Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 182
Total Hits : 1,578,226
Pengunjung Hari Ini : 46
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 427,938

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Pembuatan Video Protokol Kesehatan Covid-19 Di Pulau Kumala

Objek wisata menjadi bagian yang paling terdampak virus corona atau yang kita kenal dengan covid-19. Tak terkecuali objek wisata Pulau Kumala yang berada ditengah kota Tenggarong. Protokol kesehatan menjadi syarat wajib bagi seluruh tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan massa, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara melakukan persiapan pembuatan video untuk memulai pola hidup baru yang biasa dikenal dengan “new normal” pada hari Rabu (10/6/2020) pagi.
Video ini menjelaskan tentang bagaimana masyarakat tetap bisa berwisata dengan aman tanpa kekhawatiran dengan adanya virus corona. Masyarakat di himbau & diharuskan untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat memasuki objek wisata Pulau Kumala. Adapun protokol kesehatan yang diterapkan seperti wajib menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki Pulau Kumala, pengunjung wajib membawa handsanitizer, selalu mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, hindari kerumunan dan selalu menjaga jarak (social distancing).Dimulai dari seorang pedangan yang biasanya berjualan disekitar area Pulau Kumala merasakan dampak dari virus corona karena penghasilannya menurun sejak ditutupnya objek wisata, namun harapan itu muncul ketika penerapan “new normal” dimulai. Perlahan Pulau Kumala mulai didatangi pengunjung sehingga roda ekonomi bagi pedagang sekitar juga mulai berjalan.Saat antri tiket, diperlihatkan pengunjung mengikuti aturan-aturan protokol kesehatan yang diterapkan untuk menjaga jarak saat mengantri tiket Pulau Kumala.
Video ini sudah ditayangkan di beberapa akun media sosial Dinas Pariwisata untuk terus mengedukasi masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat berwisata di Pulau Kumala maupun objek wisata lainnya yang juga mulai beradaptasi dengan penerapan “new normal”.

 Pembelajaran Daring Koreografi Tari Seni Pertunjukan

Melalui aplikasi zoom, dan disiarkan langsung melalui YouTube Kota Raja Channel, Dinas Pariwisata dan Yayasan Gubang melakukan perbincangan santai serta pembelajaran mengenai koreografi tari seni pertunjukan pada hari senin, tanggal 20 April 2020.Selama masa pandemi covid-19 ini yang juga diharuskan bekerja di rumah, beberapa agenda kegiatan dibatasi sehingga melalui aplikasi zoom dan siaran langsung di YouTube agenda ini bisa terlaksana dengan baik.
Yayasan Gubang melalui Randa Zunardy mengatakan “Kami sebagai seniman, melalui media daring ini sangat mendukung aktivitas kami dalam berinteraksi selama pandemi yangmengharuskan pelaku seni untuk stay at home.” Selain itu, Bapak Anchariyansa mengatakan “Media daring ini membantu pembelajaran disaat pandemic corona, berbicara tentang seni, kami mengemas kesenian dengan konsep tradisi dikemas sekarang itu membuat menarik dan bisa diterima semua kalangan.
”Dalam kesempatan kali ini, perwakilan Dinas Pariwisata melalui Bapak Hery ikut hadir dalam daring tersebut, Bapak Hery mengatakan “selama masa pandemi, kita selalu berkomunikasi dengan Yayasan Gubang untuk tetap aktif berkegiatan melalui daring dan memberikan pelajaran secara daring oleh kawan-kawan Gubang tentang kesenian dalam rangka untuk mendukung Kukar sebagai Kabupaten Kreatif Seni Pertunjukan Nasional”. pembelajaran mengenai koreografi tari seni pertunjukan berlangsung

 Objek Wisata Desa Pela Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Saat penyebaran covid-19 terus meluas, Kepala Desa Pela bertindak cepat terkait objek wisatanya. "Banyak yang kami siapkan dalam upaya mencegah masuknya virus corona ke desa kami, seperti menyiapkan cairan disinfektan, melakukan penyemprotan ke tempat-tempat tertentu, hingga menyiapkan tempat untuk mencuci tangan," ujar Kepala Desa Pela, Supyan Noor, Sabtu (4/4/2020).
Pihaknya bersama tim bahkan sepakat dan telah menutup sementara lokasi wisata yang selama ini dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, yakni objek wisata Danau Semayang yang merupakan habitat Pesut Mahakam.Kemunculan pesut ke permukaan dana inilah yang kerap menarik perhatian para wisatawan untuk datang ke Desa Pela, namun saat ini ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat ini, untuk masuk ke Desa Pela pun harus melalui “hujan” disinfektan yang dipasang di pintu masuk dekat dermaga. Untuk masuk ke desa ini harus melalui Sungai Pela karena lokasi desa memang ada di bantaran Sungai Pela dan di bibir Danau Semayang.


