Banner 0

Beluluh Awal

Banner 2

Banner 3

Desa Budaya

Banner 5

Buka Erau

Banner 7

Banner 8

Benner9

Statistik

Hit hari ini : 269
Total Hits : 1,514,523
Pengunjung Hari Ini : 124
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 412,527

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 60 Next > Last >>

 Penyampaian Hasil Rakor Serta Tuan Rumah Rakor Selanjutnya

Di hari ketiga Rapat Koordinasi Pariwisata se Kalimantan Timur, agenda dilanjutkan dengan pembacaan kesimpulan hasil rapat komisi komisi pembidangan pada pagi harinya, Kamis (20/2/2020) bertempat di Ruang Rapat Utama Perkantoran Bupati Panenajam Paser Utara yang dibacakan oleh  Sekretaris Dinas Pariwisata  Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah dilaksanakannya pembacaan hasil rapat, dilanjutkan dengan penunjukan Tuan Rumah Rakor Perangkat Daerah Bidang Pariwisata se Kalimantan Timur pada tahun selanjutnya yaitu 2021 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur. Setelah semua kegiatan pada hari ketiga tersebut dilaksanakan, sesi penandatanganan kesimpulan dan kesepakatan rakor oleh masing-masing Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kota menjadi sesi akhir sebelum dilakukannya penutupan secara resmi pada sesi akhir kegiatan.

Selanjutnya masing-masing Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten / Kota (atau yang mewakili) se Kalimantan Timur melakukan sesi dokumentasi foto bersama di ruang rapat setelah melakukan penandatanganan kesepakatan hasil Rakor dan  foto bersama seluruh peserta rakor di depan gedung kantor Bupati Penajam Paser Utara serta diakhiri dengan Orientasi Lapangan di Pantai Nipah Nipah Penajam.



 Pelaksaaan Rapat Kordinasi Perangkat Daerah Bidang Pariwisata


Rapat koordinasi inti dilaksanakan pada hari ke dua setelah pembukaan pada hari pertama, tepatnya hari Rabu (18/2/2020) pagi, bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Penajam Paser Utara. Dalam rakor inti kali ini, terdapat IV sesi pelaksanaannya yang dilakukan bertahap.

Sesi pertama menyampaikan tentang Strategi Pengembangan Produk Wisata dan Even Dalam Menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) RI oleh Bapak Alexander Reyaan dari Direktur Wisata Alam, Buatan, dan Budaya Kemenparekraf RI, serta dilanjutkan dengan pembahasan Peran Ekonomi Kreatif Dalam Peningkatan dan Strategi Pengembangannya Dalam Menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) Rioleh Bapak Anggara Hayun Anujuprana dari Kepala Pusat Pengembangan SDM yang juga dari Kemenparekraf RI.
Sesi ke II Membahas tentang paparan dan panel diskusi dengan topik Peluang dan Tantangan Pafieisata Dalam Menyongsong Ibu Kota Negara (IKN( RI) oleh Bappeda Kaltim, dilanjutkan dengan pemaparan Konektivitas dan Aksesbilisasi Dukungan Terhadap Pengembangan Pariwisata oleh Dinas Perhubungan Kaltim, lalu setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim serta Dinas PU Kaltim.
Sesi ke III yaitu penyampaian Panelis 9 Asosiasi yang terkait dengan Pariwisata Kaltim yaitu dari Badan Promosi Kaltim, BPD PHRI Kaltim, DPD ASITA Kaltim, ORGANDA Kaltim, IHGMA Kaltim, APJI Kaltim, ICA Kaltim, HPI Kaltim, dan ASPERAPI Kaltim.
Setelah semua sesi dilaksanakan, dilanjutkan pada malam harinya dengan rapat antar bidang pariwisata untuk merumuskan apa saja yang akan ditindak lanjuti untuk dikerjakan masing-masing Kabupaten Kota berkaitan dengan kepariwisataan. Rapat antar bidang pariwisata juga terbagi beberapa sesi, yaitu Rapat Pimpinan, Komisi I Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Komisi II Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Komisi III Bidang Seni Budaya dan Ekraf, serta Komisi IV Bidang Industri Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Wisata. Nantinya hasil dari rapat ini akan disampaikan pada hari ketiga keesokan harinya.

