Foto 1

Foto 2

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Mendirikan Ayu

Seremoni Pembukaan Erau Adat Kutai And International Folk Arts Festival 2016

Foto 3

Closing

Tarian Dewa Erau

Bukit Bangkiray

Statistik

Hit hari ini : 325
Total Hits : 846,861
Pengunjung Hari Ini : 116
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 187,351

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 43 Next > Last >>

Festival Jembayan Kampong Tuha 2017


 Festival yang di laksanakan di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, yang telah di buka oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Bapak Drs. Edi Damansyah M.Si pada hari rabu tanggal 22 Maret 2017, acara Festival Jembayan Kampong Tuha ini akan berlangsung dari tanggal 22 maret 2017 s / d 26 Maret 2017.

 Festival Jembayan Kampong Tuha ini adalah Festival kampong yang ke lima di kab. Kutai Kartanegara, sebelumnya ada festival kampong handil, festival kampong Muara Kaman, festival Kampong Tanis umber Sari, festival kampong Bukit Biru, yang semuanya dilaksanakan secara swadaya atau gotong royong. Hari Raya Kebudayaan Festival Kampong ini adalah sebagai gerbang untuk masuk dan memahami lebih jauh potensi - potensi yang ada di dalam kampong, baik yang berkaitan seni budaya, sejarah, alam , dan sebagainya.

Dalam hal ini Dinas pariwisata kabupaten Kutai Kartanegara ikut berperan serta dalam Festival Jembayan Kampong Tuha, dengan membuka stand Pameran dengan memperkenalkan pariwisata Kutai Kartanegara, serta Even – even yang akan berlangsung setiap tahunnya. Di ketahui bahwa Kutai kartanegara memiliki sebuah warisan berharga dan bernilai dalam proses perjalanan sejarahnya, semangat membangun Kabupaten Kutai Kartanegara dalam sektor Kepariwisataan tentu memberikan kontribusi yang berarti dalam kancah dunia kepariwisataan Indonesia dalam dalam level nasional maupun Internasional.

 Pemerintah juga memberikan apresiasi tinggi kepada japung nusantara yang telah membantu mendorong partisipasi aktif masyarakat Jembayan dalam membangun proses pembentukan dan pemberdayaan komunitas yang berbasis budaya di akar rumput, sehingga dapat memperkuat ketahanan budaya, ekonomi dan penguatan etentitas sebagai masyarakat yang memnjunjung keanekaragaman social budaya yang berpijak pada nilai silih asih, silih asah dan silih asuh di masyarakat.


LSBK MELAUNCHING 13 GERAK DASAR JEPEN.


Bertempat di halaman Planetarium Jagad Raya Tenggarong, pada har iSabtu 11 Maret 2017, Lembaga Seni dan Budaya Kumala melaksanakan Launching 13 Gerak Dasar Jepen yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar yang diwakili Kasi Pengembangan Kesenian daerah, Kepala Dinas Pariwisata, serta para seniman, Budayawana dan Para undangan lainnya, selain launching 13 Gerak Dasar Jepen, juga penyerahan piagam 13 ragam gerak dasar tari jepen, juga diisi dengan musik tingkilan, serta tari-tarian Jepen dan Dayak, seperti Tari Dayak Temengang Yag Kelesau, Tari Jepen Persembahan, Tari Jepen Persembahan, Tari Giring Ketaq Bawo, Tarijepen Begurau, Tari Bersama.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Hendra Atmaja, Launching 13 Gerak Dasar jepen tidak terlepas dari support dari Sponsor serta media Patner yang turut serta mensukseskan kegiatan ini, ditambahkannya ini merupakan yang pertama yang dilaksanakan sejak berdirinya  LSBK, yang melibatkan para pelajar SD, sampai SMU serta Mahasiswa, yang ada di Tenggarong dengan masa latihan 3 bulan lamanya, dan selama melakukan latihan juga melakukan tes uji 13 gerak dasar Jepen, selama 2 hari, yang melibat dewan juri yang berkompeten dalam bidang seni tari, harapnya kedepan agar pihak terkait bisa memperhatikan secara proaktif group atau kelompok-kelompok kesenian yang ada di Kutai Kartanegara.

