Banner 0

Banner 1

Banner 2

Banner 3

Baner 4

Banner 5

Banner 6

Banner 7

Banner 8

Benner9

Statistik

Hit hari ini : 519
Total Hits : 1,348,733
Pengunjung Hari Ini : 270
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 345,532

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 55 Next > Last >>

Potensi Obyek Wisata Di Kecamatan Muara Kaman


 Desa Muara Siran adalah salah satu desa yang memiliki potensi obyek wisata di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Meskipun letak desa tersebut terpencil, namun potensi wisatanya sangat menjanjikan, terutama wisata lahan gambut.

Bahkan website Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur www.kaltimprov.go.id pernah menuliskan bahwa lahan gambut yang dimiliki Desa Muara Siran sangat bermanfaat untuk mengurangi emisi atau mengurangi efek rumah kaca. Penulis Ahmad Wijaya dalam website tersebut mengatakan bahwa lahan gambut di Desa Muara Siran tidak ideal untuk dijadikan lahan sawit.

 Fungsi lahan gambut selain mengurangi emisi dan efek rumah kaca adalah tempat ideal bagi pertumbuhan ikan yang menjadi mata pencarian utama penduduk desa tersebut yang mayoritas sebagai nelayan. Atas dasar realitas tersebut, Camat Muara Kaman Surya Agus mengajak warga Desa Muara Siran untuk sadar wisata dengan cara menjaga kelestarian alam di desanya terutama menjaga lahan gambut agar tetap terjaga. Surya Agus mengatakan warga desa dan semua stakeholders bertanggung jawab atas kelestarian lahan gambut tersebut.

 Dalam hal ini Dinas Pariwisata Kab Kutai kartanegara juga sudah melakukan Sosialisasi tentang sadar wisata dan pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Desa Muara Siran melalui program CSR. kepada masyarakat Desa Muara Siran. Dengan demikian diharapkan masyarakat mulai menata dan mempercantik desa agar para wisatawan tertarik berkunjung sehingga berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

 Muara Kaman juga terkenal dengan situs kerajaan hindu pertama dan sekaligus tertua di Indonesia, Ada beberapa peninggalan bersejarah, salah satunya adalah Batu Lesong. Dan jangan lupa kunjungi museum untuk melihat sample batu prasasti yupa sebanyak 7 buah, dan beberapa peninggalan arkeologi dari hasil eksplorasi penggalian dari institut terkait.

Dialog Wisata Di Kota Bangun Dan Muara Uwis


 Dialog Wisata tentang kepariwisataan di Kutai Kartanegara berlanjut juga di Kecamatan Kota Bangun dan Kecamatan Muara Wis. Kali ini Dinas Pariwisata mengunjungi SMA Negeri 1 Kota Bangun dan SMA Negeri 1 Muara Wis.

 Hadir dalam dialog wisata kali dari Dinas Pariwisata sekaligus menjadi narasumber, Bapak Drs Triyatma dan Bapak Gunawan menjelaskan berbagai aspek kepariwisataan kepada siswa siswi yang hadir dalam dialog tersebut. Dialog semakin seru saat memasuki sesi tanya jawab antar siswa siswi kepada narasumber.




 Dialog Wisata sangat diperlukan khususnya bagi siswa siswi khususnya kali ini di Kecamatan Kota Bangun dan Muara Uwis, agar mereka tahu, kepariwisataan Kutai Kartanegara itu luas, setiap kecamatan antar kecamatan memiliki masing-masing destinasi wisata yang menarik, baik itu alam, budaya, maupun buatan sehingga siswa siswi ini mengetahui potensi yang dimiliki Kutai Kartanegara dalam aspek pariwisatanya terkhusus yang berada di kecamatan-kecamatan

Nikmatnya Beseprah Di Festival Danau Uwis 2019


 Nikmatnya Belempas / Beseprah di Jalan Jembatan Utama di Desa Muara Wis sepanjang kurang lebih 250 meter, yang diikuti oleh 12 RT, Sekolah, Masyarakat dan Undangan.

