Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

TOPENG KEMINDU

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 55
Total Hits : 402,629
Pengunjung Hari Ini : 25
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 96,431

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 26 Next > Last >>

Peresmian Taman Tata Surya Tenggarong


 Bertepatan dengan Pencanangan Hari budaya Kabupaten Kutai Kartanegara yang di laksanakan di area Kampoeng Koetai, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM., juga telah meresmikan Taman Tata Surya yang berada di area Planetarium Jagad Raya Tenggarong. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengatakan bahwa Pada hari ini 16 April bertepatan 12 tahun berdirinya Planetarium jagad raya Tenggarong dimana 12 Tahun yang lalu Wakil Presiden RI Hamzah Haz melakukan peresmian Planetarium. Pada usia yang ke 12 ini planetarium memiliki pasilitas baru yaitu taman Tata Surya yang merupakan replika dari delapan buah planet dalam susunan tata surya dalm bentuk lintasan orbitnya, taman tata surya ini termasuk langka di tanah air, karna hanya Kutai Kartanegara yang memiliki taman tata surya ini, di beberapa negara juga terdapat taman tata surya tetapi tidak seperti taman tata surya yang ada di Kutai Kartanegara yang memiliki lintasan orbit di area Planetarium. Di samping itu kehadiran Taman Tata Surya ini di harapkan menjadi taman bermain yang edukatif bagi anak – anak juga untuk menyokong upaya pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menyediakan ruang terbuka hijau. Meski sederhana peringatan 12 Tahun planetarium ini juga dilakukan melalui lomba mewarnai tingkat anak – anak dan juga ada lomba menulis I love Planetarium yang di gelar pada hari ini Kamis 17 April 2015 sampai dengan bulan depan, kemudian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mengundang 50 orang anak didik dari pesantren Al- Kahfi Tenggarong dan Pelajar SDLB untuk menonton secara gratis di Planetarium.







 Di ketahui Planetarium ini terletak di jalan pangeran Diponogoro Tenggarong Kutai Kartanegara Kalimantan timur, Planetarium berkapasitas 92 tempat duduk, di gagas oleh bupati Kutai Kartanegra Bapak H. Saukani HR., planetarium Jagad Raya merupakan Planetarium ke tiga di Indonesia setelah Planetarium jakarta dan Planetarium Surabaya. Di bangun pada tahun 2000 dan di resmikan pada tanggal 16 April 2003, tempat ini merupakan sarana pendidikan untuk menikamti keindahan alam semesta berupa bintang – bintang, planet dan objek planet lainnya, dan pada Planetarium Jagad raya Tenggarong kita dapat menonton tayangan 3D tanpa menggunakan kacamata 3D dan hanya ada pada Planetrium Jagad raya Tenggarong.        


Pencanangan Hari Budaya Kabupaten Kutai Kartanegara

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan Pencanangan Hari Budaya Kabupaten Kutai Kartanegara yang di laksanakan pada hari Kamis, Tanggal 16 April 2015. Acara berlangsung meriah dengan di awali persembahan musik dan tari – tari daerah khas Kutai Kartanegara. Acara tersebut di hadiri Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM, Wakil Bupati Kutai Kartanegara H. M. Ghufron yusuf, Ketua DPRD Salehuddin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri wahyuni. MPP., dan dari paguyuban kesenian yang ada di Kutai Kartanegara.

