Banner 2

Baner Calender

Banner 3

Banner 6

Banner 5

Banner 7

Banner 8

Banner 9

Statistik

Hit hari ini : 492
Total Hits : 1,327,497
Pengunjung Hari Ini : 256
Pengunjung Online : 3
Total pengunjung : 335,303

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 53 Next > Last >>

Pecinta Hewan Hadir Di Tenggarong Fair III


 Festival Kota Raja VIII dan Tenggarong Fair III 2019 pada hari ke lima ini di meriahkan oleh kegiatan yang dilaksanakan oleg para pecinta binatang, hadir diantaranya Komunitas Pecinta Reftile atau Korek Tenggarong, Korek Samarinda, pecinta kucing Tenggarong. Mereka hadir dengan misi untuk memeriahkan Festival Kota Raja VIII dan mengedukasi lagi kepada masyarakat, bahwa kita bisa menjaga serta memelihara peliharaan kita dengan baik. Berlokasi di halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, komunitas pecinta reptil ini langsung menyapa para penonton bersama binatang yang telah di bawa. Dipandu Rudi sebagai pembawa acara para pemilik hewan – hewan ini memperkenalkan satu persatu hewan peliharaannya. Beberapa pecinta reptil asal Tenggarong memamerkan hewan reptil koleksi mereka, seperti ular, iguana hingga buaya.

 Jauh – jauh dari kota Samarinda, pecinta reptile ini hadir di Tenggarong Fair untuk ikut bersilaturahmi dan berkumpul sesame pecinta reptile yang berada di Tenggarong. Roby nama pemilik hewan yang unik ini bernama pana atau kadal lidah biru, beliau menjelaskan telah memelihara panana ini selama 3 bulan, makannya pun mudah bisa berupa sayuran dan buah. Disisi lain ada pula yang sedang asik menaruh dipundakkya hewan berupa musang akar yang di beri nama momo, momo ini sudah cukup lama di peliharanya yaitu selam 4 tahun. Roby menjelaskan bagi masyarakat yang ingin bergabung bisa untuk mengunjungi fecebook @samarinda reptile.

 Sejumla pengunjung yang awalnya takut terhadap reptile ini, namun setelah di jelaskan langsung oleh pemilik reptile kalau hewaln peliharaannya tidak berbahaya, karna memang sudah di pelihara dan di rawat sangat baik oleh pemiliknya. Akhirnya pengunjung yang memadati Tenggarong Fair berebut untuk berfoto bareng dengan hewan reptil. Bahkan ada yang langsung memegang serta bermain dengan hewan yang terkenal buas seperti ular piton, dan buaya.

 Tak hanya pencinta reptile yang hadir membawa hewan peliharaanya, para pecinta kucing atau yang bernama Tenggarong Cat Lover juga hadir sekaligus memberikan pelayanan kesehatan untuk kucingnya, jadi bagi masyarakat bisa datang membawa kucing kesayangannya untuk di periksa kesehatannya secara gratis. Dan bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan pecinta kucing Tenggarong bisa bergabung melalui Facebook @Tenggarong cat lover.

Grand Final Teruna Dara Kutai Kartanegara 2019


 Kemeriahan dari dukungan para penonton yang hadir langsung memenuhi halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, mereka hadir untuk memberi dukungan kepada para finalisnya masing – masing. Tahapan demi tahapan seleksi sampai dengan karantina telah dilakukan para finalis Teruna Dara hingga sampai pada akhirnya terpilihlah ke 20 orang finalis ini yang pada malam ini mengukuti grand final Teruna Dara Kutai Kartanegara. ke 20 finalisnya yaitu 1. Feri Andrianton, 2. Medy Mercy, 3. M. Rizky Akbar Rianda, 4. Maulika Robiatul, 5. Muhammad Lufianto, 6. Rieke Auliya Rosdiana, 7. Erick Irawan, 8. Mercy Oct Fenny, 9. Ikhwan Irawan, 10. Yanti Ratna Sari, 11. Muhamad Defa Seman, 12. Miftahul Jannah, 13. Muhaqqy Dhafa Al-Ghifari, 14. Eka Fiva Parmasari, 15. Muhammad Andy Abdillah, 16. Prisilia Dina Fitdiyanti, 17. Satria Naufal Putra Ansar, 18. Uci Utami, 19. Giofray Mark, 20. Hilga Dwi Ariani. Mereka semua tampil memberikan tampilan terbaiknya di Panggung Hiburan Festival Kota Raja FKR ke VIII dan Tenggarong Fair 2019.