 Beseprah merupakan tradisi suku adat Kutai, penduduk asli di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam Bahasa Kutai, Beseprah berarti makan bersama-sama dengan cara duduk bersila di atas tikar. seluruh masyarakat duduk bersila saling berhadap – hadapan untuk menikmati berbagai hidangan tradisional, khususnya makanan khas Kutai disajikan, seperti bongko, sarabai, putu ayu, singkong goreng, kue cincin, tumbi, bingka, nasi kuning dan nasi uduk, dan lainnya.




 Dalam pelaksanaan beseprah, turut hadir mewaki pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Pariwisata, Dra Sri Wahyuni MPP besreta jajarannya ikut dalam kemeriahan beseprah dalam Festival Danau Uwis ini.

Beseprah menjadi salah satu acara dalam rangkaian kegiatan Festival Danau Uwis di Kecamatan Muara Wis. Festival ini berlangsung 2 Agustus sampai berakhir 3 Agustus 2019


Berwisata Religi Di Kutai Lama


 Kutai Lama yang berada di Kecamatan Anggana Kab Kutai Kartanegara, Kecamatan ini merupakan daerah yang memang memiliki banyak sejarah sehingga banyak orang- orang atau para wisatawan khususnya yang datang ingin melihat peradaban Kutai hingga berziarah ke makam - makam para penyebar islam di tanah Kutai disini.

 Desa Kutai Lama Kabupatan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur  merupakan salah satu kawasan bersejarah yang menjadi salah satu obyek wisata religi bagi sejumlah warga baik dari Kaltim maupaun dari luar Pulau Kalimantan. Desa ini masih belum terkenal sebagai kawasan wisata. Wilayah ini menjadi salah satu desa di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar, dibawah Kesultanan Kutai Kartanegara yang dikenal dengan sejarah Kerajaan Hindu-Budha yang pertama di Indonesia.

 Sedikitnya ada tiga makam yang menurut warga sekitar sebagai makam kramat. Yakni makam Sultan Aji Mahkota, makam Sultan Aji Dilanggar dan Makam Habib Tunggang Parangan. Ketiga makam tersebut berada di lokasi yang tak berdekatan. Masing-masing memiliki memiliki cerita sejarah terkait dengan Kerajaan Kutai.

 Ketiga makam Sultan tersebut sering diziarahi oleh penziarah yang biasa berwisata ziarah selain pergi ke Banjar, karena ketiga makam sultan ini merupakan salah satu riwayat penyebaran agama Islam di tanah Kutai.

Sosialisai Standarisasi Usaha Pariwsata DI Desa Kersik


 Pelaksanaan Sosialisasi Fasilitas Pengembangan IKM / KUB Di Objek Daerah Tempat Wisata (ODTW) 2019 yang berikutnya di laksanakan di Desa Kersik Kecamatan Marang Kayu. Kegiatan ini di hadiri dari Dinas Perindustrian dan perdagangan Kab Kutai Kartanegara dan dari Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara yang di hadiri bapak M. Taufik Rahmani. SP. MP.

 Hadir sebagai pemateri dari Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, M. Taufik Rahmani. SP. MP. Beliau menjelaskan beberapa hal mengenai Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata. Standar Usaha Pariwisata adalah rumusan kualifikasi usaha pariwisata dan/atau klasifikasi usaha pariwisata yang mencakup aspek produk,pelayanan dan pengelolaan usaha pariwisata.

 Pentingnya Sertifikasi Usaha Pariwisata adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata untuk mendukung peningkatan mutu produk pariwisata, pelayanan dan pengelolaan usaha pariwisata melalui audit. Sertifikat Usaha Pariwisata adalah bukti tertulis yang diberikan oleh lembaga sertifikasi usaha pariwisata kepada usaha pariwisata yang telah memenuhi standar usaha pariwisata. Lembaga Sertifikasi Usaha Bidang Pariwisata yang selanjutnya disebut LSU Bidang Pariwisata, adalah lembaga mandiri yang berwenang melakukan sertifikasi usaha di bidang pariwisata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 Lebih lanjut beliau menjelaskan mengenai Sapta Pesona merupakan jabaran konsep Sadar Wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan tujuh unsur dalam Sapta Pesona tersebut, yaitu : aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan. Untuk Usaha Taman Rekreasi adalah usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk berekreasi dengan bermacam-macam atraksi (PermenParEkraf No. 27 Tahun 2014).