 Acara di awali dengan laporan dan sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri wahyuni. MPP., mengatakan bahwa telah bekerjasama dengan Fisipol Unikarta yang diskusi publiknya di pimpin langsung oleh Asisten IV Humas dan Kesejahteraan rakyat, kemudian penetapan tanggal 12 April di ambil dari peristiwa tembak moris sebuah momentum dimana tanah Kutai di bawah perlawanan  kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai benteng budaya bangsa menahan serangan tentara asing, pada bulan April juga karakteristik budaya kehidupan masyarakat kutai tergambar melalui aktifitas pesta panen padi Nutuk Baham yang telah berlangsung di desa kedang ipil kecamatan Kota Bangun bertepatan dengan 12 April hari budaya Kabupaten Kutai Kartanegara, merupakan lintas sejarah bagi semua unsur masyarakat Kutai kartanegara dalam memajukan budaya dan adat istiadatnya, penetapan hari budaya ini di maksudkan untuk mengembangkan prilaku dan semangat gotong royong untung mengembangkan khasanah budaya di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan tujuan menumbuh kembangkan sifat apresiasi cinta budaya tetap lestari yang berkembang Kutai Kartanegara. Hari budaya ini nantinya tidak hanya di laksanakan di Tenggarong, tetapi juga di laksanakan di 18 Kecamatan sesuai dengan karakteristik seni budaya masyarakatnya masing – masing. Kemudian di harapkan nantinya akan ada banayak aktifitas pro budaya yang di laksanakan sekolah, perguruan tinggi, badan usaha milik daerah maupun perusahaan swasta lainnya. adapun bentuk pelaksanaan hari budaya dapat berupa apresiasi seni, seminar, dan diskusi, penggunaan atribut budaya dalam kegiatan resmi maupu aktifitas sosial, Exsebisi permainan tradisional, gelar kuliner tradisional, pemberian penghargaan pada pelaku budaya serta aktifitas lainnya yang mengusung nilai - nilai budaya daerah. Sedangkan aktifitas budaya yang telah berlangsung seperti festival desa budaya, Eifaf, dan Festival Kota Raja,tetap berlangsung seperti biasa, perayaan hari budaya ini lebih untuk menumbuhkan sepirit dan media kantong – kantong di luar ibukota Kabupaten kutai Kartanegara. Beliau juga menyampaikan bahwa pada hari ini pula 16 April bertepatan 12 tahun berdirinya Planetarium jagad raya Tenggarong dimana 12 Tahun yang lalu Presiden RI Hamzah Haz melakukan peresmian Planetarium.

 Berlanjut dengan sambutan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., beliau merasa bangga dan bersukur bahwa gerakan hari budaya telah mengkristal pada penetapan Hari Budaya Kutai kartanegara yang jatuh pada 12 April, Saya memberikan apresiasi yang sebesar – besarnya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan semua pihak yang telah memberikan sumbangsih pemikiran dan kajian atas penetapan 12 April ini sebagai Hari budaya Kutai kartanegara. Beliau berharap agar semua pihak baik jajaran pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui satuan kerja hingga di tingkat kecamatan dan kelurahan, organisasi wanita dan masyarakat, serta pihak swasta lainnya dan memanfaatkan momentum ini untuk merancang dan melaksanakan aktifitas di lingkungan kerjanya masing – yang mencerminkan nilai – nilai budaya sesuai dengan karakter organisasi dan anggotanya.

Acara berlanjut dengan pemukulan kentongan yang di lakukan oleh Bupati kutai Kartanegara dan seluruh tamu undangan yang hadir sebagai tanda Pencanangan hari Budaya Kabupaten Kutai kartanegara dan peresmian Taman Tata Surya Planetarium Jagad Raya Tenggarong.

Nutuk Beham Di Desa Kedang Ipil


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Mahakam Explore, melakukan trip perjalanan wisata ke Desa Kedang Ipil yang bertujuan untuk mengikuti kegiatan adat Nutuk Baham serta menggali Budaya dan Potensi Alam yang di miliki desa Kedang Ipil Kecamatan Kota BangunKabupaten Kutai kartanegara. Adapun yang tergabung dalam kegiatan ini diantaranya Saka Pariwisata Provinsi, Saka Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 11 -12 April 2015.

 Ketika Sampai di Desa Kedang Ipil Para tamu yang hadir di sambut dengan Tari Pupur oleh masyarakat Desa Kedang Ipil yang mencoretkan pupur ke pipi setiap tamu yang datang,  Tari Pupur memiliki makna tari yang di lakukan saat kedatangan tamu atau pembesar ke kampung salah satu kehormatan terhadap tamu, dan di sisi lain syarat para tamu agar terhindar dari mala petaka yang menimpa dirinya, dan tari pupur ini juga saling berkaitan dengan beluluh tamu yang menjauhkan dari mala petaka dari tiba di kampung sampai pulang ke rumah dengan selamat.