 Pembukaan Rakor Pariwisata Se Kalimantan Timur 2020


Acara pembukaan Rakor (Rapat Koordinasi) Bidang Pariwisata se Kalimantan Timur di Kabupaten Penajam Paser Utara hari Selasa (18/2/2019) malam. Hadir wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi S.Si M.Si, Bupati Penajam Paser Utara, H. Abdul Gafur Mas’ud SE, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Dra. Sri Wahyuni MPP,  Perwakilan dari Kemenpar Alexander Reyaan dan Anggara Hayun Anujuprana Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten / Kota se Kalimantan Timur juga turut hadir dalam pembukaan Rakor Pariwisata yang bertempat didepan Kantor Bupati Penajam Paser Utara.

Dalam pembukaan Rakor ini, sambutan maupun arahan langsung dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi S.Si M.Si yang mengingatkan untuk seluruh stakeholders bidang Pariwisata Kalimantan Timur agar selalu menjaga kolaborasi serta kerjasama dalam bidang kepariwisataan.

“harus ada kerja keras untuk membangun potensi pariwisata di Kalimantan Timur agar bisa bermanfaat” kutipan dari penyampaian Bapak H. Hadi Mulyadi S.Si M.Si dalam isi pidato nya kepada peserta  Rakor dan  Kepala Dinas Kabupaten Kota se Kalimantan Timur. Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Dra. Sri Wahyuni dalam sambutannya yaitu, mengenai fokus  kerjasama dan pengembangan / pembangunan  pariwisata yang akan datang.
Dalam pembukaan Rakor juga terdapat ceremony pertukaran cendramata dari Pemerintah Kabupaten  Penajam Paser Utara kepada Wakil Gubernur Kaltim, Narasumber dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten/ kota, serta pertukaran cinderamata  antar masing-masing peserta Rakor.  Setelah prosesi pertukaran cendramata antar Kabupaten Kota, acara pembukaan Rakor ditutup dengan memukul alat musik khas Penajam Paser Utara yaitu Pemetek (gendang khas PPU) yang berarti dibuka secara resmi Rakor Pariwisata se Kalimantan Timur oleh jajaran pejabat seperti  Wakil Gubernur Kaltim, Bupati dan Muspida Pemerintah Penajam Paser Utara, Narasumber Kementrian Pariwisata dan Ekraf, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi.

 Peristiwa Merah Putih Sangasanga

Apel peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga dihadiri jajaran pemerintah Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar, para Veteran, Pimpinan Ormas, Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama dan undangan lainnya. Bertempat di lapangan Bola Pertamina EP Aset 5 Field Sangasanga, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Upacara Parade Peristiwa Merah Putih digelar pada hari Senin 27 Januari 2020.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. hadi Mulyadi menjadi Inspektur upacara, dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan sekaligus berpesan kepada generasi muda saat ini untuk terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan untuk generasi yang lebih tua untuk memberikan iformasi dan pengetahuan sejarah kepada generasi muda, dengan harapan para generasi penerus ini tidak mudah di pengaruhi paham asing.
Beliau mengingatkan bahwa dengan keberagaman suku serta enam agam yang ada di Indonesia menjadi resiko besar sebuah Negara terpecah belah, seperti yang terjadi di beberapa Negara kecil. Isu SARA yang menjadi asal mula perpecahan. Sehingga kita warga Sangasanga khususnya yang 73 Tahun menjaga persatuan, harus bersukur dengan keberagaman ini kita msih tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. Diakhir upacara dilanjutkan dengan pemberian syal merah putih kepada Wakil Gubernur H. Hadi Mulyadi, para veteran, ketua DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kukar serta Bupati Kutai Kartanegara. 
Setelah Upacara, ditempat yang sama, para undangan dan pengunjung yang hadir menyaksikan pertunjukan Opret yang menggambarkan Perjuangan Peristiwa Merah Putih Sangasanga 27 Januari 1947 tahun silam. Selanjutnya, setelah upacara selesai, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Hadi Mulyadi, Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Privinsi Kaltim dan Kukar, rombongan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Wadah Betuah, Kecamatan Sangasanga. para penjiarah melakukan doa bersama serta menaburkan bunga pada makam pahlawan yang gugur pada 1947 silam.

