini : 294
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 368,767

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 59 Next > Last >>

Kunjungan Wisatawan Belanda Ke Jam Bentong


 Jam Bentong / Tenggarong Visitor Center (Pusat Informasi Pariwisata) hari Rabu (30/10) kedatangan wisatawan asal Belanda datang berkunjung untuk mengetahui informasi pariwisata yang ada di Kutai Kartanegara. Wisatawan ini dibawa oleh Tour Guide, Innal Rahman dari Samarinda untuk berkunjung ke Kutai Kartanegara.

 Menariknya, wisatawan ini datang sebagai pecinta sepeda atau yang kita kenal dengan Gowes, mereka sempat menjajal kota Samarinda ke Tenggarong menggunakan Mountain Bike (sepeda gunung) nya hingga akhirnya singgah ke Jam Bentong.

 Di Jam Bentong, wisatawan para pecinta sepeda asal Belanda ini berkeliling sambil melihat koleksi - koleksi foto mengenai destinasi - destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara dan  melihat replika situs Yupa.

 Setelah melihat koleksi-koleksi foto destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara & mendapatkan Travel Guide beserta brosur pariwisata, wisatawan tersebut menyempatkan untuk membeli oleh-oleh gantungan kunci serta magnet dengan gambar kearifan lokal Kutai Kartanegara yang tersedia di Jam Bentong.




Kunjungan Dan Dialog Wisata SMKN 15 Samarinda Ke Jam Bentong


 Kunjungan wisata yang di lakukan SMKN 15 Samarinda Ke Jam Bentong, memang sebagai agenda rutin, tak hanya berkunjung, namun para pengunjung ini juga akan melakukan Dialog wisata menjadi agenda rutin yang dilakukan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara dalam mengenalkan potensi - potensi wisata di Kutai Kartanegara yang meliputi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.


 Dalam kunjungan dan dialog pada hari ini pada hari Kamis (31/10), SMKN 15 Samarinda menjadi tamu yang datang berkunjung sekaligus melakukan dialog wisata bersama Dinas Pariwisata yang berlokasi di Jam Bentong atau Pusat Informasi Pariwisata yang terletak di samping jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong. Dalam dialog kali ini, Dinas Pariwisata diwakili Kasi Promosi Wisata, Bapak Drs. Triyatma sebagai narasumber untuk menjelaskan berbagai macam destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara sehingga menjadi wawasan baru bagi sisiwa - siswi SMKN 15 Samarinda yang menyimak penjelasan dalam dialog wisata.


 Setelah menyampaikan paparannya Drs. Triyatma, mengenai destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara, bheliau membuka serta melakukan sesi tanya jawab bagi peserta dari SMKN 15 Samarinda baik itu pertanyaan untuk guru maupun siswa yang mengikuti dialog wisata.


 Sesi tanya jawab berlangsung hangat, antusias para pesrta begitu bersemangat ingin mengetahui mengenai objek wisata yang berada di Kutai Kartanegara, dan berkaitan dengan wisata maupun budaya yang ada di Kutai Kartanegara, peserta dari SMKN 15 Samarinda memberikan apresiasi bahwa kegiatan seperti ini penting untuk mengedukasi generasi muda khususnya anak-anak sekolah agar mengetahui wisata-wisata maupun sejarah yang ada di Kalimantan Timur khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.






Workshop Standar Manajemen Panggung Event Festival


 Wokhshop Standar Manajemen Panggung Event / Festival yang berlangsung sehari di Pondok Jajak Indah Tenggarong, dihadiri dari berbagai penyelenggara even yang berada di Kutai Kartanegara, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari seniman Alumni IKJ Jakarta Sdr. Adji Nur Ahmad. Acara workshop ini di buka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata yang di wakili Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witontro, sekaligus membuka acara Workshop ini.