 setelah Tari Pupur para tamu kembali di suguhkan dengan Tari Lewang atau Tari Nyiru makna tari ini ialah menceritakan tradisi orang kampung dulu yang behuma atau bertani yang berpindah - pindah untuk membersihkan padi hasil behuma tersebut, jadi pendapatan behuma di habiskan disitu juga, tapi bila tidak habis di makan setahun di tinggal pindah lagi behuma ke tempat lain mencari tanah himba yang subur dan begitu terus menerus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni, MPP., dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai desa yang tua di Kutai banyak sekali tradisi yang tersimpan di desa Kedang Ipil ini,selain kaya akan budaya kedang ipil juga banyak memiliki potensi alam paling tidak ada tiga potensi yang terdapat di kedang ipil, ada air terjun yang di miliki oleh desa ini , di ketahui tidak banyak desa yang memiliki desa lebih dari satu tetapi Kedang Ipil memiliki 5 air terjun, dan di ketahui setelah melihat Desa ini, kita melihat ada lagi yang dapat di kembangkan yaitu agro wisata lawas, kenapa di sebut seperti itu, di tempat balai adat ini menjadi pusat adat Desa Kedang ipil dan di depan balai adat dan di sekitarnya terdapat pohon buah - buah lawas yang usianya sudah ratusan tahun. Beliau juga mengharapkan kedepannya agar setiap pengunjung dapat di kenalkan pohon buah yang terdapat di balai desa maupun di kedang ipil, seperti yang mana pohon langsat, cempedak, durian, elai. di karnakan banyak sekali mungkin diantara kita yang belum mengenali kalu tidak berbuah bahwa pohon ini adalah pohon langsat dan lain - lain.  

Di ketahui bahwa kegiatan adat pada hari ini memang sudah biasa di lakukan secara rutin tetapi parsial atau berkelompok tetapi pada hari ini semua masyarakat bisa menyatu dan ini juaga menjadi satu dorongan yang baik yang perlu terus di pelihara karn adengan keikut sertaan masyarakat ini menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap desa dan cinta terhadap budaya masih melekat di desa kedang ipil dan kita berharap suasana kekeluargaan seperti ini bisa terus terjaga. di harapkan dapat memlihara lingkungannya, dan lingkungan sekitar rumah nya.

Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengharapkan tahun depan ketika melaunching desa kedang ipil menjadi desa wisata, dan ketika di launching sudah ada paket wisata, sudah ada fasilitas home stay yang tidak merubah wujud rumah asli yang ada sekarang, dan ada kegiatan - kegiatan ekonomi yang di lakukan masyarakat kedang ipil seperti makanan dan minuman khas kedang ipil, dan Desa Kedang Ipil juga memiliki madu hutan asli dan alami yang terdapat di pohon jelmu, terdapat puluhan sarang lebah madu hanya dalam satu pohon jelmu.

para tamu yang hadir juga di suguhkan dengan tarian ngasak dan atraksi behempas yang menjadi tradisi orang dulu disaat musim menebas hutan rimba untuk behuma. Nutuk Baham adalah adalah cara adat yang timbul dari niat yang di janjikan sebelum musim padi di lakukan, janji tersebut adalah apabila nantinya panen ladang berhasil dan berlimpah maka akan di lakukan acara adat pesta sukuran padi muda sebagai tanda terima kasih dan ungkapan rasa sukur kepada sang pencipta atas hasil panen yang melimpah. Nutuk baham berasal dari bahasa kutai pedalamaman terdiri dari dua kata yaitu nutuk yang artinya numbuk padi dan baham makan dengan cara memasukkan makanan kedalam mulut sebanyak - banyaknya, jadi Nutuk Baham memiliki arti menumbuk padi ketan sebanyak - banyaknya untuk di jadikan sebagai kue wajik untuk di makan bersama - sama.

 adapun proses pembuatan beham inilah yang sangat unik dan membutuhkan kerjasama seluruh masyarakat kedang ipil, awalnya padi atau gabah muda di rendam ke dalam air selama kurang lebih tiga hari tiga malam setelah itu padi ketan di angkat lalu di masukkan kedalam kuwali untuk di sangrai, setelah padi matang lalu di angkat dan di dinginkan dan proses selanjutnya adalah memasukkan padi kedalam lesung untuk di tumbuk, dan keunikannya adalah lesung yang di gunakan untuk menumbuk padi bisa berbunyi di karnakan di bawah lesung di pasangi alil semacam tongkat yang dapat menimbulakan bunyi ketika bersentuhan dengan lesung, setelah padi ketan selesai di tumbuk kemudian beras beham di campur gula merah dan parutan kelapa, lalu di aduk sampai rata, hingga menjadi gumpalan - gumpalan kue wajik dari beras beham.


