Banner 0

Beluluh Awal

Banner 2

Banner 3

Desa Budaya

Banner 5

Buka Erau

Banner 7

Banner 8

Benner9

Statistik

Hit hari ini : 163
Total Hits : 1,416,053
Pengunjung Hari Ini : 89
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 372,588

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Menarikan Bersama Tarian Ry Polka Af Dari Belanda


 Salah satu tampilan yang dapat di saksikan oleh masyarakat yaitu pertunjukan di jalan kesenian rakyat Internasional yang berlansung setiap harinya di tempat wisata Pulau Kumala Tenggarong. Setiap harinya akan tampil peserta TIFAF baik dari delegasi luar negeri maupun dari tuan rumah Indonesia.

 Pada hari senin sebagai pembuka tampil dari tuan rumah Indonesia yaitu Insting Smanda Indonesia yang membawakan dua tarian, tarian pertama dengan tema tari Kancet bapelaktawai, tarian ini menceritakan tentang persaudaraan suku dayak yang di tarikan oleh beberapa wanita, mereka ini menari mengikuti irama musik sampe yang mendayu, gerakan tariannya menggambarkan seolah – olah burung yang sedang terbang. Tarian ini juga bertujuan sebgai ucapan selamat datang kepada para tamu mereka dengan gerak yang lemah gemulai seolah mengungkapkan kecantikan, kepandaian dengan lemah lembutnya. Dan tarian yang ke dua tarian bepacar.

 Berlanjut pada delegasi Belanda yang menampilkan tarian Cidy swing dengan arti dari tarian merupakan kombinasi antara chariston dan foxtrot dengan diiringi lagu Goodbye sweetheart, tarian selanjutnya polka jenny lind yang merupakan sebuah tarian yang diciptakan oleh Jenny lindseorang penyayi opera berkebangsaan Swedia. Dia adalah penyayi soprano di opera Swedia dan dikenal seantero eropa. Dia juga merupakan anggota akademi musik royal Swedish yang rekaman pertamnya dilakukan tahun 1939.

 Tarian berikutnya yang dibawakan oleh delegasi dari Belanda yaitu Teton Montain Stomp, berasal dari Negara bagian Wyoming, Amerika serikat yang dikelilingi dengan pegunungan.


 Tarian ini di perkenalkan di daerah kami oleh tentara Amerika setelah perang dunia ke dua. Saat tarian ini berlangsung para penari ini langsung mengajak para penonton untuk menari bersama.   




Pemilihan Teruna Dara Cilik Tifaf 2019


 Pelaksanaan kegiatan yang merupakan agenda tahunan di sector pariwisata yaitu Tenggarong International Folk Arts Festival 2019, pelaksanaannya yang berlangsung selam sepekan ini di hadiri oleh delegasi kesenian dari berbagai Negara, untuk berpartisipasi meramaikan Tenggarong International Folk Arts Festival dan menghibur masyarakat Kutai Kartanegara, dengan menampilkan kesenian khas negaranya masing – masing.

 Bertempat di Stadion Rondong Demang Tenggarong, berlangsung acara di panggung Tenggarong Fair acara Pemilihan Teruna Dara Cilik, yang di Hadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witontro, dan acara ini di buka langsung Bupati Kutai Kartanegara yang sambutannya di bacakan oleh Drs. Witontro. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sebagai perwujudan upaya pemerintah untuk melestarikan kearifan lokal. Sudah seharusnya kita tetap mengedepankan kesenian, tradisi adat budaya yang kita miliki, sebagai asset yang tidak ternilai harganya, tidak kalah menarik dengan kesenian dari Negara lain. Kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi anak – anak kita untuk terus menggali potensi serta meningkatkan kualitas yang ada dalam dirinya dalam segala bidang, dan menunjukkan kemampuannya ke khalayak ramai.

 Pemilihan Teruna Dara Cilik ini bukan semata – mata menjadi ajang untuk fisik dan kebolehan saja, tetapi ada misi sosial dan kebudayaan didalamnya. Tidak hanya itu, dengan segala kemampuan dan bakat yang dimiliki, harus melestarikan dan mempromosikan potensi wisata dan budaya Kutai Kartanegara.

 Melalui Teruna Dara Cilik ini kami berharap menjadi salah satu wadah bagi anak – anak kita untuk menyalurkan energy, waktu dan kesempatan yang ada kearah yang positif. Sehingga kesenian dan tradisi tetap terjaga dengan baik, menjadi warisan turun temurun bagi anak cucu kelak.






