Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 82
Total Hits : 1,727,575
Pengunjung Hari Ini : 23
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 468,338

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Alumni Teruna Dara Kukar Jadi Finalis Most Man International Indonesia

Putera asal Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rafif Fitra Yasa Nugraha, lahir di Tenggarong 19 Oktober 2002, berhasil masuk menjadi salah satu Finalis pada ajang Most Man International Indonesia 2021. Pemuda hitam manis dengan tinggi 180 cm yang akrab disapa Rafif ini , menjadi pemuda pertama dari Kota Raja Tenggarong yang masuk dalam jajaran Finalis Most Man International Indonesia Tahun 2021. Ada beberapa bakat dan talentan dari Rafif yang merupakan 5 besar Pemilihan Teruna Dara Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2021. Pada Pemilihan Taruna Dara Rafif menyabet Best Presentation. Rafif merupakan wajah baru di dunia model di Kota Raja Tenggarong, tetapi mempunyai semangat dan keinginan yang kuat untuk menjadi seorang model yang professional. Pada ajang Most Man International Indonesia ini merupakan ajang pertama bagi Rafif dalam pemilihan model yang diikutinya di luar Kota Raja Tenggarong.
Visi dan misi Most Man International Indonesia ini konsen pada pariwisata daerah, permasalahan sampah plastik dan pola hidup sehat. Sesuai dengan harapan Rafif untuk memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara ke kancah nasional dan perlu adanya penanganan sampah plastik yang komperhensif. Pelaksanaan Most Man Internasional Indonesia Tahun 2021, Grand Finalnya akan dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 7 Nopember 2021, sedangkan untuk karantina dilaksanakan mulai dari tanggal 4 Nopember sampai 7 Nopember 2021. Harapan saya (Imam Mardioto Owner Batik Melayu Kutai) Rafif dapat mengikuti ajang Most Man International Indonesia semaksimal mungkin, dan semoga dapat hasil yang terbaik. Semoga nantinya dapat menjadi seorang model professional kebanggaan Kota Raja Tenggarong. Beberapa baju koleksi Batik Melayu Kutai akan di gunakan Rafif saat Interview dan saat Gala Dinner. Persiapan yang telah dilakukan Rafif dalam mengikuti pemilihan Most Man International Indonesia ini, antara lain ; belajar catwalk , belajar foto karater, presentation dan persiapan lainnya. Mohon doa untuk kesuksesan Rafif Fitra Yasa Nugraha dalam Ajang Most Man International Indonesia.

 Upacara Adat Mecaq Undat Suku Dayak Kenyah Di Festival Adat Pedalaman

Sebagai akhir dari rangkaian acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak, penayangan Upacara Adat Suku Dayak Kenyah yaitu Sebelum Menanam Padi atau Mecaq Undat yang diartikan sebagai upacara adat yang digelar oleh Suku Dayak Kenyah setelah menyelesaikan panen. Mecaq Undat merupakan bahasa Dayak Kenyah yang berarti menumbuk beras menjadi tepung, adapun nama tempat Mecaq Undat adalang lesung. Undat berartikan tepung, Mecaq Undat secara umum bisa diartikan pesta panen. Mecaq Undat merupakan pesta adat masyarakat Dayak Kenyah yang dilaksanakan setiap tahun setelah panen. Acara ini telah dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang dahulu hingga sampai saat ini. Mucaq Undat merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas berkat yang diberikan kepada petani, lading yang telah memperoleh berkat yang berlimpah, juga sebagai upaya untuk melestarikan nilai-nilai adat dan budaya di masyarakat Dayak Kenyah sehingga semangat kegotong royongan yang ada tetap terpelihara dengan baik. Lewat acara Mecaq Undat dikalangan Dayak Kenyah merupakan suatu kebersamaan dan persaudaraan yang sangat erat melambangkan ikatan yang kuat antara masyarakat Suku Dayak Kenyah.