 Acara ini di hadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan yang menjadi Dewan Juri pada malam grand final Teruna Dara Kukar,  M. Fauzan Noor, SE. Par., M.Par MMHTRL, Dwie Arum Meynina. BA., I Made Kertayasa, S.K.M. CPS., Deddy Sudarya., Hasrulliansyah Wachyuni. SE. MM., selama masa Tanya jawab para peserta dapat memberikan jawaban terbaiknya, ini di karnakan para finalis selama karantina telah telah banyak dibekali akan pengetahuan dan wawasan Pariwisata dan Budaya tentang Kutai Kartanegara.

 Dan akhirnya terpilihlah sebagai Teruna dengan nama Satria Naufal Putra Ansar dan Dara Mercy Oct Fenny. Terpilih sebagai Putri Pariwisata Medy Mercy, Terpilih sebagai Teruna Wakil I adalah Giofray Mark dan Dara Wakil II : Prisilia Dina Fitdiyanti. Teruna Wakil II : Muhaqqy Dhafa Al – Ghifari  dan Dara Wakil II : Eka Fiva Parmasari Sedangkan untuk Teruna Persahabatan ialah Muhaqqy Dhafa Al – Ghifari  dan Dara Persahabatan ialah Maulika Robiatul. Terpilih sebagai Teruna Favourite ialah Giofray Mark dan Dara Favourite ialah Yanti Ratna Sari Untuk Teruna Berbakat terpilih ialah Muhammad Rizky Akbar Rianda dan Dara Berbakat ialah Prisilia Dina Fitdiyanti.

 semua Taruna Dara mengemban misi  utama untuk melestarikan budaya dan mempromosikan Pariwisata Daerah, dari 20 Finalis ada satu yang terdepan mereka ini lah yang nantinya yang menjadi representasi generasi muda mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara didalam menyuarakan budaya daerah dan memajukan, mempromosikan potensi pariwisata Kutai Kartanegara,




Pemilihan Teruna Dara Kutai Kartanegara 2019


 Festival Kota Raja FKR ke VIII dan Tenggarong Fair 2019 yang masih berlangsung selama sepekan ini, satu kegiatan yang juga di tunggu oleh masyarakat Kab Kutai Kartanegara khususnya, yaitu ajang pemilihan Teruna Dara kutai Kartanegara 2019. Ajang bergengsi ini selalu ditunggu oleh para pemuda yang berada di Kab kutai Kartanegara dan sekitarnya, karna akan banyak proses yang akan dilaui oleh setiap pemuda baik pria maupun wanita yang akan mengikuti ajang pemilihan Turuna Dara Kukar 2019 ini.  Pemilihan Teruna Dara Kutai Kartanegara (KuKar) berlangsung setiap tahunnya untuk memilih Teruna dan Dara terbaik yang akan menjadi Duta Wisata Kutai Kartanegara dalam mempromosikan maupun memperkenalkan pariwisata Kutai Kartanegara di dalam maupun di luar daerah. Setiap tahunnya pula dalam tahap seleksi ini diikuti peseta dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara seperti Tenggarong, Kota Bangun, Loa Kulu, Marangkayu, Anggana, dan kecamatan lainnya di Kutai Kartanegara. Dalam tahap pemilihan yang nantinya akan memilih 20 finalis Teruna Dara, calon Teruna Dara harus mengikuti beberapa tahap seleksi yang meliputi tes wawancara maupun tes tertulis menyangkut pengetahuan umum, seni budaya lokal, dan kepariwisataan Kutai Kartanegara.