Pembukaan Festival Kesenian Rakyat Internasional


 Berlangsung pada hari minggu 22 September 2019 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, gelaran kemeriahan seremony pembukaan Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF) tahun 2019. Kemeriahan ini di awali dengan parade dari para delegasi setiap negaranya, masing – masing peserta memperlihatkan sekitar 2 menit tarian daerah dari asal Negaranya.

Selesai parade di lanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF) tahun 2019, dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si. menyampaikan, TIFAF yang dimeriahkan 7 grup kesenian rakyat mancanegara itu diharapkan dapat lebih memperkenalkan budaya asli di Kukar serta mengembangkannnya. “Bagi saya, festival ini bukan semata-mata untuk mendatangkan wisatawan, namun yang paling penting adalah budaya, kesenian adat istiadat harus dijaga dan dipertahankan dengan baik,”

 Beliau menambahkan bahwa, kehadiran kesenian mancanegara di Kutai Kartanegara merupakan salah satu wujud nyata dalam memperkenalkan budaya adat istiadat daerah ke kancah internasional. “Artinya, potensi kebudayaan, adat istiadat yang dimiliki bangsa kita sangatlah berlimpah, terutama di wilayah pedalaman perlu mendapatkan apresiasi, karna terus menjaga kelestarian budaya sampai saat ini.

Dalam sambutannya Bupati Kukar Drs. Edi Damansyah. M.Si mengatakan, festival tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Kukar dan dinantikan oleh masyarakat dan menjadi ruang aktualiasi bagi para seniman daerah, nusantara dan mancanegara, sekaligus memacu para pelaku industri pariwisata untuk turut menggerakkan kemajuan sektor pariwisata di Kukar.

 “Festival ini merupakan salah satu ikon wisata budaya Kutai Kartanegara, yang telah menjadi agenda tetap secara nasional, yang makin dikenal di nusantara dan di kalangan festival kesenian rakyat internasional yang berlangsung di berbagai negara. Festival ini menjadi pintu masuk yang strategis, untuk mengenal dan mempromosikan daya tarik wisata di Kutai Kartanegara beserta ragam seni budayanya,” katanya. Disebutkan Edi, pada tahun 2018, tercatat lebih dari 1,7 juta wisatawan yang berkunjung ke Kukar.

“Ini merupakan angka terbesar kedua bagi kunjungan wisatawan di Kaltim. Festival ini akan semakin besar lagi apabila semua pihak memiliki semangat yang sama untuk menyukseskannya. Pemkab Kukar tidak dapat menjalankannya sendirian. Melainkan bergerak bersama-sama dengan masyarakat, dunia usaha dan para pemangku kepentingan lainnya. Kita bisa Bena Benua Etam, jika Betulungan Etam Bisa.

 Diketahui, turut hadir dalam pembukaan TIFAF yakni, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim dan Kukar, Tim Pelaksana Calendar of Event Wilayah Kalimantan Kementerian Pariwisata, Bapak Tazbir Abdullah, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Mohammad Arifin, Presiden CIOFF Indonesia dan undangan lainnya.

Adapun enam grup kesenian rakyat mancanegara ikut serta dalam pagelaran TIFAF 2019 yaitu, Ranranga Dance Academy Srilanka, Phranajhon Rajabhat University Thailand, Folkloristische Dansgroep Hellendorn Netherlands, Cossack Dance Ensemble Stanitsa Rusia, Cununa Apusenilor Romania, Arts and Culture Association Timor Furak Timor Leste dan Sharkia Folklore Troup Mesir dengan jumlah keseluruhan personil keseluruhan sebanyak 151 orang






Karnaval Seni Internasional TIFAF 2019


 Kemeriahan berlangsung di sepanjang jalan yang di lalui oleh peserta Tenggarong Internasional Folk Art Festival (TIFAF), ratusan orang memadati jalanan Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dari Jl Akhmad Muksin, Jl Sudirman, Jl S Parman hingga depan Kesultanan Kutai, Sabtu (21/9/2019). Masyarakat yang hadir menyaksikan langsung Karnaval kesenian internasional ini sebagai pembuka rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama sepekan ini.

Karnaval yang diikuti oleh delegasi kesenian mancanegara peserta TIFAF serta sejumlah paguyuban dan grup kesenian yan berada di Kutai Kartanegara. Pada barisan pertama Karnaval dibuka oleh barisan prajurit Keraton Kesultanan Kutai berpakaian serba hitam, disusul kelompok marching band. Karnaval kali ini dimeriahkan 30 grup kesenian dan paguyuban di Kukar, serta 5 negara partisipan.

