Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 38
Total Hits : 1,727,531
Pengunjung Hari Ini : 20
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 468,335

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Road To Swara Kutai Hearing Session 2021 Bejalan Sukses

Event dengan skala kecil “Road to Swara Kutai Hearing Session 2021” hari Jum’at malam, 18 November 2021 berjalan dengan lancar. Selamat untuk para seniman musik Kutai Kartanegara yang ikut berpartisipasi dan lagu lagunya nanti akan dipromosikan di platform digital. Bapak Drs. Sunggono MM selaku Sekretaris daerah Kab. Kutai Kartanegara, bapak Wiyono dan Akbar Haka selaku ketua dan wakil ketua Kekraf Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Pariwisata Kukar beserta jajaran serta semua pihak ikut berpartisipasi dalam kegiatan melalui supportnya.
Dalam acara ini juga ada penayangan Video Clip Akbar Haka dengan single terbarunya yaitu Sampai Hati Beneh dan special perform langsung dari pemenang-pemenang Road To SWARA KUTAI. Juara 1 yaitu Wawanhei - Aji Sefty dengan lagu (Nyenam Hati), dan Juara 2 yaitu Novand Gavila - Dani Galih dengan lagu (Ndak Dengannya). Acara dilaksanakan di Gudung Kekraf, Distorsi area Taman Kota Raja Tenggarong. Protokol kesehatan tetap diterapkan selama acara berlangsung.

 Acara Penayangan Pemenang Road To Swara Kutai

 Istana Bunga Jembayan Tetap Melaksanakan Protokol Kesehatan

Seiring berjalannya waktu, situasi covid-19 di Indonesia khususnya Kutai Kartanegara mengalami penurunan yang cukup baik.awalnya berada di level 4, kita berangsur membaik ke level 3 hingga level 1 terhitung pada awal November 2021. Objek wisata di Kutai Kartanegara khususnya swasta tetap memberlakukan protokol kesehatan dalam objek wisatanya, salah satunya Istana Bunga Jembayan Kecamatan Loa Kulu. Tempat cuci tangan, pengukur suhu badan, hingga wajib menggunakan masker terus dilakukan walaupun level situasi covid berangsur menurun.Salah satu wisatawan asal Kota Bangun, Rurin Novita mengatakan “disini bagus pemandangannya, protokol kesehatan juga diterapkan disini”. Senada dengan wisatawan asal Kota Bangun, wisatawan asal Marangkayu, Ridwan mengatakan “kami lebih merasa aman disini karena protokol kesehatan diterapkan dengan ketat” ujarnya. Pengunjung Istana Bunga Jembayan berasal dari beragai macam Kecamatan, seperti Kota Bangun, Marangkayu, dan Tenggarong.

 Pantai Duta Pemedas Samboja Tetap Ramai Meski Di Hari Biasa

Pantai Duta Pemedas Samboja menawarkan kearifan lokal yang indah, dikonsep dengan sedemikian rupa sehingga pengunjung atau wisatawan bisa menikmati indahnya pantai sembari makan maupun minum yang telah disediakan di sekitar area untuk dibeli. Pohon-pohon berdiri tegak dipantai menjadi wadah yang nyaman untuk pengunjung maupun wisatawan berteduh sambil makan-makan bagi yang membawa bekal makanan sendiri. Di kawasan depan juga terdapat gazebo-gazebo yang dibangun untuk duduk di pinggir pantai sembari menikmati angin yang nyaman. Ada juga jembatan yang terbentang ke depan pantai hingga pertengahan pantai yang cantik untuk area berfoto keluarga maupun foto sendiri Ada replika kapal bertuliskan pesona Indonesia, ada juga desain unik seperti bentuk bintang dan lain-lain. di ujung jembatan terdapat tulisan Pantai Duta Pemedas Samboja tepat menghadap ke laut sehingga panorama air laut pinggir pantai sangat terasa disini. Pengunjung terlihat tetap ramai meski saat itu hari biasa/hari kerja. Orang-orang selepas bekerja senang menghabiskan waktu siang atau sore disini untuk sekedar refresingkan diri. Ada yang membawa sekeluarga, ada juga yang membawa pasangannya. Pengunjung akan terlihat sangat ramai saat akhir pekan tiba. Protokol kesehatan juga tetap diterapkan khususnya di sekitar area pantai.