 Setelah melakukan semua proses seleksi, tahap selanjutnya yaitu penentuan peserta yang lolos sebagai finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara sebanyak 20 finalis (10 Teruna, 10 Dara). Seteelah 20 finalis terpilih, para finalis harus mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk menghadapi tahapan selanjutnya. Para finalis akan memasuki masa karantina hingga babak yang paling penting, yakni grand final Teruna Dara Kutai Kartanegara. Kemudian sebagai persiapan menghadapi masa karantina dan grand final, para finalis Teruna Dara mengikuti pra karantina sebagai pembekalan sebelum di karantina. Dalam tahap pra karantina, para peserta diberi materi pembekalan sebelum karanitina dengan tujuan para finalis siap mengikuti karantina agar bisa tampil total dalam grand final.

 Pada hari rabu 10 Juli 2019 bertempat di panggung FKR halaman parkir Stadion rondong demang Tenggarong,  akan di laksanakan grand final pemilihan Teruna Dara Kutai Kartanegara 2019. Pemilihan ini akan di laksanakan pada pukul 19.30 Wita. Jadi bagi masyarakat bisa langsung memberikan dukungannya kepada para finalis baik melalui instagram @terakukar Teruna Dara Kutai Kartanegara dan bisa hadir langsung saat malam pemilihan di panggung FKR Tenggarong fair 2019.

 Adapun nama ke 20 finalisnya yaitu 1. Feri Andrianton, 2. Medy Mercy, 3. M. Rizky Akbar Rianda, 4. Maulika Robiatul, 5. Muhammad Lufianto, 6. Rieke Auliya Rosdiana, 7. Erick Irawan, 8. Mercy Oct Fenny, 9. Ikhwan Irawan, 10. Yanti Ratna Sari, 11. Muhamad Defa Seman, 12. Miftahul Jannah, 13. Muhaqqy Dhafa Al-Ghifari, 14. Eka Fiva Parmasari, 15. Muhammad Andy Abdillah, 16. Prisilia Dina Fitdiyanti, 17. Satria Naufal Putra Ansar, 18. Uci Utami, 19. Giofray Mark, 20. Hilga Dwi Ariani.




Zumba Party Dan Lomba Mewarnai Di FKR Ke VIII


 Hari kedua rangkaian Festival Kota Raja 2019, pada hari ini akan ada kegiatan dari pagi sampai malam harinya, Lomba begasing yang masih dalam babak penyisihan karna banyak sekali peminatnya akan terus berlanjut sampai dengan sepuluh besar, acara liga dangdut juga masih dalam penyisihan, lalu ada pameran dan bazar art & craft yang menyajikan berbagai macam olahan masing khas daerahnya masing – masing.   

 Suasana Festival Kota Raja FKR ke VIII dan Tenggarong Fair 2019 pagi ini menjadi meriah karna adanya kegiatan Zumba Party yang diikuti oleh ratusan masyarakat umum baik dari ibu – ibu maupun anak – anak yang ikut meramaikan saat Zumba Party tersebut, lengkap dengan seragam serba kuningnya dari topi, pakaian, hingga sepatu.  

 Setelah usai kemeriahan Zumba Party, masih di lokasi yang sama, yaitu di panggung Tenggarong Fair 2019 puluhan anak telah siap dengan alat tulis dan gambarnya, untuk mengikuti kegiatan lomba menggambar dan mewarnai. Untuk kegiatan ini Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Rumah Budaya melaksanakan kegiatan lomba mewarnai, pada hari minggu tanggal 7 juli 2019 dengan peserta mewarnai sebanyak 18 orang. Dengan dukungan para orang tuanya, semua peserta anak – anak penuh semangat mengerjakan tugasnya masing – masing.