 Antusiasme begitu terlihat dari para penonton yang hadir baik disepanjang rute jalan yang di lalui peserta pawai, maupun yang sudah berada menunggu di halaman Kedaton Kesultanan Kutai. Suasana hangat terbangun antar masyarakat dan peserta TIFAF, tidak segan para peserta TIFAF bersalaman dengan para penonton dan dengan antusias pula para penonton langsung meminta berfoto bersama dengan para peserta pawai.

 Sampai di depan Kedaton, Tiap grup kesenian menampilkan atraksi selama 2-5 menit di depan Panggung Kehormatan Kedaton Kesultanan Kutai. Hadir langsung menyaksikan pertunjukan kesenian internasional ini mereka disaksikan langsung oleh Sultan Kutai Adji Mohammad Arifin didampingi Bupati Kukar Drs. Edi Damansyah. Msi., dan tamu undangan lainnya.

 Untuk diketahui Acara TIFAF digelar selama sepekan, mulai 21-29 September 2019. Upacara pembukaan TIFAF bakal digelar di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (22/9/2019). Selama di Tenggarong delegasi peserta TIFAF akan melakukan pertunjukan seni dari Negara masing – masing acara bergantian di tiga tempat yaitu di parkiran Stadion Rondong Demang Tenggarong dan Pentas yang berada dtepian sungai Mahakam di jl. KH. Ahmad Muksin, serta tempat wisata Pulau Kumala Tenggarong. Para delegasi juga akan dijadwalkan berkunjung ke sekolah – sekolah, serta menghadiri kegiatan ziarah ke makam Aji Imbut poada saat perayaan HUT tenggarong ke 237 pada 28 September 2019.




Expo TIFAF 2019


 Tenggarong Internatioanal Folk Art Festival (TIFAF) yang berlangsung secara meriah di Stadioan Rondong Demang Tenggarong, usai seremony pembukaan TIFAF, Bupati Kutai Kartanegara bersama rombongan, yang juga turut didalamnya di damping Kepala Dinas Pariwisata Kab Kukar. Dra Sri wahyuni. MPP. menuju stand expo untuk membuka secara resmi Expo TIFAF 2019, dengan melakukan pengguntingan pita maka Expo TIFAF 2019 telah di buka dan dapat disaksikan untuk umum oleh masyarakat Kutai Kartanegara.

 Bupati Kutai Kartanegara bersama rombongan mengunjungi satu persatu setiap stand pameran yang ada di Expo TIFAF 2019, untuk di ketahui bahwa M Fazriannur sebagai Even Organizer (EO) Fazri Toy Collection mengatakan Expo TIFAF 2019 diikuti 53 stand , bazaar 91 stand dan PKL 40 stand. “Kami menawarkan dengan harga bervariasi dari 18 juta untuk ukuran 3 x 3 meter, kemudian 5 juta, 4 juta, 3 juta dan 2 juta untuk bazzar yang diluar expo.

 Dalam kesempatannya Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengungkapkan untuk tahun 2019 ini, pertama kali antara Erau dan TIFAF dipisah pelaksanaannya,”Kalau dilihat dari dari sisi kemeriahannya akan lebih meriah kalau kita satukan antara Erau dan TIFAF, kami akan terus lakukan komunikasi dengan pihak kesultanan selanjutnya nanti dalam perayaan berikutnya akan terus dievaluasi Lebih lanjut inti dari acara Erau dan TIFAF 2019 adalah melestarikan adat seni budaya yang ada di kesultanan maupun budaya yanga ada di Kabupaten Kukar. ”Ada sebagian persepsi dari sebagian orang mengatakan kita mengeseampingkan budaya lokal, disini pelu kita luruskan bahwasanya acara TIFAF ini adalah untuk mempromosikan budaya kita kemancanegara, yang selama ini kita sudah promosikan ke daerah lokal dan nasional saja dengan adanya TIFAF ini kita mempromosikan budaya kita kepada mereka yang datang sebagai participant sehingga adanya pengetahuan budaya antara kita dan mancanegara.

 Harapan beliau, bahwa bangga selama 7 tahun kegaiatannya TIFAF 2019 telah masuk dalam100 Calender Of Event (COE) Indonesia. “Dari data yang ada dengan adanya acara TIFAF ini sudah meningkatkan jumlah pengunjung yang datang kekukar. Adanya peningkatan ini bisa menambah pendapatan daerah dan menaikan perekonomian masyarakat.