 Yayasan Benaong Menampilan Tarian Suku Dayak Kenyah

Yayasan Benaong menampilkan tarian Suku Dayak Kenyah, adapun tarian dari Suku Dayak Kenyah ini menceritakan tentang sekelompok burung yang belajar dan berusaha untuk terbang bebas demi menggapai cita-cita. Cerita tersebut bisa dimaknai dengan niat dan usaha seseorang dalam mewujudkan impian dengan tekun dan tekad yang kuat. Tarian Suku Dayak Kenyah ini disiarkan melalui channel YouTube Visiting Kutai Kartanegara pada Festival Adat Pedalaman Suku Dayak. Tarian yang dilakukan dengan keelokan seolah-olah burung kecil yang sedang berusaha terbang dengan baik menjadi cerita tersendiri dalam tarian tersebut. Acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak berlangsung mulai pukul 1 siang sampai 4 sore pada tanggal 31 Oktober 2021.

 Upacara Adat Dayak Benuaq “Adat Totai Timui”

Upacara Adat Suku Dayak Benuaq yaitu Adat Totai Timui atau diartikan sebagai mandi pasangan pengantin sebelum melangsungkan pernikahan mempunyai arti yang sakral untuk kedua pasangan. Diartikan apabila kedua pasangan ini mempunyai gangguan-gangguan akan roh-roh jahat, roh-roh yang tidak baik begitu pula dengan firasat-firasat yang tidak bagus, oleh karena ini diadakannya Adat Totai Timui seperti ini. Dengan digelarnya upacara adat ini, supaya kedua pasangan ini akan melaksanakan pernikahan dengan selamat dan sukses, tidak diganggu oleh roh-roh jahat. Selain itu diartikan juga kedua pasangan ini sudah bersih sehingga dilakukan juga do’a kepada yang maha kuasa. Upacara adat Totai Timui ini dilakukan bukan hanya untuk pasangan pengantin yang melakukan pernikahan, tetapi untuk bayi yang baru lahir juga dilakukan upacara yang sama dengan tujuan yang sama pula yaitu pembersihan dari gangguan roh-roh jahat. Bayi yang dilakukan Upacara Adat Totai Timui ini berkisar antara 2-3 hari setelah dia lahir. Tidak hanya untuk upacara pernikahan ataupun bayi yang baru lahir, suku Dayak Benuaq biasa melakukan sesuatu diawali dengan Totai Timui misalnya membangun rumah juga diawali dengan Totai Timui supaya tanah yang ditempati menjadi bersih dari gangguan roh-roh jahat. Uoacara adat ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara pada Festival Adat Pedalaman Suku Dayak.

 Tarian Suku Dayak Benuaq Berjudul Dewa Dewi

Sanggar tari Pokan Takaq menampilkan Tari Dayak Benuaq berjudul Dewa Dewi dalam acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak yang berlangsung secara virtual melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara.. Tarian ini diambil dari ritual beliyan sentiu dan dayang yang bercerita tentang sang Dewi selalu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan sang Dewa. Sewaktu menggelar ritual apapun itu maka sang Dewi selalu di depan melayani apa yang diperlukan sang Dewa, maka dari itu sang Dewi se iring menari dengan lemah gemulainya. Mengiringi sang Dewa dengan sang Dewi ini dituangkan dalam tarian tersebut. tarian itu masih dilakukan di pedalaman-pedalaman.

 Ritual Adat Adat Menanam Padi Dayak Tunjung

Ritual Adat Suku Dayak Tunjung yaitu Namaaq Qai, dalam bahasa Dayak Tunjung berarti memasukkan padi ke lubang tanam. Merupakan suatu ritual Dayak Tunjung yang dilakukan secara pribadi atau kelompok bermasyarakat sebelum melaksanakan tanam padi. Namaaq Qai merupakan bentuk do’a kepada dewa padi agar tanaman padi dijauhkan dari hama dan penyakit atau gangguan yang bisa menyebabkan kerusakan pada padi sehingga diharapkan mendapat hasil panen yang berlimpah. Ritual Adat Suku Dayak Tunjung ini dilakukan secara virtual, dilaksanakan di tempat terbuka dan ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara dalam rangkaian acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak. Dengan adanya festival seperti ini diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat yang menonton agar mengetahui adat istiadat yang ada di tanah Kutai Kartanegara dan ikut melestarikannya.