Penerimaan Liaision Officier ( LO ) EIFAF 2015


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara kembali membuka Penerimaan Liaision Officier ( LO ) dalam rangka Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015 dan Mahakam International Dragon Boat. Info selengkapnya dapat dilihat dari Brosur di bawah ini :






 


Peringatan Hari Tanpa Bayangan

 Kegiatan yang terjadwal di Kalender Event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu salah salah satunya kegiatan Memperingati Hari Tanpa Bayangan yang di peringati di Marang Kayu di desa santan ulu yang berlangsung pada tanggal 22 Maret 2015. Acara ini juga diikuti dan di hadiri ratusan warga dan Saka Pariwisata yang telah melaksanakan kegiatan perkemahan selama dua hari di Tugu Equator Marang Kayu.  Acara yang di mulai pada pukul 10.00 pagi hari di awali dengan pelantikan saka pariwisata Marang kayu. Setelah pelantikan saka pariwisata marang kayu, acara berlanjut dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Beliau mengucapkan sukur untuk pertama kalinya saka pariwisata dapat hadir untuk melaksanakan detik – detik tanpa bayangan, yang hanya dapat di saksikan di tugu Equator dan hanya dapat disaksikan di lokasi – lokasi dimana lokasi tersebut tercatat sebagai garis lintasan imajiner katulistiwa atau di muka bumi tercatat sebagai garis yang di lalui 0° equator, beliau menyebutkan tidak semua daerah di muka bumi ini berada di titik 0° dan kita bersukur Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di desa Santan ulu, kecamatan Marang kayu. Pada tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September ini merupakan puncak penomena kulminasi titik ketika matahari berada diatas bumi dan detik – detik menjelang pukul 12. 00. tanggal tersebut tidak terlihat bayangan di lokasi lintasan 0°.

 Untuk menghidupkan menggairahkan semangat kepramukaan di kalangan generasi muda, kemudian yang kedua kita menghidupkan Tugu Equator sebagai salah satu obyek wisata yang unik, menarik, yang bisa merekam peristiwa penomena alam yang ada di belahan bumi. Pada ajang pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang dapat bisa saling meng informasi, saling bertukar pikiran, tanggapan terhadap kegiatan Saka Pariwisata, maupun pengembangan objek wisata wilayah Tugu Equator yang ada di santan ulu ini. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa tugu Equator ini tidak sertamerta di bangun tanpa sebuah pebnelitian yang panjang dan saya berusaha menggali informasi bahwa awal mula di temukannya 0° bahwa dari peneliti yang bekerja di perusahaan Kaltim Metanol Industri yang berada di Kota Bontang dan kita mengapresiasi kita bersukur bahwa temuan yang di lakukan oleh peneliti yang berasal dari Jepang yang juga merupakan karyawan perusahaan ini yang kemudian bisa meyakinkan pihak perusahaan dan pada akhirnya di lakukan pengecekan dan setelah di benarkan bahwa lokasi ini adalah lintasan 0° garis imajiner Equator maka daerah ini dapat di bangun Tugu Equator, di ketahui bawa Tugu Equator ini di bangun pada tahun 1993 di resmikan oleh Panglima TNI Bapak Paisal Tanjung, yang atas inisiatif pihak TNI Kodim Bontang dan pada saat itu ada kegiatan Latsitarda dari mahasiswa STPDN. Dan kemudian Tahun 2010 Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., beserta Dandim Bontang, Dandim Tenggarong, dan pihak terkait lainnya, melakukan renopasi kembali untuk Tugu Equator ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., Mengharapkan bahwa Tugu Equator ini tentu tidak hanya menjadi bangunan yang tidak memiliki daya tarik tetapi kita ingin  Tugu Equator ini menjadi pusat informasi bagi Santan Ulu tentang peristiwa titik kulminasi baik yang terjadi di Kalimantan Timur Indonesia maupun di negara – negara lainnya.

 Terkahir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengucapkan terimaksih atas kerjasamanya yang baik atas pelaksanaan kegiatan peringan hari tanpa bayangan dan para pelaku seni daerah yang turut hadir berpartisifasi dan di harapkan kedepan kita dapat bersama merancang kegiatan ioni lebih semarak lagi.