 Setelah selesai mewarnai dan menggambar, semua hasil lomba menggambar dan mewarnai langsung dinilai oleh dewan juri. Terpilih sebagai Juara 1 mewarnai dengan nama Zhahira chintya dwi afifah, juara 2 Emilia Nabila Putri, Juara 3 Nur Afni Octavia. Harapan 1 Vincent Farliant, Harapan 2 Kalila Nur Ratifa, harapan 3 Andi Syarah Billa, Favorit 1 Pramatya Arum Kinasih, Angelina Farliant, favorit 3 Ashika dwi rahma.

Pada malam harinya di panggung hiburan Tenggarong Pair 2019 akan berlangsung tampilan Esemenes, di lanjutkan tampilan Smk N 2 Tenggarong ( Doremi Band ), Uyai Tiga ( Tampilan pentas seni daerah ), TMC Band, Red Sugar, Rivera.




Liga Dangdut Di Festival Kota Raja VIII


Kabar gembira untuk pencinta dangdut yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya, karna dalam rangkaian kegiatan Festival Kota Raja FKR ke VIII pada tahun 2019 ini mengadakan kegiatan Liga Dangdut. Kerjasama dari Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara dengan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia ( PAMMI ). Pada sebelumnya telah dilaksanakan audisi di gedung serbaguna yang yang berada di Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara.

 Kepala Dinas Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., di dampingi perwakilan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia Kutai Kartanegara ( PAMMI ), telah membuka secara resmi di pentas Tenggarong Fair yang di tandai dengan pemukulan bedug. dalam kesempatannya beliau mengatakan bahwa selama dua tahun ini, Kab Kutai Kartanegara telah melahirkan talenta – talenta dangdut hingga ke ajang nasional. Pemkab Kutai Kartanegara dalam momen ini juga akan mengadakan Liga Dangdut Kutai Kartanegara untuk terus melahirkan talenta – talenta baru.  Liga dangdut ini akan berlangsung setiap harinya selama tiga hari di Panggung Tenggarong Fair yang terletak halaman Stadion rondong demang Tenggarong, sehingga masyarakat dapat melihat serta memberikan dukungannya secara langsung kepada para penyanyi yang mengikuti Liga Dangdut.

 Suasana FKR VIII dan Tenggarong Fair 2019 memang selalu di penuhi masyarakat yang ingin melihat setiap kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia dari pagi hari sampai dengan malam hari akan selalu kegiatan baik di panggung maupun di area stand pameran yang ada, terlebih lagi pada acar Liga Dangdut ini yang memang sudah di nantikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara. Dan untuk Masyarakat Kutai Kartanegara sekitarnya dapat menyaksikan Final Liga Dangdut yang akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 9 Juli 2019 dari pukul 10. 00 – 16 .00 Wita. Di panggung hiburan Tenggarong Fair.

Lomba Begasing Di Festival Kota Raja VIII Dan Tenggarong Fair 2019


Serunya Lomba Begasing dalam rangka meramaikan Festival Kota Raja VIII dan Tenggarong Fair 2019. Dinas pariwisata kab Kutai kartanegara bekerja sama dengan Keroan Begasing Kutai melaksanakan Perlombaan tradisional begasing ini dari tanggal 7 sampai dengan 8 Juni 2019. Kegiatan ini berlangsung di halaman Stadion Rondong Demang Tenggarong. Permainan Bagasing ini tidak terpisahkan dari masyarakat Kutai karna menariknya permainan tradisional ini, sehingga dari anak – anak hingga dewasa, hingga orang tua beradu ketangkasan dalam memainkan gasing yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Antusias terhadap permainan olahraga tradisional ini sangatlah tinggi dan menjadi tontonan mengasikkan bagi masyarakat.





