Banner 0

Beluluh Awal

Banner 2

Banner 3

Desa Budaya

Banner 5

Buka Erau

Banner 7

Banner 8

Statistik

Hit hari ini : 278
Total Hits : 1,531,572
Pengunjung Hari Ini : 77
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 417,002

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Kolaborasi Pembelajaran Daring, Koreografi Tari Seni Pertunjukan

Kolaborasi pembelajaran melalui daring terus dilaksanakan selama masa pandemi covid-19, kali ini hadir penggerak guru kukar, pelaku seni, penggiat seni, dan praktisi seni dalam kolaborasi pembelajaran melalui daring. Kali ini membahas mengenai koreografi tari seni pertunjukan yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/4/2020).
Hadir kali ini sebagai narasumber dari Gubang, Randa & Bapak Anchariyansa yang menjelaskan mengenai seni pertunjukan itu seperti apa, bagaimana progressnya hingga siapa saja yang terlibat dalam seni dipaparkan dalam pembelajaran daring melalui aplikasi zoom dan siaran langsung YouTube Kota Raja Channel.
Bapak Anchariyansa mengatakan “seni itu bahasa universal, yang bersentuhan langsung dengan manusianya sehingga ketika bicara seni, kita akan bicara rasanya, jadi ketika kita berbicara seni pertunjukan, maka seni itu akan melibatkan semua kalangan khususnya yang ada di Kukar.”Kolaborasi pembelajaran daring berlangsung lancar, sehingga ada diskusi santai yang juga terdapat nilai edukasinya mengenai koreografi tari seni pertunjukan khususnya yang ada di Kutai Kartanegara. Pembelajaran daring tersebut berlangsung kurang lebih selama 1 jam 30 menit.

 Khatam Al-Qur’an Di Dinas Pariwisata

Khatam Al-Qur’an dilaksanakan di perkantoran Dinas Pariwisata hari Jum’at (19/6/2020) pagi. Acara tersebut dilaksanakan sebagai rasa syukur atas pembacaan Al-Qur’an yang dilakukan oleh karyawan-karyawati Dinas Pariwisata selama bulan Ramadhan dirumah masing-masing dengan dibagi setiap juz Al-Qur’an dibaca perorang lalu melakukan laporan via group WA jika sudah selesai membacanya.Acara dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak hingga taka da sesi bersalaman di akhir acara.
Agenda khatam Al-Qur’an dihadiri beberapa pejabat maupun staf Dinas Pariwisata seperti Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi masing-masing bidang, serta ASN baik itu PNS maupun THL ikut hadir dalam acara tersebut.Acara diawali dengan membaca do’a bersama serta do’a haul untuk mendo’akan rekan kerja di Dinas Pariwisata yang sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Setelah do’a dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan membaca surah bersama-sama sebagai tanda khatam bersama.
Di mulai dengan membaca bersama-sama surah Ad-Dhuha sampai surah An-Nas, lalu dilanjutkan dengan membaca do’a khatam Al-Qur’an serta do’a selamat untuk memohon ridho Allah swt ditengah pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia termasuk sektor pariwisata saat ini. Acara ditutup dengan berebut lidi bendera yang sudah dihiasi dengan pernak pernik menarik oleh seluruh karyawan-karyawati Dinas Pariwisata

 Kembali Dibukanya Museum Mulawarman Untuk Pengunjung

Museum Mulawarman kembali dibuka untuk umum pada hari Sabtu (4/7/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada ditengah pandemic covid-19. Beberapa objek wisata di Kutai Kartanegara mulai buka seiring diberlakukannya aturan New Normal untuk tetap beraktifitas sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diharuskan guna memutus rantai virus corona.Sebelum dibuka, UPTD Museum Mulawarman minta bantuan beberapa Personil KODIM 0906 Kutai Kartanegara untuk dilakukan Penyemprotan disinspektan pada komplek Museum Mulawarman yang dikelola Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan memperhatikan protokol tatanan Normal Baru yang didalamnya sudah termasuk protokol kesehatan sesuai surat edaran Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dan surat edaran Bupati Kutai Kartanegara. Fasilitas yang tersedia antara lain tempat cuci tangan dengan Sabun dan penyemprotan tangan serta alat deteksi suhu badan yang dilakukan setiap pengunjung memasuki Museum Mulawarman. Sebelum masuk Museum, pengunjung juga diminta untuk wajib memakai masker.