 Ucapan selamat juga di berikan kepada dewan saka Kecamatan Marang Kayu kami menitipkan objek wisata Tugu Equator ini menjadi tempat berlatih dan beraktifitas saka pariwisata di kecamatan Marang Kayu dan tidak meutup kemungkinan tempat ini juga bisa menjadi . Dra. Sri Wahyuni. MPP., juga menyampaikan dan mengajak untuk menyaksikan yang telah terjadwal di Kalender Event, dengan menginformasikan bahwa di Tenggaropng ada kegiatan pada tanggal 4 April 2015, akan ada peristiwa gerhana bulan total bisa datang ke Planetarium Tenggarong, Tanggal 16 April 2015 ada Lomba Karya Tulis dan Foto Selfie tentang Planetarium yang bertema I Love Planetarium. Dan pada bulan Juni kegiatan besar pesta budaya yang di lakukan di Tenggarong Kutai Kartanegara, Festival Budaya Erau dengan nama Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival, jadi upacara adat erau di dalam keraton dan di luar keraton ada pentas seni, ada lomba olahraga tradisional Kutai, Expo, Pasar rakyat, yang berlangsung tanggal 6 – 14 Juni 2015 dan tahun ini akan di ikuti oleh 17 group dari 16 negara yang akan hadir. Kita akan melihat kesenian kita akan tampil bersama  kesenian yang berasal dari luar.

RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA ERAU 2015

 Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan International Folk art Festival dalam rangka Erau Adat Kutai tahun 2015 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara hari selasa tanggal 10/3/2015 menggelar rapat Pembentukan Panitia Erau tahun 2015 yang dihadiri seluruh pejabat struktural dilingkungan Disbudpar, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni .MPP

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan  rapat ini merupakan rapat awal di internal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka pembentukan Panitia Erau 2015, supaya ada gambaran yang jelas tentang tupoksi masing-masing seksi sebelum rapat besar dengan melibatkan unsur SKPD yang lain , dan evaluasi pelaksanaan Eifaf tahun lalu sebagai upaya perbaikan untuk pelaksanaan Eifaf yang akan datang

Erau tahun  ini dilaksanakan pada tanggal 6-14 Juni 2015, yang di hadiri 18 Negara peserta dengan jumlah peserta 228 orang, pelaksanaan Eifaf tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya  beberapa agenda kegiatan  seperti  Parade Budaya akan disatukan dengan parade Peserta Eifa, selain itu kegiatan kesenian  ada 3 lokasi kegiatan, yaitu di Expo Stadion Rondong Remang,Taman Ulin Dan Skate Park depan sekretariat gerbang raja, untuk green tenggarong rencana nya akan di laksanakan di Pulau Kumala setelah itu dilanjutkan dengan eksebisi kapal menyusuri sungai Mahakam, sedangkan city Tour dilaksanakan di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, yang diisi dengan kegiatan menanam padi, menanam pohon, menangkap ikan dan permainan tradisional peserta Eifaf,   untuk  Logo sama dengan tahun yang lalu sedangkan nama Kepanitian untuk tahun ini adalah International Folk art Festival dalam rangka Erau Adat Kutai tahun 2015

 Ada pun Komposisi Kepanitiaan Erau Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Pengarah Kepala Dinas , Penanggung Jawab Sekretaris, Ketua Umum Panitia Kabid Pemasaran, sekretaris Kasi Promosi, Seksi Kesekretariatan Kasubbag Program Dan Kasubbag Umum Kepegawaian, Seksi Acara : Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata dan Kasi Pengembangan dan Pembinaan Permuseumam,  Seksi Publikasi dan Dokumentasi : Kasi Data dan Informasi, Seksi Transportasi Kasi Pengembangan Destanasi Wisata, Seksi Akomodasi : Kasi Akomodasi dan Usaha Jasa Pariwisata, Seksi Beseprah : Kabid Objek Wisata dan Kabid Kesenian, Seksi Pagelaran dan Seni : Kasi Pengembangan dan Pembinaan  Kesenian, Seksi Lo dan Helper : Kasi Pengelolaan Destinasi Wisata, Seksi Parade opening ceremony : Kasi hiburan umum, seksi Konsumsi : Kasubbag Keuangan, dan seksi kepanitiaan akan dibantu oleh anggota yang diambil  dari masing seksi dilingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