Ratusan pengunjung yang berasal dari berbagai komunitas serta masyarakat umum hadir memadati halaman parkir Planetarium Jagad Raya.13 ragam gerak dasar jepan tersebut ialah, Gerak Hormat (Pembuka), Jalan Jepen, Samba, Samba  Setengah, Samba Penuh, Gelombang, Ayun Anak, Langkah Belau, Langkah Ketam, Tendang Kuda, Tepok, Putar Gasing dan yang terakhir Tahtim, yang diperagakan oleh para pelajar dan Mahasiswa yang dipandu oleh Instruktur Tari LSBK.




Bupati Kukar : Tenggarong Siap Gelar Kongres Dunia CIOFF Ke 47


Pada Kongres Dunia CIOFF yang ke 46 yang berlangsung pada bulan oktober 2016 tahun lalu, yang berlangsung di Italy diputuskan Kota tenggarong sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan International Council Of Organization of Folklore Festival and Folk arts yang akan digelar pada 20-29 Oktober 2017 mendatang, hal ini tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang selama 4 tahun terus bekerjasama menggelar Erau dan International Folk Arts Festival dengan mengundang tim-tim Kesenian dari mancanegara yang merupakan anggota tetap CIOFF


.


Pada hari senin 6/3/2017 bertempat di Pendopo Etam,  Bupati Kutai Kartanegara Rita Widya Sari dalam jumpa Press mengatakan bahwa Kutai Kartanegara khususnya kota Tenggarong siap menjadi tuan rumah Kongres CIOFF ke 47, menurutnya ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita sebab untuk pertama kalinya kongres CIOFF dilaksanakan di Indonesia , dan kota Tenggarong sebagai tuan rumah nya, hadir juga dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP, Vice President CIOFF Norbert Mueller, Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat.





Menurut Bupati Kukar Rita widyasari, Akomodasi Hotel dan tiket ditanggung oleh peserta masing-masing. sedangkan Pemda hanya menyiapkan tempat dan menanggung Transportasi Peserta, ia berharap dengan diselenggarakannya Kongre CIOFF di Kota Tenggarong akan berdampak pada peninggkatan sektor Pariwisata dan mempromosikan wisata Kukar, sebab CIOFF beranggotakan 103 Negara sedangkan yang hadir  paling sedikit ada 40 negara, itu merupakan peluang untuk mendapatkan pendapatan Pariwisata Kutai Kartanegara.




Semantara itu menurut Vice President CIOFF Norbert Mueller, dirinya telah meninjau sejumlah tempat di Tenggarong yang akan menjadi tempat pelaksanaan Kongres CIOFF ke 47 menurutnya semua sudah bagus dan siap dan yakin bahwa pelaksananaan Kongres Dunia CIOFF akan berjalan Sukses, pungkasnya.







Jejak Budaya Dan Aksi Sapta Pesona 2017


Desa Kedang Ipil merupakan salah satu desa tertua di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Juga satu-satunya desa yang masih memegang teguh adat dan tradisinya. Dan pada tahun ini jejak budaya akan dirangkai dengan kegiatan Aksi Sapta Pesona yang di isi dengan kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon di area wisata Alam Air terjun Kendua Raya yang dilakukan oleh peserta jejak budaya serta masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat sadar wisata desa Kedang Ipil.hadir juga rombongan dar iDinas Pariwisata Provinsi Kaltim dan Dinas Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara serta para undangan lainnya, setelah tamu rombongan tiba, langsung diadakan prosesi tepung tawar, duduk di balai bamboo KadisPariwisata Kaltim Syafruddin Pernyata dan Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Kukar Muhammad Bisyron yang dipimpin oleh dewa belian.