 Haul Akbar Alhabib Muhammad Bin Ali Bin Hasan Bin Toha Bin Yahya


Ribuan jameah trut hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Solalulahualaihiwasalam dan Haul Akbar Alhabib Muhammad Bin Ali Bin Hasan Bin Toha Bin Yahya dengan gelar Pangeran Noto Igomo ke 75 beserta para Sultan Kutai Kartanegara. Telah berlangsung pada Minggu tanggal 24 November 2019, yang berlangsung di aula makam Kelambu Kuning Tenggarong. Sayyid Muḥammad bin ‘Alī bin Ḥasan bin Ṭāhā bin Yaḥyā al-‘Alawī dikenal dengan gelar Pangeran Noto Igomo adalah seorang ulama Indonesia kelahiran Hadramaut yang menjadi mufti Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura pada masa kekuasaan Sultan Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910).
Noto Igomo adalah gelar yang diberikan oleh Sultan Aji Muhammad Alimuddin, gelar tersebut adalah gelar tertinggi yang diberikan pihak kesultanan karena jasa - jasanya dalam mengembangkan agama Islam Sultan Aji Muhammad Alimuddin memberi jabatan penghulu dan mufti kesultanan yang memiliki wewenang penuh untuk mengurus segala persoalan kesultanan yang berkaitan dengan keagamaan kepada Habib Muhammad bin Yahya.
Dia juga memperoleh gelar kehormatan dari Sultan dengan gelar "Raden Syarif Penghulu", kemudian gelar tersebut dilanjutkan dengan gelar "Pangeran Noto Igomo". Selama memangku jabatan tersebut, Pangeran Noto Igomo mengajarkan agama Islam seperti hukum-hukum syariat maupun tasawuf kepada masyarakat Tenggarong dan sekitarnya Pada tanggal 26 Rabiul Awal tahun 1366 Hijriyah atau bertepatan dengan 17 Februari 1947 Masehi, Habib Muhammad bin Yahya gelar Raden Syarif Pangeran Noto Igomo wafat. Jenazahnya dimakamkan di komplek Makam kelambu kuning, Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Peristirahatan terakhirnya tersebut berdekatan dengan makam istri dan mertuanya, Sultan Aji Muhammad Alimuddin. Saat ini, Komplek pemakaman Sultan Aji Muhammad Alimuddin dan Pangeran Noto Igomo telah dijadikan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

 Kunjungan Wisatawan Belanda Ke Jam Bentong


 Jam Bentong / Tenggarong Visitor Center (Pusat Informasi Pariwisata) hari Rabu (30/10) kedatangan wisatawan asal Belanda datang berkunjung untuk mengetahui informasi pariwisata yang ada di Kutai Kartanegara. Wisatawan ini dibawa oleh Tour Guide, Innal Rahman dari Samarinda untuk berkunjung ke Kutai Kartanegara.

 Menariknya, wisatawan ini datang sebagai pecinta sepeda atau yang kita kenal dengan Gowes, mereka sempat menjajal kota Samarinda ke Tenggarong menggunakan Mountain Bike (sepeda gunung) nya hingga akhirnya singgah ke Jam Bentong.

 Di Jam Bentong, wisatawan para pecinta sepeda asal Belanda ini berkeliling sambil melihat koleksi - koleksi foto mengenai destinasi - destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara dan  melihat replika situs Yupa.

 Setelah melihat koleksi-koleksi foto destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara & mendapatkan Travel Guide beserta brosur pariwisata, wisatawan tersebut menyempatkan untuk membeli oleh-oleh gantungan kunci serta magnet dengan gambar kearifan lokal Kutai Kartanegara yang tersedia di Jam Bentong.




 Kunjungan Dan Dialog Wisata SMKN 15 Samarinda Ke Jam Bentong


 Kunjungan wisata yang di lakukan SMKN 15 Samarinda Ke Jam Bentong, memang sebagai agenda rutin, tak hanya berkunjung, namun para pengunjung ini juga akan melakukan Dialog wisata menjadi agenda rutin yang dilakukan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara dalam mengenalkan potensi - potensi wisata di Kutai Kartanegara yang meliputi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.


 Dalam kunjungan dan dialog pada hari ini pada hari Kamis (31/10), SMKN 15 Samarinda menjadi tamu yang datang berkunjung sekaligus melakukan dialog wisata bersama Dinas Pariwisata yang berlokasi di Jam Bentong atau Pusat Informasi Pariwisata yang terletak di samping jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong. Dalam dialog kali ini, Dinas Pariwisata diwakili Kasi Promosi Wisata, Bapak Drs. Triyatma sebagai narasumber untuk menjelaskan berbagai macam destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara sehingga menjadi wawasan baru bagi sisiwa - siswi SMKN 15 Samarinda yang menyimak penjelasan dalam dialog wisata.