 Lamin Etam Ambors, Rekreasi Keluarga Dengan Wahana Lengkap

Lamin Etam Ambors merupakan wahana Outbound dan Pemancingan yang terletak di desa Tani bhakti Km 28, Samboja , Kutai Kartanegara. Akses jalan menuju Obyek wisata “Lamin Etam Ambors” cukup baik. Obyek dan daya tarik Obyek wisata “Lamin Etam Ambors” ini menawarkan berbagai macam fasilitas diantaranya Gajebo Villa, Gedung pertemuan lamin etam, Gajebo Outdor, Panggung Joglo, Electone, musolla, dan arena permainan, Diantaranya Titanik, Tangkap Ikan / belut, Gepuk Bantal, Trip trans Borneo, Joget Kursi, Kudeta Raja, Tarik Tambang eksekutif, Ring Toes, Friendshiep circle, Tupai Pohon, Rebut balon, dll., wahana permainan yang tersedia diantaranya Flying fox, sepeda air, perahu dayung, Tunggang Kuda, Motor ATV kecil dan besar, Kereta Thomas, Trampholin, bola air, yang semua hharga tiketnya dari Rp. 10.000; s/d Rp.30.000. Pengunjung yang datang ke Lamin Etam Ambors setiap harinya cukup banyak, terlebih saat libur nasional maupun saat akhir pekan. Tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu untuk anak-anak Rp. 10.000 dan Dewasa Rp. 15.000. disaat situasi kita masih terdampak pandemi covid-19, protokol kesehatan menjadi standar yang harus dilakukan untuk pengunjung maupun petugas di Lamin Etam Ambors guna mencegah penularan virus.