Menurut ketua panitia pelaksana Antoni Rahman acara jejak budaya yang sudah berlangsung 3 hari akan dirangkai dengan Aksi Sapta Pesona 2017 ini merupakan program dari Kemantrian Pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan nantinya bisa memberikan pemahaman dengan Aksi Sapta Pesona dengan Kebersamaan, yang dilaksanakan pada hari Minggu 5 Maret 2017 di Desa Wisata Kedang Ipil, dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang menurutnya kegiatan Aksi Sapta Pesona selain melakukan kegiatan bersih-bersih, juga diberikan pendukung Pariwisata seperti papan petunjuk dan pohon serta perlengkapan kebersihan, dan papan Sapta Pesona ia berharap dari rangkain acara ini, berjalan lancar, dan ucapan terimakasih kepada kelompok sadar wisata, perangkat desa dan Masyarakat, serta para Komunitas Jejak Budaya yang hadir menyemarakan cara ini.

Semantara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata mengatakan budaya yang ada saat ini khususnya di Desa Kedang Ipil merupakan warisan nenek moyang yang mesti kita jaga dan dilestarikan dan ini yang disebut kekayaan nirbenda yang merupakan kekayaan yang tidak bisa dijamah dan ditambahkannya orang berkunjung kedesa dengan tujuan melihat Adat Budaya dan Alam setempat dan menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya, dan yang terpenting bagaimana caranya orang luar untuk dating ke desa wisata ini sehingga menumbuhkan ekonomi kerakyatan, ditambahkanya potensi wisata Air terjun perlu dijaga dengan mempertahankan rimbunnya hutan, di katakannya hutan ini lah yang menyimpan air dan mengalirkannya lewat air terjun yang ada, pungkasnya.





Rakornis Pariwisata Se Kaltim (Perkembangan Pariwisata Kaltim)


Pada panel diskusi sesi yang ke dua para peserta Rakornis mendengarkan pemaparan tentang perkembangan Pariwisata oleh masing masing Kepala Dinas Pariwisata 10 Kabupaten dan Kota, seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP dari data,  ada kenaikan dalam usaha sarana Akomodasi dan Jasa Perjalanan Wisata serta Usaha restoran, semantara itu dalam hal Perkembangan Pariwisata saat ini telah tersedianya Pusat Informasi Pariwisata, di Jam Bentong Tenggarong,  Branding Pariwisata Kutai Kartanegara yaitu Kutai Kartanegara My Borneo For wildlife, Adventure, and culture lovers, ditambahkannya untuk mempromosikan destinasi wisata serta event Kalender wisata pihaknya  membuat website serta fane page di media sosial.




untuk  spesial event favorit 2016 ada EIFAF dengan 123 ribu orang pengunjung, Borneo Rock In Fest d 70 ribu pengunjung, serta Festival Lampion 10 ribu pengunjung, adapun penghargaan yang dicapai Erau Kutai Kartanegara mendapat Anugerah Pesona Indonesia untuk kategori Festival budaya terpopuler di tanah air 2016 oleh Menteri Pariwisata RI, Upacara Erau ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia  2016 oleh Mendikbud  serta Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Kebudayaan .

Semantara itu menurut Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Balikpapan Oemy Facessly Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim, selain itu faktor yang mendukung adalah Terletak di tengah jaringan transportasi Trans Kalimantan dan Trans Nasional. adanya Pelabuhan Laut Semayang, Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan serta Basis dari beberapa perusahaan asing yang bergerak di bidang migas dan pertambangan. Untuk potensi wisata yang dimilki adalah wisata Alam dan Hutan, wisata sejarah dan wisata belanja, ditambahkannya untuk meningkatkan daya saing pariwisata ada beberapa hal yang dilakukan seperti Pengembangan Industri pariwisata, Pengembangan Pemasaran dan Promosi Pariwisata serta Pengembangan Destinasi wisata.