 Dalam kesempatannya Drs. Witontro menyampaikan bahwa dengan hadirnya narasumber ini maka dengan pengalaman – pengalaman beliau yang ada di Jakarta tentunya dapat di tularkan kepada kita sebagai penyelenggara even dan menjadi pembelajaran untuk para peserta karna beliau sebagai penyelenggara event ibukota. Dalam mempersiapkan sebagai penyelenggara even di ibukota Negara, maka Ada 3 hal yang perlu di tekankan ke pada peserta untuk meningkatkan kunjungan wisata, pertama harus menyiapkan pelaksanaan promosi yang secara masip, dengan tujuan supaya orang luar tau, kita melihat baik dari dalam maupun luar Kaltim, bahkan yang dari Kota Balikpapan 2,5 juta kunjungan per tahun, Samarinda 2, 1 juta pertahun, dan Tenggarong 1,7 juta pertahun, dan kalu di kalkulasikan ada sekitar 6, 5 juta yang berada di sekitar Kukar.


 Dan di lihat untuk top ten wisnus dan lima besar wisman itu putarannya hanya di samboja, Tenggarong, dan di kawasan Pantai. Jadi peluangnya sangat besar, apa lagi nanti akan menjadi Ibukota Negara, pasti akan lebih banyak. Jadi tugas kitalah sebagai penyelenggara even, untuk mempromosikan supaya mereka tahu dan mereka juga bisa merencanaka perjalanan serta anggaran ke destinasi wisata di Kukar. Konsekuensi kita sebagai penyelenggara even, kita harus bisa menjalankan even sesuai ekspektasi para pengunjung nantinya.

 Sebelum Tanya jawab antar peserta dan narasumber, Sdr. Adji Nur Ahmad sedikit menyampaikan mengenai penyelenggara even, Jadi tantangan kita adalah bagaimana kita dapat meningkatkan penyelenggaraan even, di harapkan dengan workshop ini kita dapat memaksimalkan kemasan even kita supaya bisa optimal. Semoga kita bisa menyerap ilmu yang di berikan oleh Adji nur ahmad, mudahan dengan pengalamn beliau karna beliau seniman alumni IKJ Jakarta, beliau berkecimpung di site manager, festival director.

 Dimulai dari cara berpikir kita, bahwa aka nada konsekuensi dari pekerjaan kita sebagai penyelenggara even, kita harus siap untuk repot, karna kerepotan kita lebih banyak daripada para pekerja di bidang lain. Jadi meskipun di luar jam kerja atau di hari libur, kita harus siap selalu menerima informasi. Kita harus selalu siap menerima pertanyaan baik dari tim maupun rekan kerja kita. Kita juga di tuntut untuk memahami dasar – dasar manajemen,




Pelepasan Partisipan TIFAF VII Tahun 2019


 Setelah sepekan pagelaran kesenian bertarap internasional berlangsung di Kutai Kartanegara yang bertema Tenggarong Internasional Folk Arts Festival (TIFAF) ke 7 tahun 2019 berjalan dengan sukses dan meninggalkan banyak moment cerita indah bagi para partisipan maupun masyarakat Kutai Kartanegara, terutama yang berada di Tenggarong. Ucapan terimakasih di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kab Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP kepada masyarakat Kukar dan semua pihak yang telah bekerjasama mensukseskan gelaran Internasional ini.

 Dalam kesempatannya saat memberikan laporan, Kepala Dinas Pariwisata Kab Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP. menyampaikan, pelaku seni yang terlibat adalah partisipan internasional sebanyak 6 negara dengan jumlah personil 131 orang, partisipan dari luar Kaltim berjumlah 20 orang sedangkan partisipan dari Kutai Kartanegara sendiri sebanyak 79 Kelompok seni dan paguyuban dengan total 1542 orang. Rangkaian agenda pada TIFAF berjalan dengan aman, lancar dan sukses. Venue utama yang berada di Stadion Rondong Demang ramai di kunjungi masyarakat begitu juga panggung dilapangan basket pinggir turap Kelurahan Melayu dan juga Street Stage yang dilakukan di Pulau Kumala.