Ayo Ikuti Lomba Foto Eksotika TIFAF 2019


 Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara kembali melaksanakan Festival Kesenian Rakyat International VII ( 7th Tenggarong International Folk Arts Festival) yang akan hadir di Kota Raja Tenggarong pada tanggal 21 – 29 September 2019. Festival ini juga bertepatan dengan perayaan hari jadi kota Tenggarong ke 237 . sebanyak tujuh group kesenian rakyat mancanegara akan ikut serta memeriahkannya. Partisipan TIFAF dari mancanegara ini akan tampil satu panggung bersama kelompok – kelompok kesenian dari Indonesia, mereka semua akan tampil di beberapa tempat untuk setiap malamnya aka nada tempat yaitu panggung area Lapangan Basket Timbau dan Panggung arena Kukar Expo Rondong Demang, dan adapula tampilan partisipan TIFAF setiap sore yang akan mengelar Street Performance atau pertunjukan dijalan yaitu berpusat di Pulau Kumala Tenggarong.

Dan untuk para pecinta fotografi dapat langsung menyaksikan sekaligus memotret berbagai keunikan dan pesona wisata budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), baik dari Partisipan TIFAF maupun dari Kebudayaan serta olahraga yang di tampilkan selama sepekan TIFAF berlangsung. Hasilnya pun dapat diikutkan dalam Lomba Foto Eksotika TIFAF.

 Adapun syarat dan ketentuannya ialah.


Ketentuan Umum :

1.    Lomba Foto terbuka untuk umum

2.     Foto diambil pada semua kegiatan TIFAF dari tanggal 21 – 29 September 2019

3.    Pengiriman foto melalui email : lombafototifaf@gmail.com

4.    Pengiriman dukungan atau foling foto favorit dilakukan dengan menyatakan tanda suka pada foto finalis melalui Facebook Visiting Kutai Kartanegara.

 Ketentuan Khusus :

1.    Tidak diperkenankan mengirimkan hasil karya orang lain

2.    Hasil karya tidak boleh mengandung unsur pornografi dan sara

3.    Seluruh hasil foto merupakan tangghung jawab dari peserta ( dalam hal penggunaan model dan property )

4.    Tidak di perkenankan mengirimkan foto kolase dan montase

5.    Editing foto diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto( contrast, Brightness, Cropping )

6.    Menggunakan kamera digital ( DSLR, Pocket Mirrorless ) atau smartphone yang mendukung ketentuan foto.

7.    Untuk poling foto favorit, peserta tidak di perkenankan menggunakan fasilitas auto laike / bom like atau fasilitas sejenisnya

 Adapun jadawal lomba foto, pengambilan foto dari tanggal 21` s/d 29 September 2019. Pengirman foto dari tanggal 1 s/d 11 Oktober 2019. Utuk penentuan nominasi dari tanggal 11 s/d 17 Oktober 2019. Sedangkan untuk poling foto Favorit dari tanggal 17 Oktober s/d 17 November 2019.

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Wiwi no hp / wa 082152902310 dan Rahmat no hp / wa 085752001412.

Rapat Keamanan TIFAF Di Jam Bentong


 Agenda rapat dilakukan jelang event TIFAF (Tenggarong International Folk Art Festival) 2019, kali ini, rapat dilaksanakan hari Senin tanggal 9 September 2019 untuk membahas segi keamanan yang dilakukan sebelum TIFAF berlangsung tanggal 21-29 September 2019.

 Turut hadir dalam rapat antara lain Dinas Perhubungan, Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan perangkat daerah yang berhubungan dengan keamanan saat berlangsungnya TIFAF.

 Dalam rapat yang dilakukan di Jam Bentong tersebut, membahas mengenai kesiapan, hingga hari H pembukaan menjadi pembahasan inti untuk meminimalisir terjadinya kesalahan maupun yang menghambat jalannya TIFAF .

 Diharapkan dengan dilakukannya persiapan-persiapan yang matang menjelang TIFAF, event tersebut akan berjalan lancar dengan membawa delegasi asing yang terlibat dengan TIFAF juga merasa nyaman berada di Tenggarong saat event berlangsung.






Rapat Festival International TIFAF 2019


 Nantinya sebelum pembukaan atau opening ceremony TIFAF (Tenggarong International Folk Art Festival), di adakan Festival International di jalan raya mulai dari depan penyebrangan Pulau Kumala / jembatan repo-repo sampai panggung kehormatan depan Kedaton.


 Adapun dalam rapat kali ini yang dilaksanakan di Jam Bentong diikuti beberapa kelompok seni tari nusantara yang ikut serta dalam pawai Festival International TIFAF 2019. 