Dalam Kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Bontang dalam pemaparannya mengatakan bahwa objek wisata Potensial yang dimilki kota Bontang adalah Budaya, tradisi dan kesenian  yang terdiri dari Pesta Laut Bontang Kuala, Pesta Adat Erau Guntung , Seni dan Budaya Kanaan (Kelurahan Kanaan), Perkampungan tradisional sedangkan Obyek Wisata Alam/Bahari dan daya tarik wisata Minat Khusus terdiri  Kawasan Mangrove (Bontang Kuala, Tanjung Limau, Pulau Gusung, Pulau Kedindingan, Pulau Tihi-Tihi, Pulau Melahing), Wisata Bahari/Bawah Laut (Pulau Beras Basah, Pulau Kedindingan, Pulau Segajah dan Selangan berupa keramba dan Objek wisata Kuliner dan Belanja.Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Syafrudin Pernyata dalam pemaparannya tentang Program kegiatan pariwisata Kalimantan Timur tahun 2017 adalah Pengembangan Karya Seni Budaya, Pengembangan Destinasi Pariwisata [PDP], Pengendalian Usaha Jasa Pariwisata [PUJP] Pengembangan Pemasaran Pariwisata (PPP) serta TARGET 2017  Perjalanan wisatawan Nusantara 5 juta orang dan Kunjungan wisman 55 ribu orang ke Kaltim dikatakan pula  saat ini Kalimantan Timur telah memilki 10 Objek wisata unggulan yang berada di masing-masing Kabupaten dan Kota, 10 objek wisata unggulan tersebut adalah : 1. Museum Sadurengas di Kab Paser, 2. Pulau Kumala di Kab Kutai Kartanegara, 3. Hiu Paus di Talisayan Kab. Berau. 4. Anggrek Hitam Kersik Luway di Kab. Kutai Barat. 5. Taman Nasional Kutai (TNK) di Kab. Kutai Timur, 6. Batu Ten’vang di Kab. Mahakam Ulu. 7. Pantai Manggar Sari di Balikpapan. 8. Eko Wisata Sungai Mahakam di Samarinda. 9. Pulau Beras Basah di Bontang. 10. Pantai Tanjung Jumlai di Kab. Panajam Paser Utara, pungkasnya.

Rakornis Pariwisata Se Kaltim ( Peran Dan Dukungan Pelaku Jasa Usaha Pariwisata)


Rapat Koordinasi dan Singkronisasi yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Propinsi Kaltim untuk tahun ini Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong,( 23/2/2017) selain diikuti Dinas Pariwisata 10 Kabupaten dan Kota se Kaltim juga diikuti para pelaku jasa usaha Pariwisata seperti DPD Asita Kaltim, BPD PHRI Kaltim, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kaltim, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kaltim, Indonesia Hotel Manager Association (IHGMA) Kaltim, General Manager Perum Angkasa Pura I Balikpapan. Organda Kaltim serta PT. Garuda Indonesia Cabang Kaltim.   


Untuk jadwal Rakornis terdiri dari beberapa Sesi, untuk sesi I  Panel Diskusi dengan Topik Peran dan dukungan terhadap Kepariwisataan di Kaltim oleh pelaku jasa usaha Pariwisata seperti yang disampaikan Eddy Yusuf Assainar Ketua  DPD ASITA Kaltim menurutnya Biro perjalanan merupakan jembatan penghubung antara wisatawan dengan penyedia jasa akomodasi, restoran, operator adventure tour, operator pariwisata dll.  Umumnya wisatawan menggunakan jasa biro perjalanan wisata dalam menentukan rencana perjalanan, selain itu Dalam menjalankan perannya, industri pariwisata harus menerapkan konsep dan peraturan serta panduan yang berlaku dalam pengembangan pariwisata agar mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang nantinya bermuara pada pemberian manfaat ekonomi bagi industri pariwisata dan masyarakat lokal. Dalam pemaparannya Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim H.M. Zulkipli mengatakan bahwa peran  dari PHRI  dalam mendukung Kepariwisataan adalah membina dan mengembangkan badan usaha yang bergerak dibidang Jasa Akomodasi / Perhotelan, serta berpan aktif dalam pemasaran dan Promosi dalam dan luar negeri untuk meningkatkan Iklim Usaha pariwisata.