 Sebagai bagian dari 100 Wonderful Event Indonesia, TIFAF VII tahun 2019 mendapat dukungan langsung dari Kementrian pariwisata berupa penayangan Promosi TIFAF di salah satu TV swasta, publikasi di media Digital dan produksi tarian masal berikut Live musik pengiring saat pembukaan TIFAF. Pada setiap tahunnya pasti ada perbedaan tampilan, dan pada tahun ini selain menampilkan Kesenian rakyat dari negaranya para partisipan TIFAF juga berbagi wawasan tentang budaya dan profil negaranya kepada 6 sekolah di Tenggarong yaitu sekolah SMAN 1 Tenggarong, SMAN 2 Tenggarong, SMAN 3 unggulan Tenggarong Sebrang, SMKN 1 Tenggarong, SMA YPK dan MAN Tenggarong. “Siswa-siswa sekolah yang dikunjungi juga menampilkan berbagai atraksi mulai seni tari, musik, pencaksilat, Drum band hingga kreasi baris berbaris sehingga ada interaksi yang terjalin,”

 Dan setiap tahunnya yang juga di tunggu oleh para partisipan ialah mengikuti ekshibisi permainan tradisional antar negara, yakni lomba kelompanjang, lomba engrang, begasing, menyumpit, dagongan. Partisipan Rusia merupakan juara umum pada lomba permainan tradisional Kutai.






Jepen Kreasi Jepen Kanak Belio


 Berlokasi di Pulau Kumala Tenggarong, salah satu obyek wisata unggulan Kukar ini, setiap sore menampilkan kesenian tari baik dari dalam maupun luar negeri selama TIFAF berlangsung. perwakilan dari daerah Kukar menampilkan beberapa tari diantaranya tari khas Kutai.

 Jepen Kanak Belio ialah sebuah karya tari yang merupakan interprestasi tentang kehidupan anak – anak di masa lampau dan mungkin masih ada saat ini yang menjajakan kue buatan rumah kepada masyarakat sekitar dengan berjalan kaki dan berteriak O Lioo. Sebuah poteret kehidupan ini di padukan bersama ragam gerak tari Jepen dengan menggunakan property Lewang sebagai wadah kue. Suasana riang gembira dan suka duka selam menjajakan kue tersebut coba diisaratkan dalam sebuah tari Jepen kreasi.

 Jepen Pecoh Kanak Halus ini menceritakan atau mevisualkan pada masa anak – anak yang sedang bermain bersama temannya, dengan sangat gembira, meskipun lelah berlari kesana kemari namun tak dirasakan, tarian ini juga di masukkan dalam tari Jepen Kreasi.

 Berlanjut dengan komunitas tari bernama Gubang Kids Community, membawakan tari Tebengang Marang, yang memiliki sinopsis yaitu sebuah garapan tari yang mengadaptasi tentang kehidupan Burung Enggang yang sedang menikmati keindahan alam Kalimantan yang penuh pesona. Dengan gerakan yang begitu lembut dan energik bersinergi dengan iringan musik sampeq yang begitu indah sehingga menambah eksotik setiap gerak dan dentingan yang tergambarkan secara nyata.




Tarian El Ghawazy Dari Egypt


 Setiap harinya kunjungan masyarakat semakin ramai, dengan hadirnya pagelaran tarian yang berlangsung selama sepekan di anjungan atau halaman Pulau kumala Tenggarong, selain berwisata, masyarakat juga ada yang sengaja datang hanya untuk menyaksikan secara langsung dan gratis para peserta TIFAF 2019, karna para delegasi dari luar pasti akan menari dan berinteraksi langsung dengan penonton yang hadir.


 Di awali dengan penampil dari dalam negeri, pada hari ini Indonesia di wakili dari sanggar seni Karya Budi Tenggarong Kutai Kartanegara. Menghadirkan tari khas Kutai yaitu tari Jepen yaitu Jepen Selamat Datang di Kota Raja, Berawal dari gerakan Jepen dan musik dasar tingkilan Kutai tradisi yang dikembangkan menjadi kreasi, tarian ini menggambarkan rasa suka cita dan kegembiraan para muda mudi dalam menyambut kedatangan tamu di kota wisata Tenggarong Kutai Kartanegara, dan juga mengungkapkan rasa cinta yang mendalam pada kampong halaman serta mencerminkan semangat dan motivasi untuk membangun daerah guna mewujudkan masyarakat yang peduli, kreatif, dan berbudaya dalam pergaulan budaya antar bangsa, guna memajukan pariwisata daerah dan nasional.