 Sejarah Tentang Pahlawan Nasional, Sultan Aji Muhammad Idris

Siapakah Sultan Aji Muhammad Idris? Sebagai salah satu Raja / Sultan yang pernah berkuasa di Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bagaimanakan sosok dan perannya sehingga ia pantas untuk mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional sebagaimana gelar yang telah diberikan kepada ayahanda mertuanya yaitu La Madukelleng sebagai pahlawan nasional.
Ia merupakan satu-satunya Sultan yang rela meninggalkan tahta kerajaan di Kutai untuk berjuang lintas daerah melawan kolonialis Belanda. Suatu sikap nasionalisme yang tinggi telah diperlihatkan Sultan Adji Muhammad Idris pada masanya.
Fakta dan data sejarah perjuangan Sultan Adji Muhammad Idris yang gigih melawan penjajah kolonialis Belanda di awal abad XVIII cukup mendukung untuk ditetapkan ia sebagai seorang Pahlawan Nasional seperti yang telah dianugerahkan sebelumnya kepada La Maddukelleng, seorang Putra Indonesia asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Pada masa pemerintahan Aji Muhammad Idris (1735-1778), seluruh wilayah Kutai Kertanegara atau Kalimantan Timur umumnya telah menerima Islam. Keberpihakannya pada Islam tidak tanggung-tanggung. Dia merupakan penguasa Kutai Kartanegara pertama yang memakai gelar sultan. Sultan Muhammad Idris kemudian membentuk jajaran khusus yang bertugas semacam kadi, yakni menangani persoalan agama di seluruh Kutai Kartanegara
Dalam sejarah panjang Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, nama Sultan Aji Muhammad Idris memiliki tempat tersendiri. Nama beliau melekat dalam sanubari pada banyak orang, tidak saja di Kalimantan Timur, tetapi juga di Sulawesi Selatan. Perjuangannya telah menjadi satu model baru dalam melihat bagaimana kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara di masa lalu, membangun kerjasama dalam mengusir penjajah. Sultan Aji Muhammad Idris dengan kesadaran penuh, meninggalkan tahtanya demi membantu mertuanya, La Maddukelleng yang ketika itu dihadapkan pada situasi yang sangat sulit, membantu membebaskan Kerajaan Wajo dalam cengkeraman VOC Belanda.
Sultan Adji Muhammad Idris dikenal sebagai tokoh yang sangat penting dalam sejarah perjuangan kerajaan Kutai Kartanegara. Ia adalah satu-satunya raja dan pemimpin dari kerajaan Kutai yang berjuang dengan gigih, militan dan tanpa
kompromi mengusir penjajah Belanda. Dibawah pimpinan Sultan Adji
Muhammad Idris dengan kekayaan yang dimiliki kerajaan Kutai. Kutai membeli
senjata dan mesiu yang diselundupkan dari Brunei, Solok, dan Mindanau.
Persenjataan tersebut merupakan persiapan untuk memerangi VOC Belanda. Pada masa kekuasaan Sultan Adji Muhammad Idris, berkat kekuasaan dan pengaruh diplomasi dan kewibawaannya ia berhasil mengkoordinir kekuatan pasukan tempur yang direkrutnya dari pejuang Kutai, Pasir, Sambaliung, dan Pangatan. Pasukan kekuatan tersebut berkekuatan kurang lebih 800 orang termasuk perwira dan prajurit Sepangan Raja Kesultanan Kutai. Pada saat penyerangan kerajaan Islam Wajo terhadap Benteng Ford Roterdam (di Ujung pandang) pada 1739, Adji Muhammad Idris dengan gagah berani ikut dalam penyerangan tersebut.
Sultan Adji Muhammad Idris tahun 1739 menemui ajalnya, yaitu saat kuda yang ditumpanginya terperosok masuk lubang jebakan yang dibuat oleh suruhan Aji Kado dan Kerajaan Gowa Tallo sehingga beliau tidak dapat tertolong. Menjelang ajalnya Sultan Adji Muhammad Idris menitipkan Keris Buritkang (Pusaka kerajaan Kutai) kepada La Barru dan berpesan agar keris tersebut disampaikan kepada Adji Puteri Agung di Tanah Kutai kelak diserahkan kepada puteranya yang berhak menjadi raja.
Namun belum ditemukan data yang pasti apa penyebab Sultan Adji Muhammad Idris wafat. Namun sejarawan Unhas, Prof.Dr.H.A.Zainal Abidin Farid (alm) dalam bukunya ‘Kiat-kiat Kepahlawanan La Maddukkelleng Arung Matoa Wajo dalam Usaha Mengusir Orang-orang Belanda dari Makassar dalam peperangan melawan Belanda di Makassar’’ terbitan Pemkab Wajo (1994), memperkirakan Sultan terluka dalam suatu perang ketika dilakukan penyerangan terhadap Belanda di Makassar, lalu dibawa kembali ke Wajo, kemudian wafat serta dimakamkan di kampung halaman mertuanya.
Sultan Adji Muhammad Idris kemudian tercatat dalam catatan lama di Sulawesi Selatan dengan gelar Darise Daenna Parasi Petta Kutai Petta Matinro ri Kawanne.
Sultan Aji Muhammad Idris Yang merupakan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang ke 14 dimakamkan di Komplek makam Pahlawan Nasional Lamaddukelleng yang terletak sekitar 200-an meter arah selatan Lapangan Merdeka di Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Putra Mahkota Beliau yaitu Aji Imbut yang dikenal juga sebagai pendiri Kota Tenggarong meneruskan tahta beliau dan memindahkan kerajaan dari Kutai Lama ke Tangga Arung/Tenggarong.
Pemugaran makam Sultan Aji Muhammad Idris pernah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2012 lalu. Pemugaran ini dilakukan sebagai upaya pelestarian cagar budaya dan menghargai jasa Sultan Aji Muhammad Idris dan juga Pahlawan Nasional La Madukelleng.
Note : dari berbagai sumber (Fanspage FB Visiting Kutai Kartanegara)