Semantara itu menurut Genaral Manager Perum Angkasa Pura I Balikpapan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan merupakan pintu gerbang wisata di Kalimantan Timur, untuk tahun 2017 target kunjungan wisman sebesar 30 ribu orang, untuk mendukung kepariwisataan dikaltim pihak angkasa pura menyediakan Informasi Pariwisata, TV Publikasi dan Informasi Pariwisata, Tourism Destinasi serta photo booth 4 sisi yang berlatar belakang objek wisata di kaltim. Dalam kesempatan yang sama PT. Garuda Indonesia Cabang Kaltim memaparkan bahwa saat ini Garuda Indonesia telah menghubungkan berbagai destinasi internasional dengan kota Balikpapan melalui konektivitas melalui rute Balikpapan-Jakarta pp

sebagai upaya mendukung pengembangan Wisata di Kaltim pihak Garuda Indonesia menyiapkan Majalah colours yang merupakan inflight magazine bulanan Garuda Indonesia yang mengulas rute-rute pariwisata baik domestik maupun internasional, Pada hari Sabtu, 17 Desember 2016, telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara Garuda Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang diwakili oleh  Dra. Sri Wahyuni, MPP selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara dan disaksikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Bapak M. Arif Wibowo. Pada nota kesepahaman tersebut, Garuda Indonesia berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan, khususnya kegiatan pariwisata, baik yang berskala nasional maupun internasional, yang diselenggarakan oleh pemerintah Kutai Kartanegara.

Pembukaan Rakornis Pariwisata Se Kaltim


Bertempat di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara, berlangsung malam ramah tamah serta Pembukaan Rakornis Pariwisata Se Kalimantan Timur,Angkasa Pura I Balikpapan, serta ketua Organda Kaltim, Rakornis dibuka oleh Asisten I Prov Kaltim Dr. Meliana yang mewakili Gubernur Kaltim, untuk pelaksanaan Rakornis dilaksanakan di Hotel Grand Elty Singgasana tenggarong pada tanggal 23 Februari 2017.




Dalam sambutan nya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Timur, Syafrudin Pernyata  ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutai Kartanegara  Edi
Damansyah serta Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah baik Provensi 
Kaltim maupun dari Kabupeten Kota, serta para Kepala Dinas Pariwisata
10 Kabupaten Kota Se Kaltim  para pelaku Usaha dan Mitra bidang
Pariwisata serta organisasi Pariwisata diantaranya, Ketua DPD ASITA
Kaltim, BPD PHRI, HPI Kaltim, Para Pengusaha Jasa Boga, Ketua Asosiasi
General Manajer Hotel. PT. Garuda Indonesia cabang Kaltim serta GM pihak atas kerjasamanya khususnya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjadi tuan rumah pada  Rakornis tahun ini, ia mengatakan Target wisatawan  55 ribu orang pertahun, kondisi ekonomi yang lesu maka diperlukan langkah-langkah yang nyata untuk membangun dunia pariwisata oleh karenanya  diperlukan kerjasama semua pihak misalnya antara pihak perhotelan dan travel, sebab era sumber daya alam seperti batu bara sekarang mulai menurun dan berdampak pada dunia usaha yang menurun, sehingga perlu meningkatkan dunai parwisita

Ditambahknnya Indonesia miniatur Kalimantan timur, sebab ketika orang mau melihat danau, air Terjun, gunung, dan Pulau yang cantik, semua ada di Kalimantan Timur, namun ada hal yang tidak dimiliki provinsi lain yaitu keberagaman budaya dan adat istiadat yang dimilki kaltim, ada budaya pesisir, pedalaman, pantai serta budaya Keraton, Ia berharap pada Rakornis ini akan disepakati tentang koordinasi antara Kabupaten kota sehingga saling menguatkan dalam bidang pariwisata.