 Festival International dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019, tepat satu hari sebelum opening ceremony di Stadion Rondong Demang esoknya.Rapat tersebut membahas beberapa poin penting mulai dari keamanan, kesiapan, rute, hingga setiap kelompok seni diberikan kesempatan untuk menampilkan keseniannya didepan panggung utama depan Kedaton.


Merebahkan Ayu Erau 2019


 Ritual merebahkan ayu sebagai puncak akhir dari rangkaian kegiatan acara Erau yang digelar dikeraton (Museum Mulawarman) pada pagi hari ini prosesi merebahkan Ayu dilakukan oleh Bupati Kukar Drs. Edi Damansyah. M.Si dan pejabat Pemkab Kutai Kartanegara, serta dihadiri seluruh kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 Pangkon Luar yang semula bertugas di bagian luar telah bergabung masuk ke dalam istana dan duduk bersila di sebelah pangkon dalam. Sultan dan kerabat duduk berjejer menghadap ke tiang ayu yang di kelilingi oleh dewa dan belian, di atas jalik ada tambak karang, tilam, bantal kuning dan hamparan tapak liman. Sesaat kemudian empat orang kerabat berdiri menghampiri tiang tiang ayu dan memegang sambil menggoyang sebanyak tiga kali, seakan-akan merebahkan sebatang pohon yang kokoh tertanam di tanah dan langsung rebah di atas tilam atau kasur dan bantal kuning, sebagaimana tidur dan beristirahatnya seorang petinggi yang di layani dengan rasa kasih sayang. Setelah Ayu direbahkan, kemudian dilanjutkan dengan ritual Tepung Tawar oleh pawang perempuan atau yang disebut Dewa bini, ritual ini dilakukan sambil memercikan air ke Ayu yang telah dibaringkan dari bagian kepala atau puncak menurun ke bawah ( bagian / renbak / pangkal ) sebanyak tiga kali sambil besawai. Kemudian dewa bini besawai lagi sambil membawa peralatan tepong tawar berjalan duduk hormat dan sembah kehadapan sultan untuk melaksanakan tepong tawar di bagian punggung tangan kanan dan kepala, baru turun ke lutut kiri dan kanan, juga betis kiri dan kanan. Kemudian Sultan di persilahkan mengambil air kembang  bunga tepong tawar untuk dioleskan ke bagian mata kiri dan kanan lalu menyapu dan menyeka bagian muka dan atas kepala.

 Selesai Sultan di tepung tawari, bersilaturahmi sekalian hadirin. pertanda bahwa acara Erau Adat Kutai sudah selesai atau berakhir dan dilanjutkan pula dengan pembacaan do'a selamat yang dipimpin oleh seorang kerabat Keraton sebagai tanda syukur kepada Allah S.W.T bahwa acara Erau Adat Kutai berlangsung sukses.

 Selanjutnya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura serta kerabat Keraton lainnya serta petugas adat, Belian dan Dewa hingga pasukan mulai berpamitan.






Penyucian Diri Dengan Belimbur


 Berbarengan dengan rombongan Prajurit Kesultanan dari Keraton yang membawa Naga Bini dan Naga Laki ke Kutai Lama. Di depan Keraton Kutai, beberapa rangkaian ritual dilaksanakan dimulai dengan beumban, begorok, rangga titi, dan berakhir dengan Belimbur.dalam rangkaian ritual yang dilaksanakan, Belimbur merupakan acara puncak dari rangkaian ritual ini. Dalam ritul Belimbur, seluruh masyarakat antusias mengikuti Belimbur dengan suka cita dan keceriaan sambil basah-basahan. Hal ini juga menjadi ajang masyarakat untuk memperkuat tali silaturahmi antar warga dengan berpartisipasi dalam ritual Belimbur.

 Pada masa sekarang, tradisi Belimbur berkembang menjadi suatu rangkaian acara Erau yang paling ditunggu oleh masyarakat dengan suka cita, bukan hanya masyarakat lokal yang menyambut suka cita Belimbur, tetapi juga ada warga asing atau wisatawan mancanegara yang turut hadir dalam acara adat Erau ini, para wisatawan mancanegara yang memang khusus datang ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk berkunjung sangat antusias menyambut momen Belimbur.

 Belimbur dilakukan setelah prosesi Mengulur Naga selesai. Saat Kapal pembawa naga kembali ke Tenggarong dan di semua kampong atau desa yang di lewati terjadi acara belimbur massal sebagai unsur kehidupan.

 Belimbur bermakna penyucian diri dari pengaruh jahat sehingga orang orang yang di limbur kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah, serta lingkungan dan sekitarnya juga bersih dari pengaruh jahat.






Even Tahunan

Even

Unduh Gratis