 Menyapa Dari Tempat Wisata Pantai Panitra Lopi Di Era New Normal

YouTube Kota Raja Channel menyapa dari Pantai Panitra Lopi di Muara Badak untuk melihat situasi kondisi disana pada hari Minggu (28/6/2020). Melalui daring atau siaran langsung. Terlihat kondisi Pantai Panitra Lopi menggunakan protokol kesehatan pada setiap pengunjung yang datang.Bapak Arian memulai siaran langsung di Pantai Panitra Lopi dengan keliling pantai sembari memperlihatkan kondisi pantai. Selain mengelilingi pantai, Bapak Arian juga berbincang dengan pengelola Pantai Panitra Lopi, Bapak Ahmad mengenai situasi new normal di pantai.Terlihat beberapa pengunjung bersantai di pantai dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diimbau pihak pengelola pantai seperti selalu memakai masker dan tetap jaga jarak antar pengunjung.
Protokol kesehatan ini terus dilakukan sampai situasi covid-19 susah terkendali secara nasional.Menyapa dari pantai Panitra Lopi melalui daring secara siaran langsung berakhir sekitar 6-7 menit. Info ini sangat membantu bagi pengunjung yang ingin mengetahui situasi objek wisata khususnyan wisata pantai di saat pandemi covid-19.

 Menikmati Air Terjun Suka Alam Di Desa Sukabumi, Kota Bangun

Kutai Kartanegara sangat kaya akan wisata alamnya, terlebih wisata air terjunnya yang tersebar di kecamatan-kecamatan. Salah satunya air terjun Suka Alam di Desa Sukabumi Kecamatan Kota Bangun ini menawarkan nuansa air terjun yang indah, Jum’at (3/7/2020). Lokasinya tidah jauh dengan wisata air terjun kendua raya di Desa Kedang Ipil, karena sama-sama satu jalur saat masuk jalan ke desa.
Pengunjung yang datang tetap harus melaksanakan protokol kesehatan.Tingginya wisata air terjun ini dari atas hingga aliran air turun kebawah sekitar 7-9 meter sangat cocok untuk yang ingin mencoba loncat dari atas ketinggian untuk turun dan berenang di kolam air terjun sembari menikmati suasana yang asri bersatu dengan alam sekitar.
Air terjun ini akan mengalir dengan deras saat musim hujan tiba, adapun saat musim kemarau datang, air terjun ini sedikit menurun volume airnya tetapi tidak membuat aliran air ini mengering ataupun berhenti.

 Kolaborasi Pembelajaran Daring, Koreografi Tari Seni Pertunjukan

Kolaborasi pembelajaran melalui daring terus dilaksanakan selama masa pandemi covid-19, kali ini hadir penggerak guru kukar, pelaku seni, penggiat seni, dan praktisi seni dalam kolaborasi pembelajaran melalui daring. Kali ini membahas mengenai koreografi tari seni pertunjukan yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/4/2020).
Hadir kali ini sebagai narasumber dari Gubang, Randa & Bapak Anchariyansa yang menjelaskan mengenai seni pertunjukan itu seperti apa, bagaimana progressnya hingga siapa saja yang terlibat dalam seni dipaparkan dalam pembelajaran daring melalui aplikasi zoom dan siaran langsung YouTube Kota Raja Channel.
Bapak Anchariyansa mengatakan “seni itu bahasa universal, yang bersentuhan langsung dengan manusianya sehingga ketika bicara seni, kita akan bicara rasanya, jadi ketika kita berbicara seni pertunjukan, maka seni itu akan melibatkan semua kalangan khususnya yang ada di Kukar.”Kolaborasi pembelajaran daring berlangsung lancar, sehingga ada diskusi santai yang juga terdapat nilai edukasinya mengenai koreografi tari seni pertunjukan khususnya yang ada di Kutai Kartanegara. Pembelajaran daring tersebut berlangsung kurang lebih selama 1 jam 30 menit.

 Khatam Al-Qur’an Di Dinas Pariwisata

Khatam Al-Qur’an dilaksanakan di perkantoran Dinas Pariwisata hari Jum’at (19/6/2020) pagi. Acara tersebut dilaksanakan sebagai rasa syukur atas pembacaan Al-Qur’an yang dilakukan oleh karyawan-karyawati Dinas Pariwisata selama bulan Ramadhan dirumah masing-masing dengan dibagi setiap juz Al-Qur’an dibaca perorang lalu melakukan laporan via group WA jika sudah selesai membacanya.Acara dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak hingga taka da sesi bersalaman di akhir acara.
Agenda khatam Al-Qur’an dihadiri beberapa pejabat maupun staf Dinas Pariwisata seperti Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi masing-masing bidang, serta ASN baik itu PNS maupun THL ikut hadir dalam acara tersebut.Acara diawali dengan membaca do’a bersama serta do’a haul untuk mendo’akan rekan kerja di Dinas Pariwisata yang sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Setelah do’a dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan membaca surah bersama-sama sebagai tanda khatam bersama.
Di mulai dengan membaca bersama-sama surah Ad-Dhuha sampai surah An-Nas, lalu dilanjutkan dengan membaca do’a khatam Al-Qur’an serta do’a selamat untuk memohon ridho Allah swt ditengah pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia termasuk sektor pariwisata saat ini. Acara ditutup dengan berebut lidi bendera yang sudah dihiasi dengan pernak pernik menarik oleh seluruh karyawan-karyawati Dinas Pariwisata