Semantara itu Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah, menyambut baik terselengaranya rapat koordinasi teknis di Tenggarong ,  dan berharap pada tahun 2017 ini ada sentuhan baru terhadap bidang Pariwisata, dan para pelaku usaha jasa Pariwisata bersama-sama Pemerintah, memajukan pariwisata, dan komitmen Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai program unggulan, serta adanya komitmen membangun, sinergitas antara Provinsi dan Kabupaten / kota,  ia mengatakan saat ini Pemerintah Daerah sangat konsen membangun Pariwisata, sebab APBD yang selama ini ditopang oleh SDA yang tak terbaharukan cukup terkena imbas dari lesu nya ekononmi Global, dan ia berharap dari Rakornis ini lahirnya gagasan untuk memajukan bidang Pariwisata Kaltim dan Kabupaten kota lainnya. Sedangkan Asisten I Provinsi Kaltim Dr. Meliana, mengatakan pembangunan disektor Pariwisata kedepan akan semakin berat, salah satu masalah yang timbul adalah lemahnya Koordinasi yang harus di singkronisasi secara harmonis, hal tersebut diperlukan agar potensi wisata yang ada dikaltim lebih Maksimal, dan ia berharap melalui Rakornis ini bisa melakukan singkronisasi program terhadap Kalender Event antara Provensi dan Kabupaten Kota, sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, pada akhirnya kita berharap melalui forum ini ada persamaan persepsi antara pemerintah dan Pelaku usaha, dan Mitra usaha di sektor Pariwisata yang lebih baik dari sebelumnya pungkasnya,


Bupati Serahkan Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan


Dalam rangka HUT Provinsi Kalimantan timur ke - 60 tahun 2017 Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari menyerahan panji-panji keberhasilan pembangunan tahun 2016  kepada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Apel yang dilaksanakan dihalaman Kantor Bupati Kukar Senin (6/1).

 

Selain penyerahan panji-panji keberhasilan pembangunan, Bupati Kukar juga menyerahkan  piagam pengharaan Laporan Akuntabilitas Kinerja InstansiPemerintah (LAKIP) dengan tingkat pencapaian akuntabilitas kenerja dengan nilai B  dari Kementerian PAN dan RB  kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar H Marli,  dan juga penyerahan piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Lalu Lintas Kota Kecil kepada Sekretaris DinasPerhubungan Ismi Nurul Huda.

 

Dalam kesempatan tersebut Rita memberikan apresiasi  kepada para penerima panji–panji sebagai kekuatan motivasi dan ukuran tolak ukur kinerja yang harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam semangat pengabdian, dedikasi dan loyalits untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi. Ia juga meminta kepada seluruh pejabat esselon II untuk dapat merumuskan langkah-langkah kerja secara konkrit dalam pencapaian  target kinerja 2017, dalam bentuk kontrak kinerja khusus untuk dapat meningkatkan penilaian kinerja dalam mengevaluasi langkah-langkah strategis  dalam bingkai keterukuran  dan keterpaduan  menuju keberhasilan pencapaian Gerbang Raja II. 

 

kontrak kinerja khusus tersebut dapat segera dijabarkan kepada seluruh jajaran dibawahnya hingga ke level staf agar setiap individu memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas dan terukur. “Tugas dan  tanggung jawab yang jelas, serta terukur diharapkan dapat menjadi budaya yang harus diikuti” kata Rita. Berkenaan dengan adanya kecenderungan menurunnya disiplin dan kinerja aparatur pemerintah Kabupaten Kukar, akibat defisit keuangan daerah. Iasangat tidak setuju dengan alasan defisit menyebabkan menurunnya disiplin dan kinerja aparatur, malah ia berharap keadaan tersebut bisa menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya, berkreasi dan berinovasi.

 

“Saya tidak ingin karena kurangnya anggaran ASN menjadi malas, tetapi harus sebaliknya menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya, berkreasi dan berinovasi,” ujar Rita. Bupati Kukar juga menyoroti kebiasaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hanya mengisi kehadiran, namun tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. “Bangunlah rasa kebersamaan dan tanggung jawab dengan lebih bijak, dengan tidak merugikan kepentingan yang lebih luas. Hilangkan kebiasaan buruk dengan hanya mengisi absen hadir, tanpa melakukan kegiatan apa-apa,” harap Rita lagi.