 Dari delegasi mesir mebawakan tarian El – Sharkia Group. Ada empat tarian yan di bawakan oleh para penari mesir. Tarian pertam bertema Tarian Pernikahan Sharkia merupakan tarian warisan masyarakat pedesaan Sharkia yang biasa dilakukan ketika acara pernikahan. Tarian kedua Al Hawaya pertunjukan atas kepiawaian gadis – gadis Sharkia dalam menggunakan kain yang disebut Al Hawaya, yang pada jaman dahulu digunakan oleh masyarakat untuk mengangkat kendi berisi air. Tarian ke tiga El Ghawazy memperkenalkan tarian yang menggambarkan kehidupan Bani yang mayoritas Gipsi, tarian ini sering di pertunjukan oleh gadis – gadis dalam pertunjukan di kota Sharkia dengan diiringi pemain seruling yang disebut Ghazulaty.


 Dan tarian ke empat ini melibatkan masyarakta yang menonton untuk menari bersama dengan para penari Mesir dengan menggunakan tongkat, dengan judul tarian tongkat lilin menarikan bersama tarian yang menunjukan Kepiawaian Gadis – gadis Sharkia dalam memainkan permainan Tongkat Lilin Diatas Kepala.




Cerita Rakyat Dari Rumania


 Malam hari suasana pengunjung Kukar Expo yang berlokasi di Stadion Rondong Demang Tenggarong, begitu ramai, sebagian penonton ada yang mengunjungi Expo, ada pula yang sedang menikmati aneka ragam sajian makanan yang begitu banyak terjual di stand – stand expo. Berbeda lagi pengunjung yang memang sengaja telah menunggu tampilan baik dari peserta Luar dan dalam Negeri sendiri, yang akan menampilkan kebudayaannya melalui tarian khas daerahnya. Para penonton telah duduk dengan rapi di depan panggung Kukar Expo untuk menyaksikan tampilan – tampilan pada mala mini.

 Untuk mala mini Rumania akan hadir memberikan persembahan terbaiknya, dengan Nama Group Cununa Apusenilor, nama Director Marcela Vele, dengan pelatih Ciprian and Nicoleta muresan. Sejarah singkat tarian yang akan di tampilkan dari Negara Rumania ialah menceritakanEnsembel rakyat Cununa Apusenilor di Gilau, didirikan pada tahun 1983, tujuan dari ensemble ini adalah untuk melestarikan nilai – nilai otentik dari cerita rakyat Rumania dan untuk melanjutkan tradisi dan adat istiadat baik yang khusus untuk daerah tersebut maupun ke  daerah lain di Negara Rumania. Kami memiliki komposisi musik atau lagu yang kaya yang mencakup semua wilayah Negara, tarian dari Transylvania, Banat, Moldova, Maramures, Negara Oasului. Anggota ansambel ini adalah siswa muda, siswa yang bangga mewakili Negara mereka melalui permainan. Dan tradisi Rumania. Instruktur dari ansambel ini adalah Ciprian dan Nicoleta Muresan, direktur artistic Marcela Vele.   

 Group Tari Cossack Stanitsa dalam sejarahnya STANITSA adalahsebuah organisasi politik dan ekonomi orang – orang COSSACK di dalam kekaisaran Rusia. Di dalam rusia modern, STANITSA di klarifikasikan sebagai salah satu jenis daerah pedesaan dan terutama di bagian selatan daerah Rostov Oblas, Krasnodar, starvropol Krais dan kebanyakan dari republic kaukasus Utara. masyarakat KUBAN COSSACKS adalah penganut kepercayaan Kristen Ortodox dan mengikuti adat orthodox yang tegas. Group kesenian rakyat Rusia STANITSSA. Di bentuk pada tahun 1990 atas dasar rumah budaya dan olahraga.