 Dayak Tunjung Menampilkan Tarian Gong Piring

Penampilan kalini yaitu Dayak Tunjung yang menampilkan Tarian Gong Piring dalam acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak yang berlangsung secara virtual melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara. Filosofi dari tarian ini ialah memaknai Gong yang merupakan benda bernilai tinggi dalam tatanan adat Dayak Tunjung. Tarian ini menceritakan tentang kepiawaian dan kelincahan gadis Tunjung. Ayunan tangan yang memegang piring melambangkan kelembutan. Langkah kaki yang mengandung nilai-nilai adat sebagai landasan menjalani kehidupan dalam kebersamaan dan kekompakan. Festival Adat Pedalaman Suku Dayak ini tetap menerapkan protokol kesehatan selama acara berlangsung.

 Festival Adat Pedalaman Suku Dayak Dibuka Melalui Pemukulan Gong

Festival Adat Pedalaman Suku Dayak adalah sebuah pertunjukan yang dikemas secara virtual dan menyajikan beberapa etnis suku Dayak di Kutai Kartanegara dalam keberagaman tradisi baik tari, musik, dan busana adat secara resmi dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara melalui Bapak David Haka selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif saat pemukulan gong. Adapun sambutan yang disampaikan beliau untuk acara ini mengenai Festival Adat Pedalaman Suku Dayak ini menjadi bukti kita dalam merawat dan melestarikan budaya dan tradisi. “Festival Adat Pedalaman Suku Dayak ini menjadi solusi, sebagai pilihan untuk terus menampilkan etnis suku dayak, sekaligus menjadi bukti diri dalam rangka merawat kekayaan budaya dan tradisi di tanah Borneo Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara yang kita cintai ini.” ujar beliau. Setelah melakukan sambutan, pemukulan gong dilakukan dalam rangka membuka secara resmi acara yang berlangsung secara virtual ini.

 Busana Pengantin Adat Dayak Di Festival Adat Pedalaman Suku Dayak

Penampilan kalini yaitu busana pengantin adat dayak dalam acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak yang berlangsung secara virtual melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara 30 Oktober 2021. Penampilan busana pengantin kali ini menampilkan busana dari Dayak Benuaq, Dayak Kenyah, dan Dayak Tunjung yang diiringi dengan musik Sampeq Dayak Kenyah dari Yayasan Benaong.Festival Adat Pedalaman Suku Dayak adalah sebuah pertunjukan yang dikemas secara virtual dan menyajikan beberapa etnis suku Dayak di Kutai Kartanegara dalam keberagaman tradisi baik tari, musik, serta ritual adat. Selain menampilkan peragaan busana pengantin, acara ini juga menampilkan Sape Instrument Dayak Kenyah, Tari Gong Piring Dayak Tunjung, Upacara Adat Nugal / Menanam Padi Dayak Tunjung, Ritual Belian Dayak Benuaq, Acara Adat Mandi – Mandi Pengantin Dayak Benuaq, Tari Tiking Leka Dayak Kenyah, dan Upacara Adat Mecaq Undat, Dayak Kenyah.

 Batik Melayu Kutai Memukau Acara Jogja Fashion Parade

Fashion tidak hanya membuat penampilan berbeda,tapi juga meningkatkan kepercayaan diri.Suatu yang simpel tapi bisa diterjemahkan secara kompleks.Seorang perancang busana dari Kutai Kartanegara Imam Pranawa Utama. (Imam Mardioto) terkenal dengan Batik Melayu Kutai menampilkan rancanagan motif terbaru nya yaitu Motif Kopiah Sahung, Kopiah dari Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun ditampilkan di Sleman City, Yogyakarta pada acara Jogja Fashion Parade pada tanggal 24 Oktober 2021 rancangan Imam Pranawa Utama. Fashion Show diiringi musik tradisional Laraq Yaq Tawaq dari Olah Musik Gubang, Kutai Kartanegara. Dalam kegiatan itu juga, Imam Mardioto selaku perancang busana mengatakan “Alhamdulillah, peluncuran batik melayu Kutai mendapat sambutan meriah dari para pengunjung Fashion Parade Jogja. Tentu ini menjadi salah satu promosi yang luar biasa dan mengangkat batik melayu Kutai Kartanegara ke kancah nasional bahkan internasional,” kata Imam Mardioto. Kedepannya diharapkan bisa berdampak pada promosi batik melayu Kutai yang akan makin dikenal dikancah nasional maupun internasional.

Even Tahunan

Even