 

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Kukar  pada HUT Provinsi Kalimantan timur ke - 60 tahun 2017, meraih 9 panji keberhasilan pembangunan untuk Predikat Terbaik I meliputi Bidang Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah(LPPD), selnjutnya Bidang Pembangunan Ketahanan Pangan,Bidang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN), Bidang Kepemudaan, Bidang keolahragaan, Bidang Pembinaan PenyelenggaraanPemerintah Kelurahan, Bidang Gerakan Pramuka, Bidang kebudayaan  kategori kabupaten, dan  Bidang stabilitas Keamanan Kabupaten / Kota.

 

Sedangkan untuk Predikat Terbaik  II meliputi  Bidang keberhasilan E-Goverment, Bidang perkebunan, Bidang kelautan dan perikanan, Bidang pelayanan terpadu satu pintu, Bidang daya saing daerah, Bidang ketenagakerjaan,  dan Bidang pariwisata Kategori Kabupaten. Sedangkan untuk Predikat Terbaik III diperoleh 8 panji meliputi  Bidang pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Bidang keberhasilan keterbukaan inforasi publik, Bidang koperasi, Bidang kesehatan, Bidang kesejahteraan sosial, Bidang pengelolan keuangan daerah, Bidang tata kelola kearsipan,dan Bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak






Tradisi Ngetam Padi Adat Bahari




Prosesi Ngetam Padi Adat bahari yang merupakan salah satu tradisi jaman dahulu kini diangkat kembali oleh masyarakat Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu yang dilaksanakan dusun III Durung pada hari Rabu (01/02/2017). Dalam acara ini hadir Kepala Dinas Pariwisata  Sri Wahyuni, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Erwan Riyadi, Kasdim 0906/Tenggarong Mayor Inf A Inkiriwang, mahasiswa, seniman dan budayawan serta masyarakat desa Jembayan



Menurut Sofyan selaku Panitia Pelaksana Lembaga Adat Pagar Betis Jembayan , pada jaman dahulu nenek moyang suku Kutai memiliki tradisi dalam hal memotong padi menggunakan alat yang disebut Rekapan "Jadi proses memotong itu diawali dengan mengikat padi menggunakan daun padi, kemudian kita ambil tangkainya yang dipotong sebanyak 7 batang. Tangkai yang  dipotong tadi digantung di pondok yang ada di huma  tempat penyimpanan padi, setelah itu barulah dimulai proses pemotongan padi yang lain," terangnya.



Padi yang telah dipotong itu kemudian diletakkan didalam pondok hingga setinggi padi yang telah digantung sebelumnya. "Tujuannya dengan niat agar padi yang kita tumpuk tadi jika padi yang diatas telah habis, maka barulah padi yang dibawah juga habis,"tutur Sofyan. dalam proses pengikatan padi biasanya warga akan melakukan ritual dengan menahan nafas dan membaca niat didalam hati agar pemotongan padi tidak cepat selesai. "Artinya, setiap hari saat orang memotong padi itu seakan-akan padinya terus bertambah, itu filosofinya orang-orang tua kita dahulu,"






Selain prosesi Ngetam Padi, lanjutnya, juga dilaksanakan Ngande Budaya Huma atau berbincang-bincang mengenai tujuan dari kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. Selanjutnya dilakukan proses pembuatan Lunau dan kemudian merontokkan padi menggunakan bambu yang disebut dengan Mengehor. "Jadi nanti padi yang sudah dikehor dimasukkan kedalam wajan untuk disangrai yang dalam bahasa Kutai dikenal dengan istilah Mehantui. Setelah dirasa cukup teksturnya, baru padi ditumbuk seperti membuat beras biasa dan ditampi,"