Sosialisasi Fasilitas Pengembangan IKM / KUB Di Objek Daerah Tempat Wisata (ODTW) 2019


 Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara pada Bidang Pembinaan Industri Pariwisata bekerjasama dengan DinasPerindustrian dan Perdagangan melaksanakan sosialisasi mengenai standarisasi Pengelolaan tempat wisata. Berlokasi di Kecamatan Muara Badak Desa Tanjung Limau pada tanggal 26 Juli 2019.

 Di hadiri oleh puluhan pelaku usaha yang berada Desa Tanjung Limau, hadir sebagai nara sumber dari Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Bapak M. Taufik Rahmani. SP. MP, dalam pemaparannya beliau menyampaikan ada keterkaitan yang tak terpisah antara Pelaku Usaha SDM masyarakat dengan Destinasi baik alam, budaya, buatan, dan dengan wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantar.

 Ketika wisatawan datang ke tempat wisata yang berada di daerah kita lebih khusunya yang berada di Kecamatan Muara Badak, para wisatawan akan membutuhkan transportasi untuk ketempat wisata tersebut, lalu akomodasi, kuliner, daya tarik wisata, dan cendramata yang bisa di beli oleh para wisatawan.

 Beliau menambahkan mengenai peraturan undang – undang nomor 10 tahun 2009 tentang ke pariwisataan terdapat beberapa istilah yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata antara lain. Pengertian pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah pusat dan daerah. Adapun pengertian dari daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.

Usaha pariwisata berkaiatan dengan daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisasata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, hiburan dan rekreasi, pertemuan, perjalanan insentif, konfrensi dan pameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultasi pariwisata jasa pramuwisata, wisata tirta, dan spa.

Wahana Istana Bunga Di Jembayan


 Istana Bunga Jembayan di Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan referensi wisata yang tepat untuk mengisi akhir pekan para wisatawan.  Sekitar 30 menit perjalanan yang ditempuh dari Kecamatan Tenggarong menuju Istana Bunga Jembayan. Setiap akhir prkan, Istana Bunga Jembayan selalu dikunjungi pengunjung untuk mengisi akhir pekannya.

 Wisata ini sangat cocok buat liburan keluarga karena tiketnya yang murah cuma Rp.15.000 per orang dengan fasilitas wahana permainan dan juga spot-spot foto yang bagus sangat sesuai dengan harga tiket dan kelengkapan fasilitas yang ditawarkan bagi pengunjung.

Selain menawarkan spot-spot foto yang bagus dan bunga-bunga yang indah di kawasan Istana Bunga Jembayan, disini juga menyediakan kolam berenang yang langsung bisa digunakan pengunjung untuk berenang sembari merileks kan diri didalam air.

 Wah rame banget. Wisata ini cocok banget buat liburan keluarga karena tiketnya yang murah cuma Rp.15.000, dan wahana permainnanya yang menurut saya juga lumayan lah dengan harga tiket segitu, ada juga spot buat foto-foto. Langsung aja istri sama anak saya masuk ke kolam renang, salah satu wahana favorit disini. Begitu senengnya anak saya main air. Saya sendiri gak ikut masuk kolam, lagi males sih, cuma jadi tukang foto-foto aja, yang penting anak sama istri saya seneng.” kata Salah satu pengunjung Istana Bunga Jembayan.

 Liburan yang seru untuk pengunjung yang berencana liburan ke Kutai Kartanegara, Istana Bunga Jembayan yang menawarkan berbagai wahana bermain, dan wahana-wahana menarik lainnya yang ramah terhadap anak-anak maupun dewasa.