Begasing merupakan permainan yang dilakukan menggunakan alat berupa gasing dan tali penarik, sebongkah kayu berbentuk lonjong (simetris radial) dengan diameter sekitar 10 hingga 15 centimeter, tinggi sebuah gasing 15 sampai 20 centimeter, salah satu ujung dibuat lancip dan memiliki permukaan yang licin. Pada ujungnya dipasang bahan logam sebagai poros putaran, biasanya menggunakan paku jenis kayu yang digunakan kayu benggris atau ulin. Sementara tali penarik berdiameter 0,5 centimeter dengan panjang 1 hingga 1,5 meter. Kemudian tali ini dililitkan ke gasing dengan bagian ujung tali dikaitkan ke jari sang pemain. Setelah itu dilemparkan ke bawah seperti membanting sesuatu, sehingga tali melilitnya membuat gasing berputar dan gasing dapat berputar.

 Melalui Festival Kota Raja (FKR) VIII di Tenggarong, permainan gasing kembali diperkenalkan. Masyarakat bisa menyaksikan langsung berbagai jenis gasing dan ikut bertanding di Tenggarong Fair 2019, di halaman parkir Stadion Rondong Demang. Komunitas Keroan Begasing Kutai hadir mempertahankan permainan tradisional yang nyaris punah. Terlihat antusias masyarakat umum yang mengikuti Lomba Begasing ini dengan peserta untuk katagori beturai sebanyak 142 Orang dan katagori Berajaan sebanyak 72 Orang. Selama beberapa hari permainan ini dilaksanakan dan berhasil menjadi pemenang dengan dua kategori.

 Kategori Beturai : Keluar sebagai Juara 1. Agus Bro KBM, Juara 2.Amat KGH, Juara 3. Panut KGH, Juara 4.Husni KBM. Dan untuk Kategori Berajaan : Juara 1. Ahmad KGH Juara 2. Muhammad zhamborano BOR Juara 3. Syahran MKR Juara 4. Johansyah JGC.




Festival Kota Raja FKR Ke VIII


 Festival Kota Raja FKR ke VIII kembali digelar selama sepekan, mulai tanggal 6 - 14 Juli 2019. Acara pembukaan berlangsung pada sabtu malam yang dibuka dengan di tandai pemukulan bedug oleh Kepala Dinas Pariwisata beserta para tamu kehormatan lainnya. Dalam kesempatannya Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengatakan, penyelenggaraan Festival Kota Raja FKR ke VIII tahun ini akan berbeda dibandingkan pada tahun sebelumnya, di samping beberapa kegiatan yang sama, seperti Tenggarong Fair, pentas komunitas, ekspresi pelajar, pentas seni daerah, lomba permainan tradisional dan Tenggarong Kutai Carnival (TKC). "Menariknya nanti, 11 mahasiswa asing, penerima BSBI (Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia) akan tampil di penutupan FKR,".

 Pada tahun ini ke 12 orang peserta BSBI tersebut berasal dari Azarbaijan, Bangladesh, Fiji, Filipina, Jerman, Kamboja, Kiribati, Kolombia, Portugal, Serbia, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia. Yayasan Gubang dari Tenggarong dipercaya kembali untuk menjadi mitra kerja Kementrian luar negeri RI sebagai tempat belajar kesenian daerah bagi peserta program BSBI.

 Mahasiswa asing ini akan menampilkan kemahiran mereka bermain musik gambus dan sampek serta menari Jepen dan Dayak. Peserta BSBI yang belajar seni budaya di Kukar selama 3 bulan ini akan menampilkan lebih dulu tarian asal negara mereka masing-masing, kemudian mereka mempersembahkan kesenian daerah yang sudah mereka pelajari di Kutai Kartanegara. Peserta BSBI akan tampil membawakan kesenian dari negara masing-masing, setelah itu mereka berganti baju untuk mempersembahkan kesenian musik daerah Kutai dan Dayak, tarian jepen, gantar dan belian dari Dayak Benuaq.