 Kembali Dibukanya Museum Mulawarman Untuk Pengunjung

Museum Mulawarman kembali dibuka untuk umum pada hari Sabtu (4/7/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada ditengah pandemic covid-19. Beberapa objek wisata di Kutai Kartanegara mulai buka seiring diberlakukannya aturan New Normal untuk tetap beraktifitas sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diharuskan guna memutus rantai virus corona.Sebelum dibuka, UPTD Museum Mulawarman minta bantuan beberapa Personil KODIM 0906 Kutai Kartanegara untuk dilakukan Penyemprotan disinspektan pada komplek Museum Mulawarman yang dikelola Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan memperhatikan protokol tatanan Normal Baru yang didalamnya sudah termasuk protokol kesehatan sesuai surat edaran Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dan surat edaran Bupati Kutai Kartanegara. Fasilitas yang tersedia antara lain tempat cuci tangan dengan Sabun dan penyemprotan tangan serta alat deteksi suhu badan yang dilakukan setiap pengunjung memasuki Museum Mulawarman. Sebelum masuk Museum, pengunjung juga diminta untuk wajib memakai masker.

 Jembatan Pelangi Di Muara Muntai Menarik Kunjungan Wisatawan

Rangkaian lampion aneka warna yang bergantungan diatas jembatan warna warni seolah menyambut kedatangan kami saat tiba di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jum’at (12/6/2020) malam.
Jembatan pelangi, begitulah warga sekitar menyebut jembatan yang terbuat dari kayu ulin ini. Belum beberapa lama jembatan yang digadang-gadang akan menjadi ikon di Kecamatan Muara Muntai khususnya Desa Muara Muntai Ulu ini menjadi cantik seperti sekarang. Tidak sedikit warga maupun pengunjung yang turun dari dermaga langsung melakukan swafoto di area berjarak sekira 100 meter dari pelabuhan tersebut.Kutai Kartanegara kini memang berbenah diri, pasca pemberlakukan new normal oleh pemerintah. Salah satu diantaranya yakni Kecamatan Muara Muntai yang melakukan berbagai inovasi dalam menarik wisatawan dan menumbuhkan kehidupan ekomomi setempat.  
Sebelumnya jembatan ini hanyalah merupakan jembatan kayu ulin bisa namun sejak pertengahan ramadhan puluhan warga yang terdiri dari anak muda ceratif di daerah ini menyulap jembatan kayu tersebut menjadi jembatan yang sangat instagramable.    
Perubahan tempat ini tidak terlepas dari konseptornya yakni Sopan Sopian yang tak lain merupakan anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara, menurutnya ide pewarnaan jembatan itu dilakukan saat menjelang lebaran Idul Fitri kemarin dalam pelaksanannya mengundang puluhan pemuda setempat yang ikut andil dalam mempercantik jembatan.
Kehadiran tempat ini kata dia, diharapakan secara langsung dapat kembali menghidupkan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sempat lesu lantaran pendemi covid-19 yang melanda wilayah Indonesia khususnya Kecamatan Muara Muntai. 


 Istana Bunga Di Jembayan Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung

Objek wisata Istana Bunga di Jembayan memulai hal baru dengan mengikuti protokol kesehatan yang diimbaukan disaat masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Setiap pengunjung diharuskan untuk menjalankan protokol kesehatan yang ada seperti pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki Istana Bunga pada hari Minggu (14/6/2020).Saat pengecekan suhu tubuh dilakukan, akan dilihat apakah suhu tubuh pengunjung masih dikategorikan normal yaitu dibawah 38o derajat selsius.
maka pengunjung boleh memasuki Istana Bunga, jika suhu tubuh di atas yang dikategorikan, maka diimbau untuk tidak masuk area Istana Bunga demi keselamatan bersama.Setelah pengecekan suhu tubuh aman, maka diharuskan untuk selalu menggunakan masker sebelum masuk Istana Bunga, dan selalu mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Protokol kesehatan ini mulai diterapkan saat pemerintah mulai dengan tatanan baru yaitu New Normal agar menghidupkan kembali perekonomian yang melemah saat pandemi covid-19 selama 3 bulan melanda tidak terkecuali objek-objek wisata yang ada di Kutai Kartanegara salah satunya Istana Bunga.


Even Tahunan

Even