 Setelah menyampaikan paparannya Drs. Triyatma, mengenai destinasi wisata yang ada di Kutai Kartanegara, bheliau membuka serta melakukan sesi tanya jawab bagi peserta dari SMKN 15 Samarinda baik itu pertanyaan untuk guru maupun siswa yang mengikuti dialog wisata.


 Sesi tanya jawab berlangsung hangat, antusias para pesrta begitu bersemangat ingin mengetahui mengenai objek wisata yang berada di Kutai Kartanegara, dan berkaitan dengan wisata maupun budaya yang ada di Kutai Kartanegara, peserta dari SMKN 15 Samarinda memberikan apresiasi bahwa kegiatan seperti ini penting untuk mengedukasi generasi muda khususnya anak-anak sekolah agar mengetahui wisata-wisata maupun sejarah yang ada di Kalimantan Timur khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.






 Workshop Standar Manajemen Panggung Event Festival


 Wokhshop Standar Manajemen Panggung Event / Festival yang berlangsung sehari di Pondok Jajak Indah Tenggarong, dihadiri dari berbagai penyelenggara even yang berada di Kutai Kartanegara, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari seniman Alumni IKJ Jakarta Sdr. Adji Nur Ahmad. Acara workshop ini di buka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata yang di wakili Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witontro, sekaligus membuka acara Workshop ini.

 Dalam kesempatannya Drs. Witontro menyampaikan bahwa dengan hadirnya narasumber ini maka dengan pengalaman – pengalaman beliau yang ada di Jakarta tentunya dapat di tularkan kepada kita sebagai penyelenggara even dan menjadi pembelajaran untuk para peserta karna beliau sebagai penyelenggara event ibukota. Dalam mempersiapkan sebagai penyelenggara even di ibukota Negara, maka Ada 3 hal yang perlu di tekankan ke pada peserta untuk meningkatkan kunjungan wisata, pertama harus menyiapkan pelaksanaan promosi yang secara masip, dengan tujuan supaya orang luar tau, kita melihat baik dari dalam maupun luar Kaltim, bahkan yang dari Kota Balikpapan 2,5 juta kunjungan per tahun, Samarinda 2, 1 juta pertahun, dan Tenggarong 1,7 juta pertahun, dan kalu di kalkulasikan ada sekitar 6, 5 juta yang berada di sekitar Kukar.


 Dan di lihat untuk top ten wisnus dan lima besar wisman itu putarannya hanya di samboja, Tenggarong, dan di kawasan Pantai. Jadi peluangnya sangat besar, apa lagi nanti akan menjadi Ibukota Negara, pasti akan lebih banyak. Jadi tugas kitalah sebagai penyelenggara even, untuk mempromosikan supaya mereka tahu dan mereka juga bisa merencanaka perjalanan serta anggaran ke destinasi wisata di Kukar. Konsekuensi kita sebagai penyelenggara even, kita harus bisa menjalankan even sesuai ekspektasi para pengunjung nantinya.

 Sebelum Tanya jawab antar peserta dan narasumber, Sdr. Adji Nur Ahmad sedikit menyampaikan mengenai penyelenggara even, Jadi tantangan kita adalah bagaimana kita dapat meningkatkan penyelenggaraan even, di harapkan dengan workshop ini kita dapat memaksimalkan kemasan even kita supaya bisa optimal. Semoga kita bisa menyerap ilmu yang di berikan oleh Adji nur ahmad, mudahan dengan pengalamn beliau karna beliau seniman alumni IKJ Jakarta, beliau berkecimpung di site manager, festival director.

 Dimulai dari cara berpikir kita, bahwa aka nada konsekuensi dari pekerjaan kita sebagai penyelenggara even, kita harus siap untuk repot, karna kerepotan kita lebih banyak daripada para pekerja di bidang lain. Jadi meskipun di luar jam kerja atau di hari libur, kita harus siap selalu menerima informasi. Kita harus selalu siap menerima pertanyaan baik dari tim maupun rekan kerja kita. Kita juga di tuntut untuk memahami dasar – dasar manajemen,




 Pelepasan Partisipan TIFAF VII Tahun 2019


 Setelah sepekan pagelaran kesenian bertarap internasional berlangsung di Kutai Kartanegara yang bertema Tenggarong Internasional Folk Arts Festival (TIFAF) ke 7 tahun 2019 berjalan dengan sukses dan meninggalkan banyak moment cerita indah bagi para partisipan maupun masyarakat Kutai Kartanegara, terutama yang berada di Tenggarong. Ucapan terimakasih di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kab Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP kepada masyarakat Kukar dan semua pihak yang telah bekerjasama mensukseskan gelaran Internasional ini.