 Jembatan Pelangi Di Muara Muntai Menarik Kunjungan Wisatawan

Rangkaian lampion aneka warna yang bergantungan diatas jembatan warna warni seolah menyambut kedatangan kami saat tiba di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jum’at (12/6/2020) malam.
Jembatan pelangi, begitulah warga sekitar menyebut jembatan yang terbuat dari kayu ulin ini. Belum beberapa lama jembatan yang digadang-gadang akan menjadi ikon di Kecamatan Muara Muntai khususnya Desa Muara Muntai Ulu ini menjadi cantik seperti sekarang. Tidak sedikit warga maupun pengunjung yang turun dari dermaga langsung melakukan swafoto di area berjarak sekira 100 meter dari pelabuhan tersebut.Kutai Kartanegara kini memang berbenah diri, pasca pemberlakukan new normal oleh pemerintah. Salah satu diantaranya yakni Kecamatan Muara Muntai yang melakukan berbagai inovasi dalam menarik wisatawan dan menumbuhkan kehidupan ekomomi setempat.  
Sebelumnya jembatan ini hanyalah merupakan jembatan kayu ulin bisa namun sejak pertengahan ramadhan puluhan warga yang terdiri dari anak muda ceratif di daerah ini menyulap jembatan kayu tersebut menjadi jembatan yang sangat instagramable.    
Perubahan tempat ini tidak terlepas dari konseptornya yakni Sopan Sopian yang tak lain merupakan anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara, menurutnya ide pewarnaan jembatan itu dilakukan saat menjelang lebaran Idul Fitri kemarin dalam pelaksanannya mengundang puluhan pemuda setempat yang ikut andil dalam mempercantik jembatan.
Kehadiran tempat ini kata dia, diharapakan secara langsung dapat kembali menghidupkan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sempat lesu lantaran pendemi covid-19 yang melanda wilayah Indonesia khususnya Kecamatan Muara Muntai. 


 Istana Bunga Di Jembayan Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung

Objek wisata Istana Bunga di Jembayan memulai hal baru dengan mengikuti protokol kesehatan yang diimbaukan disaat masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Setiap pengunjung diharuskan untuk menjalankan protokol kesehatan yang ada seperti pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki Istana Bunga pada hari Minggu (14/6/2020).Saat pengecekan suhu tubuh dilakukan, akan dilihat apakah suhu tubuh pengunjung masih dikategorikan normal yaitu dibawah 38o derajat selsius.
maka pengunjung boleh memasuki Istana Bunga, jika suhu tubuh di atas yang dikategorikan, maka diimbau untuk tidak masuk area Istana Bunga demi keselamatan bersama.Setelah pengecekan suhu tubuh aman, maka diharuskan untuk selalu menggunakan masker sebelum masuk Istana Bunga, dan selalu mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Protokol kesehatan ini mulai diterapkan saat pemerintah mulai dengan tatanan baru yaitu New Normal agar menghidupkan kembali perekonomian yang melemah saat pandemi covid-19 selama 3 bulan melanda tidak terkecuali objek-objek wisata yang ada di Kutai Kartanegara salah satunya Istana Bunga.