Peserta Beasiswa Seni Dan Budaya (BSBI) 2019 Ke Sekolah Dan Pesantren Di Kutai Kartanegara


 Hari ini program Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ) 2019 bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara berkesempatan mengunjungi beberapa SMU, SMK dan Pesantren yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang, Loa Kulu dan Loa Janan. Para peserta program Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ) 2019 turut melakukan kegiatan Dialog Wisata secara langsung tentang kepariwisataan di Kutai Kartanegara. Di damping dari pihak Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, peserta BSBI ini berkomunikasi langsung dengan para pelajar, dan para pelajar yang hadir juga  sangat antusias menyambut mereka dan mendengarkan mereka berbagi pengalaman mereka selama berada di Kutai Kartanegara.

 Drs. Triyatma dan Gunawan yang turut hadir dalam pendampingan bersama peserta BSBI memberikan sedikit pemaparan sebelum masuk ke Tanya jawab antar peserta BSBI dan pelajar. Beliau menjelaskan pentingnya pengetahuan Sapta Pesona. Sapta pesona memiliki logo yang dilambangkan dengan matahari yang bersinar sebanyak tujuh unsur yang maknanya aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan.

 Lebih lanjut pak gunawan menambahkan langsung ke contohnya seperti Aman dengan aksi tidak mengganggu kenyamanan wisatawan, menolong dan melindungi wisatawan, menunjukkan sifat bersahabat dengan wisatawan, serta memelihara keamanan lingkungan. Tertib bentuk aksinya bisa berupa mewujudkan budaya antri, memelihara lingkungan dengan tata aturan yang berlaku, disiplin. Bersih bentuk aksinya bisa dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, menjaga kebersihan destinasi wisata, menyiapkan sajian makan dan minuman yang higienis. Sejuk berupa aksi melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon, memelihara penghijauan di obyek dan daya tarik wisata. Indah bisa melalui aksi menata tempat tinggal secara teratur, menjaga karakter kelokalan, menjaga keindahan vegetasi tanaman hias. Ramah dengan aksi bersikap sebagai tuan rumah yang baik, siap bantu wisatawan dengan memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan. Dan terakhir Kenangan bisa melalui aksi dengan menggali dan mengangkat keunikan budaya lokal, menyajikan makanan dan minuman khas lokal yang bersih, sehat dan menarik.

 Mahasiswa Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ), Ricardus William Djee Wau dari Indonesia, Nguyen Tai Loc dari Vietnam, Son Rina dari Kamboja, Raymart Dinoy Degamodari Filipina, Fatma Yusifova dari Azerbaijan, Era Chakma dari Bangladesh, Ines Laila Hildegard Mathilde Konelia Heimes dari Jerman, Ana Dobricic dari Serbia, Luisa Fernanda Montoya Forero dari Kolombia, Pedro Antonio de Sausa Saltao dari Portugal, Monika Rikita dari Kiribati, dan Adi Makelesi Tikoivuda Vakaliwaliwa dari Negara Fizi. ini akan kembali kenegaranya masing-masing di awal bulan Agustus. Nantinya dinegaranya mereka akan berbagi pengalaman mereka selama mereka berada di Kutai Kartanegara.






Pelatihan Tenaga Pelayanan Perhotelan Di Kab Kutai Kartanegara


 Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan PHRI Kalimantan Timur  mengadakan Pelatihan Tenaga Pelayanan Perhotelan, yang bertempat di Hotel Grand elty singgasana Tenggarong, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh usaha jasa perhotelan dan penginapanyang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

 Dikarnakan kualitas pelayanan telah menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam bersaing di dunia usaha jasa, khususnya dibidang perhotelan. Selain sebagai alat bersaing, kualitas pelayanan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan dari pelanggan. Hotel menjadi salah satu sarana penunjang sektor pariwisata di suatu daerah. Pelayanan hotel yang berkualitas dan sesuai standar akan menjadi daya tarik bagi para pengunjung hotel.