17 NEGARA SIAP BERPARTISIPASI DI EIFAF 2015

 Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dan CIOFF Indonesia  menggelar rapat persiapan Erau Internasional Folklore & Art Festival.(EIFAF) tahun 2015 pada selasa 24/2/2014 di ruang rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dihadiri seluruh pejabat struktural serta Presiden Cioff Indonesia Said Rachmat beserta Tim

 Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan rapat ini dilaksanakan dalam rangka mengatahui berapa jumlah peserta EIFAF tahun  2015, sehingga panitia pelaksana mempunyai rancangan awal dalam hal penyiapan Akomodasi serta transportasi peserta, serta evaluasi pelaksanaan EIFAF 2014 untuk dilakukan pembenahan dan perbaikan sehingga pelaksanaan EIFAF Tahun 2015 berjalan maksimal sesuai dengan harapan

Semantara itu  Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF Indonesia) Said Rachmat mengatakan kedatangan tim CIOFF Indonesia selain melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kab. Kukar juga melakukan survey tempat-tempat yang akan di gunakan dalam pelaksanaan EIFAF 2015, ia menilai pelaksanaan EIFAF tahun lalu berjalan sukses berdasarkan laporan dari para peserta EIFAF dan ia  mengapresiasi kinerja Panitia, hal ini terbukti pada acara “Culture Appreciation Night” 2015, (malam apresiasi seni budaya ) yang digelar pada 20/2/2015 CIOFF Indonesia memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Kutai Kertanegara yang telah berhasil menjadi host festival folklore di Indonesia melalui Erau Internasional Folklore & Art Festival 2014.

 Dalam kesempatan ini juga dijelaskan bahwa pihak CIOFF Indonesia telah memberikan  undangan ke nagara-negara anggota CIOFF, hasilnya ada 17  negara yang siap mengikuti EIFAF 2015, adapun Negara-negara tersebut adalah : Estonia, Turki, Latvia, Slovenia, Jerman, Polandia, Italia, Hawaii, Bulgaria, Korea Selatan, Afrika Selatan, Hungaria, Malaysia, Rusia, Mesir, Venezuela, dan Filipina, selain itu pihak CIOFF Indonesia juga akan mengundang group kesenian yang tergabung dalam UNISCO.

Dibagian akhir rapat Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat mengatakan pihak CIOFF dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menginginkan agar pelaksanaan Festival EIFAF tahun 2015 yang berkualitas dan Festival terbaik Dunia,

Catatan Dari Festival Budaya Sei Mahakam (3) Seminar Budaya Dan Pariwisata Kutai Kartanegara


Selain kekayaan alamnya, budaya dan potensi pariwisata Kutai Kartanegara menjadi daya tarik tersendiri. Guna memenuhi penasaran pengunjung akan hal tersebut, dalam rangkaian Festival Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), secara khusus Yayasan Total menggelar Seminar dan Talkshow tentang budaya dan pariwisata Kutai Kartanegara.




Talkshow khusus tentang Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menghadirkan narasumber Sekretaris Keraton HAPM Hariyanto Bahroel. Sementara seminar potensi pariwisata Kutai Kartanegara dengan narasumber Staf Ahli bidang pemerintahan Suriansyah dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara. Seminar yang  berlangsung di salah satu ruang BBJ ini dihadiri oleh awak media, pengunjung dan pemerhati budaya dan pariwisata nusantara.





Diskusipun mengalir selama seminar. Mulai dari sejarah Kesultanan Kutai, keberadaan buaya muara di pesisir Mahakam dan pengalaman teknis saat pengawetan sepasang buaya muara untuk keperluan edukasi, hingga paparan tentang pola-pola perjalanan wisata berdasarkan lokasi dan atraksi wisata di Kutai Kartanegara.

Selain itu, keberadaan pesut mahakam melalui video drone kompas.com yang juga hadir di Festival Sei Mahakam diperkuat dengan seminar pelestarian Pesut Mahakam dengan narasumber Dr Daniel, Ketua Yayasan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia), peneliti ITB, Manajer lingkungan Total E & P dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kukar Sri Wahyuni.