 Total 33 Karya Masuk Di Road To Swara Kutai

Kita sudah mempunyai banyak lagu lagu Pop Kutai kebanggaan diera Seniman seniman besar pendahulu Etam yang lagu lagunya abadi sampai hari ini. Sekarang Giliran generasi Etam menambah Perbendaharaan nya. Sebelum album kompilasi SWARA KUTAI dirilis tahun depan. Ikuti Road to SWARA KUTAI challenge, dan dicari 2 Pemenang untuk dijadikan portofolio nya. (Contoh sebelum album penoh beisi 10 lagu) dari tanggal 03 - 08 November 2021. Syarat dan ketentuan terdapat di gambar.
Terima kasih banyak Untuk Dengsanak yang Dah Submit Karyanya! Karyanya luar biasa bagus, jumlah yang submit sudah tembus angka 33 karya!. Informasi pemenang akan kami kabarkan via email. Mudah-mudahan tahun berikutnya, semakin banyak yang bisa kita kolaborasikan jadi full album untuk kompilasi nya.

 PPJI Jasaboga Menawarkan Produk Menarik Di Pakem Expo 2021

PPJI (Perhimpunan Penyelenggara Jasaboga Indonesia) menempatkan tempat di Pakem Expo 2021 bertempat di lapangan parkir PKM (Puteri Karang Melenu) Tenggarong Seberang. Perhimpunan Penyelenggara Jasaboga Indonesia menampilkan berbagai macam produk lokal buatan sendiri, mulai dari kerajinan-kerajinan tangan seperti manik-manik, baju-baju dengan konsep kerajinan tangan, kipas tangan, botol-botol, hingga kerajinan-kerajinan tangan lainnya yang bernilai jual. Acara Pakem Expo 2021 berlangsung dari hari Jum’at tanggal 5 November 2021 sampai hari Minggu tanggal 14 November 2021. Berbagai macam acara ada di Pakem Expo termasuk city branding Kutai Kartanegara yaitu Kukar Asia Wonders. Dalam rangkaian acara Pakem Expo juga menampilkan Fashion Show Adat Kutai, hingga permainan-permainan tradisional untuk kembali mengangkat suasana tradisional dimasa sekarang. Stand pameran PPJI (Perhimpunan Penyelenggara Jasaboga Indonesia) terlihat ramai saat pembukaan awal expo berlangsung.

 Fashion Show Adat Kutai 2021 Di Pakem Expo

Fashion Show Adat Kutai 2021 merupakan ajang unjuk kebolehan mengenakan pakaian adat Kutai maupun adat Nusantara. Ada dua yang dikategorikan yaitu untuk kategori A Baju Adat Tradisional Nusantara. Sedangkan kategori B yaitu baju Adat Kalimantan Timur khusunya Adat Kutai. Adapun pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 31 Oktober sampai 10 November. Teknikal meeting dilakukan pada tanggal 11 November. Biaya yang dikenakan untuk pendaftar yaitu Rp. 125.000. Acara berlangsung di panggung Pakem Expo, Area Parkir Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang pada tanggal 13 November. Simak syarat dan ketentuannya lebih lengkap bisa menghubungi Dara Alvi : 0853-4998-2594.

 Berkarya Dengan Lagu Kutai Ciptaan Sendiri Di Road To Swara Kutai

Road to SWARA KUTAI (Album Kompilasi) / mengajak seluruh dengsanak dengsanak seniman, Musisi, Penulis lagu kanak-kanak Muda di Kutai Kartanegara untuk berpartisipasi membuat karya untuk menambah Perbendaharaan lagu lagu Kutai Etam yang tercinta, Supaya generasi muda di Odah Etam betambah kecintaannya dengan lagu lagu berBahasa Kutai. Kita sudah mempunyai banyak lagu lagu Pop Kutai kebanggaan diera Seniman seniman besar pendahulu Etam yang lagu lagunya abadi sampai hari ini. Sekarang Giliran generasi Etam menambah Perbendaharaan nya. Sebelum album kompilasi SWARA KUTAI dirilis tahun depan. Ikuti Road to SWARA KUTAI challenge, dan dicari 2 Pemenang untuk dijadikan portofolio nya. (Contoh sebelum album penoh beisi 10 lagu) dari tanggal 03 - 08 November 2021. Syarat dan ketentuan terdapat di gambar.

Even Tahunan

Even