 Dalam kesempatannya saat memberikan laporan, Kepala Dinas Pariwisata Kab Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP. menyampaikan, pelaku seni yang terlibat adalah partisipan internasional sebanyak 6 negara dengan jumlah personil 131 orang, partisipan dari luar Kaltim berjumlah 20 orang sedangkan partisipan dari Kutai Kartanegara sendiri sebanyak 79 Kelompok seni dan paguyuban dengan total 1542 orang. Rangkaian agenda pada TIFAF berjalan dengan aman, lancar dan sukses. Venue utama yang berada di Stadion Rondong Demang ramai di kunjungi masyarakat begitu juga panggung dilapangan basket pinggir turap Kelurahan Melayu dan juga Street Stage yang dilakukan di Pulau Kumala.

 Sebagai bagian dari 100 Wonderful Event Indonesia, TIFAF VII tahun 2019 mendapat dukungan langsung dari Kementrian pariwisata berupa penayangan Promosi TIFAF di salah satu TV swasta, publikasi di media Digital dan produksi tarian masal berikut Live musik pengiring saat pembukaan TIFAF. Pada setiap tahunnya pasti ada perbedaan tampilan, dan pada tahun ini selain menampilkan Kesenian rakyat dari negaranya para partisipan TIFAF juga berbagi wawasan tentang budaya dan profil negaranya kepada 6 sekolah di Tenggarong yaitu sekolah SMAN 1 Tenggarong, SMAN 2 Tenggarong, SMAN 3 unggulan Tenggarong Sebrang, SMKN 1 Tenggarong, SMA YPK dan MAN Tenggarong. “Siswa-siswa sekolah yang dikunjungi juga menampilkan berbagai atraksi mulai seni tari, musik, pencaksilat, Drum band hingga kreasi baris berbaris sehingga ada interaksi yang terjalin,”

 Dan setiap tahunnya yang juga di tunggu oleh para partisipan ialah mengikuti ekshibisi permainan tradisional antar negara, yakni lomba kelompanjang, lomba engrang, begasing, menyumpit, dagongan. Partisipan Rusia merupakan juara umum pada lomba permainan tradisional Kutai.






 Jepen Kreasi Jepen Kanak Belio


 Berlokasi di Pulau Kumala Tenggarong, salah satu obyek wisata unggulan Kukar ini, setiap sore menampilkan kesenian tari baik dari dalam maupun luar negeri selama TIFAF berlangsung. perwakilan dari daerah Kukar menampilkan beberapa tari diantaranya tari khas Kutai.

 Jepen Kanak Belio ialah sebuah karya tari yang merupakan interprestasi tentang kehidupan anak – anak di masa lampau dan mungkin masih ada saat ini yang menjajakan kue buatan rumah kepada masyarakat sekitar dengan berjalan kaki dan berteriak O Lioo. Sebuah poteret kehidupan ini di padukan bersama ragam gerak tari Jepen dengan menggunakan property Lewang sebagai wadah kue. Suasana riang gembira dan suka duka selam menjajakan kue tersebut coba diisaratkan dalam sebuah tari Jepen kreasi.

 Jepen Pecoh Kanak Halus ini menceritakan atau mevisualkan pada masa anak – anak yang sedang bermain bersama temannya, dengan sangat gembira, meskipun lelah berlari kesana kemari namun tak dirasakan, tarian ini juga di masukkan dalam tari Jepen Kreasi.

 Berlanjut dengan komunitas tari bernama Gubang Kids Community, membawakan tari Tebengang Marang, yang memiliki sinopsis yaitu sebuah garapan tari yang mengadaptasi tentang kehidupan Burung Enggang yang sedang menikmati keindahan alam Kalimantan yang penuh pesona. Dengan gerakan yang begitu lembut dan energik bersinergi dengan iringan musik sampeq yang begitu indah sehingga menambah eksotik setiap gerak dan dentingan yang tergambarkan secara nyata.




Even Tahunan

Even