 Bincang Sejarah Asal Muasal Kutai Kartanegara Melalui Daring

Bincang-bincang asal muasal Kutai Kartanegara melalui daring aplikasi zoom dan siaran langsung YouTube Kota Raja Channel hari Jum’at 19 Juni 2020. Agenda ini dihadiri oleh pemateri dari Akademisi Aji Qamara Hakim, Panelis Erwan Riyadi dan Listy GLK, Moderator Suparno Ghopar dan Host Indah Guzel.Perbincangan dimulai dari pembahasan mengenai asal muasalnya Kutai Kartanegara, Ibu Aji Qamara Hakim menjelaskan “Sejarah di Kutai Kartanegara itu banyak sekali, yang menarik ialah nama-nama tempat di Kutai Kartanegara ini memiliki sejarah.” Ibu Qamara Hakim menjelaskan mengenai awal muasal nama Tenggarong.
Perbincangan berlangsung hangat, saling sharing mengenai asal muasal Kutai Kartanegara jadi topik pembicaraan utama pada diskusi kali ini. Banyak hal-hal baru yang disampaikan Ibu Aji Qamara Hakim mengenai asal muasal Kutai Kartanegara khususnya dalam pembahasan kali ini di awali denga nasal muasal nama kota Tenggarong.Perbincangan selesai setelah 60 menit berlalu.
Banyak ilmu yang didapatkan mengenai asal muasal Kutai Kartanegara, terlihat dari banyaknya comment siaran langsung mengapresiasi agenda tersebut. Selama pandemi covid-19, agenda seperti ini akan sering dilakukan agar tetap produktif di era New Normal.

 Berwisata Pantai Dengan Nyaman Dan Aman Ditengah Pandemi Covid-19

Sejak Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo telah mengumumkan rencana mengimplementasikan skenario new normal atau normal baru dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional, beberapa destinasi wisata mulai terlihat buka kembali khususnya di Kutai Kartanegara dalam hal ini wisata pantainya. Pantai Panitra Lopi mulai hari Senin tanggal 1 Juni 2020 kembali buka untuk umum dengan mengikuti protokol kesehatan yang diimbaukan pemerintah.
Sektor pariwisata di Kutai Kartanegara sendiri terhenti selama 3 bulan akibat pandemi covid-19. Adapun pantai Panitra Lopi sudah siap dengan tatanan baru atau New Normal di tempat wisata pantainya.Pantai Panitra Lopi menyiapkan beberapa protokol kesehatan yang diimbau seperti pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki pantai, lalu menyediakan tempat cuci tangan, pengunjung melewati bilik sterilisasi terlebih dahulu, dan selalu menggunakan masker saat dipantai.
Pihak pengelola pantai Panitra Lopi, Ahmad mengatakan “kami dari pihak pantai Panitra Lopi menyediakan handsanitizer herbal buatan sendiri untuk dibagikan kepada pengunjung yang datang”. Pantai Panitra Lopi sudah siap untuk menyambut era New Normal dengan menerapkan protokol kesehatan supaya pengunjung nyaman dana man saat berwisata.

 Beberapa Event Kukar 2020 Batal Akibat Pandemi Covid-19

Terhitung dari pertengahan bulan Maret 2020, situasi penyebaran virus covid-19 di Indonesia mulai meluas, termasuk di Kutai Kartanegara juga ikut terdampak akibat virus yang awal mulanya muncul di Wuhan, Tiongkok ini. Sejak artikel ini dibuat hari Minggu (5/7/2020), sudah beberapa event yang seharusnya dilaksanakan sesuai kalender event yang ada dibatalkan karena pandemi virus corona ini.Adapun beberapa event yang batal akibat covid-19 antara lain :
-    Muara Badak Festival (8 – 17 Maret 2020
-    Pesta Panen Padi & Nutuk Baham (21 – 22 Maret 2020) Kec. Loa Janan
-    Hari Tanpa Bayangan (23 Maret 2020) Kec. Marang Kayu
-    Festival Nasi Bekepor (9 April 2020) Kec. Tenggarong Halaman Unikarta
-    Festival Hari Budaya (10- 12 April 2020) Kec. Tenggarong
-    Nutuk Beham Festival Kutai Adat Lawas (15 – 19 April 2020) Desa Kedang Ipil Kec. Kota Bangun
-    Jelajah Desa Kutai Lama JEDAK (19 April 2020) Kec. Anggana Kutai Lama
-    Upacara Adat Mecaq Undat (3 – 5 Mei 2020) Kec. Tabang Desa Ritan Baru
-    Festival Beduk Saur (12 Mei 2020) Kec. Anggana Sungai Meriam
-    MTB Adventure IX (7 Juni 2020) Kec. Tenggarong
-    Festival Maluhu (14 – 21 Juni 2020) Maluhu Kec. Tenggarong
-    Festival Kampong Seraong (13 – 20 Juni 2020) Kec. Loa Kulu Jembayan
-    Festival Kampong Tuha Kutai Bensamar (25 Juni 2020) Kec. Tenggarong Dusun Bensamar
-    TIFAF Tenggarong International Folk Arts Festival VII (27 Juni – 5 Juli 2020) Kec. Tenggarong