 Sebanyak 40 peserta dari pemilik dan karyawan hotel di wilayah Tenggarong dan sekitarnya mengikuti seminar, yang langsung diisi oleh pemateri Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara. Dra. Sri Wahyuni. MPP. yang di damping Pak Taupik sebagai moderator dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan mengenai pertumbuhan pariwisata di Kalimantan Timur, salah satunya kontribusi dari Kutai Kartanegara, meskipun Kutai Kartanegara belum memiliki bandara, namun data terakhir menyebutkan angka kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara khususnya menempati posisi kedua setelah Balikpapan untuk jumlah wisatawan terbanyak.

 Para wisatawan nusantara / wisnus dan wisatawan mancanegara / wisman "Mereka datang ke Kutai Kartanegara karena daya tarik wisatanya, lalu tantangan kami bagaimana wisatawan ini juga bisa menginap di Kutai Kartanegara. Agar para wisnus dan wisman ini bisa nginap di sini perlu pelayanan yang baik, bagaimana kita menggaet orang datang tidak langsung pulang, tapi mereka bisa bertahan dan belanja suvenir di Kutai Kartanegara.

Dra. Sri Wahyuni. MPP. menambahkan untuk para pemilik hotel agar lebih bisa mengembangkan hotel yang dimilikinya dengan bekerjasama dengan PHRI, dengan sponsor perhotelan yang dapat menginformasikan hotel yang ada baik dari harga, fasilitas, keunggulan hotel tersebut, bisa melalui Traveloka, Airy, maupun biro perjalanan lainnya, atau bisa juga melalui media online Facebook, Intagram, dan lainya.




Tenggarong Kutai Carnival Tampil Dengan Kostum Baru


 Pada tahun – tahun sebelumnya Tenggarong Kutai Carnival adalah carnival kostum khas borneo yang mengusung keunikan budaya dan keindahan flora serta fauna bumi Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. tema lokal yang di bawakan adalah mangrove, dengan tema ini memperkenalkan kekayaan flora di pesisir Kutai Kartanegara, kedua purun yaitu tikar anyaman khas Kutai, ketiga Enggang yang merupakan fauna khas da icon Kalimantan. Berlanjut pada tahun 2015 tema dengan kearifan lokal yang ditampilkan Buah Bolox yang merupakan salah satu buah buah tradisional, apabila dimakan membuat mabuk, lalu Kostum Sumpit yaitu diambil dari senjata khas yang menunjukkan keperkasaan dan kemahiran masyarakat Dayak dalam berburu. Ada kostum Pesut Mahakam yaitu diambil dari hewan langka yang harus dilindungi yang kini hanya terdapat di perairan Kedang Kepala hingga Danau Semayang dan Sungai Mahakam di wilayah Kutai Kartanegara.

 Tenggarong Kutai Carnival telah mengusung tema – tema keunikan borneo sejak tahun 2012 sampai dengan 2019. Dengan defile pada tahun ini Kostum Mandau mando ini adalah tema yang mengambil dari senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau ini termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan parang biasa, Mandau ini memiliki ukiran – ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam sering juga dijumpai tambahan lubang – lubang dibilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah Mandau.

 Tampilan terbaru kedua yatu Tanduk payau tema ini terinsfirasi dari seekor binatang rusa, salah satu binatang khas di Kalimantan yang biasanya disebut pula oleh penduduk lokal dengan sebutan payau, binatang ini sudah mulai langka dikarenakan banyak penangkapan secara liar untuk di olah sebagai bahan makanan dan sedangkan bagian kerangka kepala yang masih bertanduk dengan baik sering dijadikan untuk hiasan dinding oleh warga.

 Tampilan terbaru berikutnya dari Tenggarong Kutai Carnival ialah Buah Lai, inilah buah khas Kalimantan yang berduri yang mirip dengan buah durian, dengan duri – durinya yang tajam buah ini sangat mirip dengan buah durian namun duri – durinya tidak berbahaya karna lebih lembut dari buah durian. Warnanya pun berbeda, untuk buah lai hanya berwana kuning baik pada kulit luarnya, dan pada buah di dalamnya, dengan tekstur yang lebih kering, berbeda dengan buahnya durian yang basah dan lembut.

 

 


Even Tahunan

Even

Unduh Gratis