 Selanjutnya dari tampilan Indonesia di wakili Sanggar seni Serapun MAN 2 Kutai Kartanegara dengan membawakan tari Jepen 2 Dara. Dengan makna tari jepen yang memvisualisasikan sepasang adik dan kakak dalam sebuah keluarga, yang dimana di dalamnya terdapat banyak suka dan duka, dengan bekerja bersama, melalui hal bersenang – senang bersama, sampai duka pun mereka lalui dengan bersama. Tetapi keakraban ini kadang pula merekapun bisa saling bertengkar karna sesuatu hal.






Tari Ves Dance Menggambarkan Kemegahan Sri Lanka Kuno


 Masih dalam rangakai gelaran TIFAF yang berlangsung di lapangan basket timbau Tenggarong, malam ini Delegasi dari Srilanka, hadir yang akan memberikan tampilan terbaiknya, da nada pula pastinya yang akan tampil dari Indonesia dengan tarian khas pedalamannya.

 Diawali dengan Negara Srilanka, Nama group Ranranga dance academy, director Mr. Basnayake. Ranrange dance adalah sebuah institusi yang dikelola sangat baik di Sri lanka sejak tahun 1994, group ini telah mencetak siswa siswinya yang piawai dalam menguasai tari tradisional maupun kontemporer, group ini juga sering mengirimkan siswanya lebih dari 150 festival internasional yang ada di dalam maupun luar negeri. Khususnya festival yang di selenggarakan oleh international folk and cultural organizations.

 Tarian yang ditampilkan : Ves Dance menggambarkan kemegahan Sri Lanka kuno, penari pria yang mengenakan pakaian cerah dan berwarna – warni untuk menarik perhatian diatas panggung. Penari laki – laki ini melakukan gerakan tarian dengan bersemangat dan cepat, mengikuti gendang tradisional. Tarian ke dua dengan nama tari Chamara Dance yang artinya tarian ini dengan menggunakan Chamara, instrument yang digunakan di istana pada zaman kuno. Dilanjutkan dengan tarian ketiga dengan judul tari Raban Dance yitu tarian daerah yang satu ini terdiri dari penari laki – laki dan perempuan pada dasarnya tarian ini terdiri dari dua instrument yaitu Ath Raban dan Banku Raban, dan tamipannya akan menggunakan Ath Raban.

 Berlanjut dengan Delegasi Indonesia dengan di wakili dari Sanggar Tari Bangen Tawai Desa Budaya Sungai Bawang, menggunakan alat musik seperti gong, sampeq, jatung utang, di bawah binaan Norti dan Heppy Apriliati. Sangga seni membawakan tarian yang menceritakan tentang kehidupan di sebuah kampong mereka hidup dengan sangat harmonis dan penuh kebersamaan. Pada suatu hari datanglah beberapa wanita kesebuah sungai, mereka pun melakukan berbagai kegiatan selang waktu datanglah dua orang pria yang sangat gagah perkasa satu diantara pria ini memiliki niat yang jahat, tanpa piker panjang pria ini pun menculik salah satu wanita yang sedang berada di sungai, dengan segeranya teman – temannya pun menceritakan kejadiannya kepada pemuda – pemuda kampong, panas hati yang membara sehingga terjadilah peperangan yang sengit. Kemudian datanglah Udoq Kiba ini melakukan ritual untuk memanggil dewa Bungan malan yang merupakan dewa pelindung suku dayak kenyah lepok jalan.


 Dan pada akhirnya kampong inipun menjadi aman damai tentram, mereka merayakannya dengan tari – tarian.




Tarian Bernuansa Sufi Dari Negara Mesir


 Suasana di Panggung lapangan basket begitu ramai baik dari penonton maupun dari para penari yang sedang menampilkan tariannya, diiringi suara musik yang bertabuh tampilan dari delegasi tuan rumah Indonesia yang bernama Serapun dari Pelajar MAN 2 Kutai Kartanegara, menarikan Jepen 2 Dara. Dengan dukungan lampu latar yang begitu mempesona, membuat tampilan setiap delegasinya begitu memukau Para pelajar ini menarikan tari Jepen yang memvisualisasikan sepasang adik dan kakak dalam sebuah keluarga yang dimana di dalamnya terdapat banyak suka dan duka, bekerjasama, bersenang – senang pun kadang bersama dengan suka cita, dan kadang pula merekapun saling bertengkar karena sesuatu hal.