Sebelum dimakan bersama oleh warga, undangan, maupun pemilik hajat, beras yang telah dimasak menjadi nasi tersebut diberikan kepada 'Besi' atau alat-alat yang digunakan untuk bertani. "Maksudnya besi-besi ini tadilah yang telah berjasa sehingga padi-padi bisa kita hasilkan



Sementara itu Kepala Desa (Kades) Jembayan, Samsu Arjali, mengapresiasi tradisi bahari yang dihidupkan kembali oleh warga desanya. "Karena tujuannya tiada lain untuk menggalakan gotong royong, kemudian untuk menggali kearifan lokal yang ada di desa kami



Menurut Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Sumarlan, mengakui budaya ngetam padi tetap harus dihargai sebagai perjalanan mengenang sejarah pertanian, namun kedepannya pertanian harus lebih modern dengan didukung oleh mekanisasi. "Dulu tradisi yang berkembang di masyarakat adalah panen dengan menggunakan ani-ani, tapi untuk hal semacam itu untuk saat sekarang kita rasa sangat lambat, kita sekarang sudah mengembangkan mesin panen Combine Harvester, bagaimana padi dipanen menggunakan mesin dan keluar menjadi gabah,".



Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Durung Desa Jembayan ini yang mana nanti ia berharap agar hal ini terus ditingkatkan sehingga bisa menyamai acara Nutuk beham yang dilakukan masyarakat didesa Kedang Ipil dan acara mecaq undat di Desa Budaya lung anai sehingga bisa masuk dalam Kalender Event Pariwisata, sehingga acara ini  bisa menarik wisatawan untuk melihat secara langsung










Sejarah Singkat Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga


Jika di Bandung terkenal dengan peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api,
di Sangasanga yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai
Kartanegara (Kukar) juga memiliki peristiwa heroik mempertahankan
kemerdekaan RI.





Peristiwa heroik di Sangasanga itu disebut dengan Peristiwa Merah Putih
27 Januari, yang selalu diperingati setiap tahun dengan upacara bendera
dan berbagai kegiatan lainnya. Peringatan Peristiwa Merah Putih
Sangasanga berawal ketika tentara Belanda (NICA) pada tahun 1945
menguasai Sangasanga yang memang kaya akan sumber minyak.

Hal tersebut membuat rakyat Sangasanga bersikeras mengusir Belanda,
dengan melakukan perlawanan tiada hentinya. Hingga pejuang Sangasanga
mengadakan rapat dan tercetuslah rencana merebut gudang senjata Belanda
dengan cara mengalihkan perhatian penjajah kepada berbagai keramaian
kesenian daerah pada 26 Januari 1947.

Ditengah keramaian itu, para pejuang membagikan senjata dan amunisi
untuk merebut kekuasaan pada pukul 03.00 wita dinihari 26 Januari 1947.
Perjuangan pun berhasil. Sehingga pada pukul 09.00 wita kota Sangasanga
berhasil dikuasai pejuang, ditandai dengan diturunkannya bendera Belanda
di Sangasanga Muara oleh La Hasan.

Bendera Belanda yang terdiri tiga warna yakni merah, putih, dan biru ini
kemudian dirobek warna birunya, dan di naikkan kembali bendera yang
tinggal berwarna merah putih dengan upacara yang dihadiri para pejuang
dan seluruh masyarakat dengan teriakan "Merdeka!!!."

Peristiwa tersebut tentu saja meninggalkan kesan yang sangat mendalam
bagi warga Sangasanga, terlebih para pelaku peristiwa heroik tersebut.
Sebagai tanda peringatan perjuangan, di Sangasanga dibangun monumen
perjuangan terukir nama-nama pejuang yang gugur pada saat itu. Peristiwa
tersebut diperingati sebagai peristiwa Perjuangan Merah Putih
Sangasanga 27 Januari.



Rangkaian agenda peringatan peristiwa itu tiap tahun dilaksanakan dengan
berbagai fariasi kegiatan, diantaranya Napak Tilas dan pameran
pembangunan.