Para peserta talkshow dan seminar sangat antusias dengan informasi yang mereka dapatkan. "Ada banyak hal yang belum saya ketahui sebelumnya tentang Kukar tapi diulas panjang lebar di forum ini" ujar mahasiswa UNDIP yang kebetulan berada di Jakarta dan tertarik mengunjungi festival Sei Mahakam.

Sesuai dengan namanya, Festival Sei Mahakam ini digelar oleh Yayasan Total Indonesia untuk mengenalkan dan mempromosikan kehidupan masyarakat dan seni budaya di kawasan sungai Mahakam, khususnya Kutai Kartanegara. "Pengembangan dan pelestarian budaya adalah komitmen kami. Selain festival ini, bekerjasama dengang Disbudpar Kukar kami juga rutin menyelenggarakan workshop tari kreasi Jepen Kutai dan festival tari kreasi Jepen se-Kaltim. Baru-baru ini kami juga menyokong rekonstruksi drama tradisional Kutai Mamanda" ujar Eddy Mulyadi selaku Ketua Yayasan Total Indonesia.    





Catatan Dari Festival Budaya Sei Mahakam (2) Menghentak Jakarta Dengan Budaya Keraton, Pesisir Dan Pedalaman


Menghentak Jakarta dengan Budaya Keraton, Pesisir dan Pedalaman



Suara gamelan Kesultanan Kutai mengalun syahdu. Di atas pentas terbuka beratapkan langit, lengan-lengan mungil itu memulakan tari Topeng Kemindu. Begitu topeng terpasang di wajahnya, penonton terkesima. Penari mungil itu benar-benar memukau dengan topengnya dan tak ragu-ragu dengan gerakannya menarikan Topeng Kemindu bersama tiga penari dewasa lainnya.



Penampilan tari Topeng Kemindu ini merupakan bagian dari Upacara Perkawinan Adat Kebangsawanan Kutai pada Festival Sei Mahakam di BBJ beberapa waktu lalu atas prakarsa Yayasan Total Indonesia. Pengunjung diperkenalkan serangkaian tradisi adat mulai dari pertemuan mempelai laki-laki dan wanita, hingga prosesi adat di dalam Geta (pelaminan). Sajian upacara adat ini diawali dengan tarian Dewa Memanah. Setelah dibacakan Tarsul dan tari Topeng Kemindu, kedua mempelai menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.




Berikutnya upacara adat Kesultanan berlanjut lagi dengan prosesi Tasmiyah Naik Ayun atas kelahiran anak. Upacara ini pun menarik perhatian karena rangkaian prosesi dan perlengkapan upacara adatnya termasuk rupa-rupa makanan dan sajian adat yang menyertainya. Keseluruhan prosesi ini dilakonkan oleh kerabat kesultanan.

Sepanjang Festival Sei Mahakam, pengunjung dimanjakan dengan pertunjukkan seni di halaman BBJ. Selain budaya keraton, pengunjung juga dikenalkan dengan tarian dan musik tradisional pesisir maupun pedalaman Kutai. Ragam gerak tari kreasi Jepen dengan musik kreasi tingkilan dibawakan dengan hentakan musik dan kelembutan gerak penari ditambah dengan padu gerak properti kipas dan payung yang dibawakan oleh tim kesenian Yayasan Gubang Tenggarong.




Yang unik, kesenian drama tradisional Mamanda juga turut tampil dengan pesan-pesan heroik dalam lakonnya dalam rangka spirit hari Pahlawan, dengan dialog-dialog khas Mamanda yang kocak dan unik.

Sementara tim kesenian Pokan Takaq, selain menampilkan demonstrasi Tenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar, juga secara khusus mempersembahkan ragam gerak tari masyarakat Dayak Benuaq, mulai dari tari lilin, tari seraong hingga tari pengobatan belian yang mendapat sambutan yang meriah dari pengunjung yang hadir.

Selaku manajer BBJ, Dinar menyatakan rasa bangga dan puas atas pertunjukkan seni yang digelar selama Festival Sei Mahakam. “Pertunjukkan seni keraton, pesisir dan pedalaman Kutai ini bener-bener mewarnai suasana petang hingga malam hari di BBJ. Nuansa seni budaya Kutai Kartanegara ini memberikan warna yang berbeda disini dan mendapat antusias pengunjung” ujarnya.