 Salah satu tampilan yang ditunggu para penonton ialah tampilan dari peserta TIFAF mancanegara, dan yang tampil dari delegasi Negara Mesir yang membawakan Sembilan jenis tari, dengan nama tarian Sharkia Group Mesir. Tarian pertama menarikan tarian pernikahan Sharkia yang merupakan tarian warisan masyarakat pedesaan Sharkia yang biasa di lakukan ketika acara pernikahan. Kedua tarian Al Hawaya ialah pertunjukan atas kepiawaian gadis – gadis sharkia dalam menggunakan kain yang disebut Al Hawaya, yang pada jaman dahulu digunakan oleh masyarakat untuk mengangkut kendi berisi air. Tarian ke tiga El Ghawazy yaitu tarian yang menggambarkan kehidupan bani yang mayoritas Gipsi. Tarian ini sering dipertunjukkan oleh gadis – gadis dalam pertunjukan dikota sarkhia dengan diiringi pemain seruling yang disebut Ghazulaty.


 Tarian keempat dengan judul tari Tongkat Lilin yang menunjukkan kepiawaian gadis- gadis dalam memainkan permainan tongkat lilin diatas kepala. Tarian kelima dengan judul tari Tongkat mesir yang menceritakan tarian permainan pemuda pemudi menggunakan tongkat. Tarian keenam tarian Al dahya yang menggambarkan pertunjukan dari suku Badui ( Badawi ) yangdisajikan dalam malam pertunjukan laki – laki Suku Badui. Tarian penutup ialah tarian kuda yaitu menceritakan suatu wilayah Sharkia terkenal dengan kuda – kuda arab, tarian ini juga menggambarkan kepiawaian pria Sharkia dalam mengendarai dan melatih kuda.

 suasana religius sangat terasa karna setiap tarian yang bawakan bernuansa islami yang bertemakan pujian kepada Allah dan Rasul.

Tari Waweq Madang Dan Tari Teton Montain Stomp


 Selama sepekan Masyarakat Kutai Kartanegara dan sekitarnya dapat menyaksikan pertunjukan kesenian dari para peserta TIFAF, yan berpusat di dua lokasi yang telah disiapkan oleh Dinas Pariwisata Kab Kutai kartanegara yaitu di area Lapangan Basket Kelurahan Melayu dan Panggung arena Kukar Expo Rondong Demang. Akan tampil pertunjukan seni, baik kesenian lokal maupun kesenian mancanegara yang pasti akan memukau para penonton yang hadir.

 Pada malam ini tampil kesenian dari Lentera Indonesia, Delegasi Belanda, Kesenian Bengen Tawai Indonesia, delegasi Srilanka, dan Rusia. Tampil pertama dari tuan rumah Indonesia membawakan tarian dayak dengan judul tema Waweq madang, tarian ini menceritakan tentang kehidupan perempuan suku pedalaman dayak benuaq. Dengan menggunakan ragam khas tari gantar symbol dari semangat para gadis – gadis suku pedalaman, senyum khas mereka merupakan bentuk keramahan dari penduduk asli suku ini.

 Tampilan selanjutnya dari delegasi Belanda, salah satu tariannya, tarian Cidy swing dengan arti dari tarian merupakan kombinasi antara chariston dan foxtrot dengan diiringi lagu Goodbye sweetheart, tarian selanjutnya polka jenny lind yang merupakan sebuah tarian yang diciptakan oleh Jenny lindseorang penyayi opera berkebangsaan Swedia. Dia adalah penyayi soprano di opera Swedia dan dikenal seantero eropa. Dia juga merupakan anggota akademi musik royal Swedish yang rekaman pertamnya dilakukan tahun 1939.

 Dan tarian berikutnya yang dibawakan oleh delegasi dari Belanda yaitu Teton Montain Stomp, berasal dari Negara bagian Wyoming, Amerika serikat yang dikelilingi dengan pegunungan. Tarian ini di perkenalkan di daerah kami oleh tentara Amerika setelah perang dunia ke dua.




Even Tahunan

Even

Unduh Gratis