 Untuk diketahui selama sepekan ini selam setiap harinya dari pagi hari sampai malam hari akan selalu ada kegiatan yang berpusat panggung dan halaman parkir stadion rondong demang Tenggarong. Untuk kegiatannya akan ada kegiatan Lomba Begasing, Liga Dangdut, Pameran dan Bazar Art & Craft, Lomba Mewarnai, Zumba party, tampilan kesenian dari pelajar atau siswa yang berada di Kab Kutai Kartanegara, dan pada malam harinya aka nada acara Pop Night, Metal Night, Olah Musik Daerah, Grand Final Teruna Dara, Screning Film, Reggeae Night, Hiburan Rakyat, dan saat penutupan akan tampil Tari Songkoh Piatu Tenggarong serta yang menarik aka nada tampilan dari pertukaran Budaya International Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI Night ).

Pembukaan Festival Budaya Kutai Adat Lawas Desa Kedang Ipil


 Pada tahun ini Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun untuk ke tiga kalinya mengadakan Festival Budaya yang diberi nama Kutai Adat Lawas. Acara yang berlangsung selama dua hari sejak Tanggal 29 s/d 30 Juni 2019. Untuk pembukaan Festival Budaya Kutai Adat Lawas berlangsung di Desa Wisata Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun telah di buka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ibu Dra. Sri Wahyuni, MPP.,  mewakili Bupati Kutai Kartanegara membuka secara resmi Festival Budaya yang saat ini sudah masuk dalam Calendar Event tahunan Kutai Kartanegara. Dalam kesempatannya beliau menyampaikan bahwa Desa Kedang Ipil adalah salah satu desa tertua yang ada di Kutai Kartanegara, desa ini sudah berumur 110 tahun.


 Setelah dinobatkan menjadi desa wisata, Kedang Ipil semakin giat menggali dan mengembangkan potensi pariwisatanya. Ibu Dra. Sri Wahyuni, MPP.,Wahyuni berharap agar desa wisata Kedang Ipil dapat bersinergi dengan banyak pihak, agar semakin menyiapkan festival yang bisa dikemas dalam paket paket wisata untuk menarik minat wisatawan. Pada tahun ini 12 pelajar mancanegara yang masuk dalam peserta program Beasiswa Seni dan Budaya ( BSBI ) 2019 dari Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. Juga turut hadir mengikuti setiap proses adat dan budaya yang berlangsung selam dua hari ini di Desa Kedang Ipil. Desa Kedang Ipil yang ada di Kecamatan Kota Bangun, merupakan sebuah desa yang menjadi cikal bakal suku Kutai yang kemudian menyebar kemana-mana. Masyarakat desa Kedang Ipil hidup dari bercocok tanam padi dan sayur mayur serta buah-buahan.





 


 Kegiatan bercocok tanam padi pun hanya untuk dikonsumsi sendiri dengan memanfaatkan ladang berpindah dilahan berbukit dengan cara ngasak atau nugal atau yang dikenal dengan cara menabur benih secara langsung tanpa penyemaian dengan waktu cocok tanam pada bulan September sampai dengan bulan November dan dipanen sekitar empat sampai lima bulan kemudian. Desa yang sudah berusia ratusan tahun ini memiliki pesona alam serta adat dan budaya yang begitu menarik dengan daerah lainnya, salah satunya adalah upacara adat Nutuk Beham yang telah di laksanakan sebelumnya pada tanggal 26 sampai 28 April 2019 lalu. Nutuk Beham ialah merupakan acara adat dalam rangka merayakan keberhasilan panen, Nutuk Beham di laksanakan 1 kali dalam setahun, yakni saat panen muda ( prapanen / panen awal ) dalm acara ini warga bergotong royong untuk melaksanakan seluruh rangkaian acara mulai dari proses pembuatan tikar dari pandan hutan yang di pergunakan sebagai alas untuk menumbuk baham, lesung untuk menumbuk baham, memotong padi ketan muda untuk baham, merontok padi ketan muda untuk baham, di rendam minimal 1 malam, diangkat lalu ditiriskan, kemudaian di sangrai, lalu didinginkan kemudian di haluskan dengan cara di tumbuk menggunakan alu dan lesung sebanyak 2 tahap, berikutnya akan di buat menjadi kue ketan ( wajik / bongkal baham ). kue ketan akan di bacakan doa terlebih dahulu sebelum disantap bersama oleh semua warga yang hadir dalam acara tersebut. beberapa acara menarik akan disuguhkan kepada pengunjung dianataranya tepong tawar, tari pupur, tari ngasak padi, tari jepen, behempas, dan proses yang luar biasa yaitu Nutuk Beham yang semuanya dilakukan gotong royong tidak berhenti 24 jam selama 3 hari 3 malam. Keunikan yang ada pada proses nutuk beham adalah penggunakan lesung yang dibuat dari batang pohon cempedak dan diatur sedemikian rupa diatas panggung. Warga secara bergantian dan berkelompok mulai menumbuk atau menutuk beham dan pada saat alu di tumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi khas dan berirama sesuai kekuatan yang menumbukkan alu pada lesung.