Untuk beberapa event selanjutnya, masih menunggu dan melihat situasi kondisi sekitar terkait penerapan New Normal mulai diberlakukan agar tetap produktif mesti ditengah pandemi covid-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan yang diterapkan.

 Air Terjun Perjiwa, Suasana Yang Masih Asri

Air Terjun menjadi wisata yang asyik untuk berlibur di era New Normal ini, khususnya yang ada di area Tenggarong dan sekitarnya. Dalam hal ini Air Terjun Perjiwa yang letaknya di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang menawarkan keindahan dan suasana yang asri bagi pengunjung yang datang. Dengan hanya membayar Rp. 5.000 per orang, kita sudah bisa menikmati suasana air terjun ini.
Beberapa foto di ambil hari Kamis (2/7/2020) dan sudah dipublikasikan di fanspage FB Visiting Kutai Kartanegara.Disebut air terjun oleh masyarakat sekitar, walaupun lebih kepada aliran air dari ketinggian sekitar 5-6 meter saja, namun air terjun ini sudah dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar sehingga bisa menjadi referensi untuk berlibur menikmati suasana air terjun yang terbilang dekat di kawasan kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Tenggarong, Kalimantan Timur.
Di masa pandemi corona / covid-19 ini, pengunjung tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ada sembari tetap nyaman dan aman dalam berkunjung sambil menikmati suasana air terjun yang masih terbilang asri ini.

 Penyampaian Hasil Rakor Serta Tuan Rumah Rakor Selanjutnya

Di hari ketiga Rapat Koordinasi Pariwisata se Kalimantan Timur, agenda dilanjutkan dengan pembacaan kesimpulan hasil rapat komisi komisi pembidangan pada pagi harinya, Kamis (20/2/2020) bertempat di Ruang Rapat Utama Perkantoran Bupati Panenajam Paser Utara yang dibacakan oleh  Sekretaris Dinas Pariwisata  Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah dilaksanakannya pembacaan hasil rapat, dilanjutkan dengan penunjukan Tuan Rumah Rakor Perangkat Daerah Bidang Pariwisata se Kalimantan Timur pada tahun selanjutnya yaitu 2021 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur. Setelah semua kegiatan pada hari ketiga tersebut dilaksanakan, sesi penandatanganan kesimpulan dan kesepakatan rakor oleh masing-masing Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kota menjadi sesi akhir sebelum dilakukannya penutupan secara resmi pada sesi akhir kegiatan.

Selanjutnya masing-masing Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten / Kota (atau yang mewakili) se Kalimantan Timur melakukan sesi dokumentasi foto bersama di ruang rapat setelah melakukan penandatanganan kesepakatan hasil Rakor dan  foto bersama seluruh peserta rakor di depan gedung kantor Bupati Penajam Paser Utara serta diakhiri dengan Orientasi Lapangan di Pantai Nipah Nipah Penajam.



Even Tahunan

Even