Catatan Dari Festival Budaya Sei Mahakam (1) Menguak Budaya Dan Kehidupan Masyarakat Di Sungai Mahakam


Menguak budaya dan kehidupan Masyarakat di Sungai Mahakam



Ada yang berbeda di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) November lalu. Kali ini BBJ menjadi miniatur ragam budaya Kutai Kartanegara yang mengetengahkan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, budaya pesisir dan budaya pedalaman Kutai Kartanegara melalui Festival Budaya Sei (Sungai) Mahakam yang digagas oleh Yayasan Total Indonesia. Sajian budaya yang tampil di sini selalu dikemas secara eksklusif, mengingat BBJ  menjadi tempat rujukan kegiatan budaya di jakarta.




Selama 10 (sepuluh) hari penuh, pengunjung dimanjakan dengan sajian informasi tentang Kutai Kartanegara melalui pameran yang menyajikan berbagai koleksi Kesultanan Kutai, peralatan tradisional masyarakat Kutai dan para nelayan yang melaut ke Sungai Mahakam termasuk sepasang buaya muara yang diawetkan koleksi Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong yang menjadi perhatian pengunjung.




Sementara di halaman BBJ, terdapat panggung seni dimana budaya Kutai Kartanegara setiap sore dan malam hari memancar disini, baik budaya Kesultanan Kutai Kartanegara, budaya pesisir maupun budaya pedalaman. Pertunjukkan seni budaya ini benar-benar menghangatkan suasana malam di BBJ dibawah taburan bintang di langit Jakarta.




Ketua Yayasan Total Indonesia Eddy Mulyadi mengatakan bahwa Festival Budaya Sei Mahakam ini dimaksudkan untuk memperkenalkan secara luas tentang kebudayaan dan adat istiadat ketiga kelompok masyarakat yang sudah sejak lama tinggal bersama- sama dengan rukun dan harmonis disepanjang Sungai (Sei) Mahakam guna meningkatkan pariwisata di daerah ini.

Sementara Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM Gufron Yusuf yang turut hadir saat pembukaan festival menyambut baik dan mengapresiasi Yayasan Total Indonesia atas kegiatan tersebut agar budaya Kutai Kartanegara lebih dikenal oleh masyarakat ibukota Jakarta dan sekitarnya.




Pembukaan Festival Sei Mahakam ini dilakukan oleh Kadisbudpar Provinsi Kaltim mewakili Gubernur, dan dihadiri oleh Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Putra Mahkota Pangeran Adipati Anom Surya Adiningrat beserta kerabat, Presiden & General Manager Total E & P Indonesie Hardy Pramono, Vice CEO Kompas Gramedia Liliek Oetama dan undangan lainnya.



Grafis kegiatan Festival Budaya Sei Mahakam di BBJ

No.    Kegiatan

1.    Pameran koleksi Museum Mulawarman, Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong dan koleksi Galeri Yayasan Total Indonesia

2.    Demo pembuatan perahu ketinting

3.    Demo pembuatan tenun Ulap Doyo, sulam tumpar dan anyaman masyarakat pedalaman

4.    Pemutaran Film tentang Pesut Mahakam & Sentra Pembuatan Ketinting dan Kehidupan Masyarakat Sepanjang Sungai Mahakam

5.    Penayangan 360° Virtual Tour tentang Kabupaten Kutai Kartanegara (Museum Mulawarman, Kedaton, Danau Semayang, Bukit Bengkirai dll).

6.    Pementasan Tari pedalaman dan tari pesisir

7.    Pementasan tari & upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

8.    Pementasan Teater Rakyat “Mamanda”

9.    Peragaan busana adat Dayak dan adat Kutai & peragaan busana modern dengan sentuhan desain motif Dayak oleh rumah mode “Batik Chick”.

10.    Demo memasak kuliner Dayak dan kuliner Kutai didampingi oleh “Majalah Saji”.

11.    Mengajarkan tarian pedalaman kepada para siswa yang datang berkunjung

12.    Seminar/talkshow mengenai kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pariwisata di Kukar, pelestarian Pesut Mahakam dan buaya muara

13.    Acara temu pengrajin (meet the maker) dengan para pengrajin anyaman, ulap doyo, sulam tumpar dan perahu ketinting.