Susur Sungai Mahakam Di Kab Kutai Kartanegara


 Begitu banyak wisata yang dapat di kunjungi di Kab Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menikmatinya, seperti yang saat ini sedang popular yaitu melalui dengan menaiki Kapal Wisata sambil menyusuri Sungai Mahakam. Dengan berwisata menggunakan kapal wisata, wisatawan bisa lebih menikmati perjalanan, ada sensasi tersendiri yang bisa dirasakan saat berada di atas kapal dan menikmati suasana sepanjang Sungai Mahakam. Menyinggahi tempat-tempat wisata yang menarik, baik wisata alam, budaya, sejarah, flora fauna dan bahkan petualangannya. Perjalanan kapal Wisata Famtrip Komunitas Wisata hari ini yang telah menyusuri sungai Mahakam dan berkeliling serta mengunjungi Pulau Kumala, berlanjut menuju Desa Lekaq Kidau Kab Kutai Kartanegara. Di desa ini mereka disambut di Lamin Adat dan disuguhi tari tarian khas Dayak Kenyah.Desa Lekaq Kidau kini telah dijadikan sebagai salah satu desa budaya yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Morfologi Desa budaya ini berupa dataran pinggiran sungai. Keletakannya terhadap sungai mahakam di sisi sebelah utara sungai. Morfologi wilayah di sebelah timurnya adalah perbukitan.Seperti halnya pada komunitas Dayak yang bermukim di Desa Lung Anai, komunitas Dayak yang tinggal di Desa Lekaq Kidau ini juga berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah daerah di pedalaman Kalimantan yang kini berbatasan dengan wilayah Malaysia. Mereka merupakan suku Dayak Kenyah yang pindah ke Lekaq Kidau pada sekitar tahun 1987, dengan alasan antara lain agar dapat mempermudah akses mendapatkan pendidikan bagi anak-anak mereka dan untuk lebih mendekati daerah perkotaan agar mereka dapat memperbaiki taraf kehidupan mereka.Hal ini karena di tempat asal mereka akses untuk mendapatkan pendidikan dan berbagai sarana transportasi serta komunikasi sangat sulit, yang menyebabkan mereka seperti terisolir dan terpisah dengan masyarakat lainnya.


 Atas kesepakatan bersama, mereka memilih lahan di Lekaq Kidau sebagai tempat mereka untuk tinggal dan menetap. Daerah tersebut menjadi pilihan mereka dengan alasan selain karena tempat itu masih kosong, juga karena letaknya yang berada di tepi Sungai Mahakam yang memudahkan mereka untuk melakukan berbagai aktivitas seperti di tempat asal mereka. Mayoritas warga desa ini adalah Suku Dayak Kenyah Lepoq Bem. Desa Lekaq Kidau ini baru ditempati sekitar tahun 1998 setelah 87 Kepala Keluarga warga Dayak Kenyah yang mendiami Long Les pindah menuju desa ini. Petani adalah profesi bagi sebagian besar masyarakat desa ini. Tanah di sekitar desa digarap dan dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam. Pada suatu ketika saat musim panen tiba, masyarakat desa melakukan pesta panen. Sebagian hasil panen disisihkan untuk Mecaq Undat.

 Bagaimana Visitor, penasaran? Ayo coba deh alternatif wisata susur Sungai Mahakam yang mengasyikkan ini. Segera kunjungi Tenggarong Kab Kutai Kartanegara.

Kegiatan Sosialisai Proses Pengusulan Kota Kreatif Indonesia Kedalam Unesco Creative Cities Network ( UCCN ) / Jejaring Kota Kreatif


 Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Pembahasan mengenai peningkatan Badan Ekonomi Kreatif di Gedung Bappeda pada tangga 13 Juni 2019 guna mewujudkan model panutan (Role Model) Kabupaten / Kota (KaTa) kreatif Indonesia khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berkaitan dengan peningkatan kepariwisataan menyangkut event-event maupun budaya Kutai Kartanegara.


 Hadir langsung dalam kegiatan ini yaitu Dra. Sri Wahyuni. MPP., selaku Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, sebagai salah satu narasumber yang di dampingi Drs. Witontro., Kepala Bidang Pemasaran Wisata pada Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara.

Dalam pemaparanya ibu Dra. Sri Wahyuni. MPP. menyampaikan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) / Jejaring Kota Kreatif UNESCO bertujuan utk mempromosikan kerjasama dengan dan diantara kota-kota yg mengakui kreatifitas sebagai faktor strategis pembangunan berkelanjutan dalam hal aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Dengan bergabungnya ke dalam jejaring, kota-kota berkomitmen untuk berbagi best practices dan membangun komitmen yg melibatkan sektor publik, swasta dan masyarakat dalam rangka mengembangkan komitmen yg mempromosikan kreativitas dan industri budaya, memperkuat partisipasi ekonomi kehidupan budaya dan mengintegrasikan budaya dalam rencana pembangunan perkotaan.Partisipasi Indonesia pada program UCCN atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO dan field category di bawahnya merujuk dan diselaraskan pada Sistem Ekonomi Kreatif Nasional. Penilaian Mandiri Kabupaten / Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Brekraf adalah sebagai prasyarat sebelum bergabung dalam UCCN. Terdapat 55 Kab/Kota telah mengikuti proses uji petik PMK3I dan Kabupaten Kutai Kartanegara masuk nominasi 10 Kab/Kota Kreatif Indonesia, yang akan diseleksi kembali menjadi 4 Kab/Kota Kreatif terpilih sebagai Role Model Kab/Kota Kreatif Indonesia. Sedangkan Kab. Kutai Kartanegara sendiri juga telah bergabung dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sejak thn 2015 dalam deklarasinya di Solo pd tgl 25 Oktober yg lalu


 Partisipasi Indonesia pada program UCCN atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO dan field category di bawahnya merujuk dan diselaraskan pada Sistem Ekonomi Kreatif Nasional. Penilaian Mandiri Kabupaten / Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Brekraf adalah sebagai prasyarat sebelum bergabung dalam UCCN. Terdapat 55 Kab/Kota telah mengikuti proses uji petik PMK3I dan Kabupaten Kutai Kartanegara masuk nominasi 10 Kab/Kota Kreatif Indonesia, yang akan diseleksi kembali menjadi 4 Kab/Kota Kreatif terpilih sebagai Role Model Kab/Kota Kreatif Indonesia. Sedangkan Kab. Kutai Kartanegara sendiri juga telah bergabung dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sejak thn 2015 dalam deklarasinya di Solo pd tgl 25 Oktober yg lalu. 





 

Even Tahunan

Even

Unduh Gratis